Baru-baru ini, media sosial diramaikan dengan berbagai gambar Garuda hasil kecerdasan buatan (AI). Namun, sejumlah warganet menemukan adanya kekeliruan pada beberapa ilustrasi tersebut, terutama terkait jumlah bulu yang tidak sesuai dengan ketentuan pada lambang negara Indonesia.
- Filosofi Garuda Pancasila
- Arti Lambang Garuda
- 1. Burung Garuda
- 2. Cengkeraman Kaki Burung Garuda
- 3. Warna Emas
- 4. Jumlah Bulu
- 5. Perisai
- Arti Lambang Pancasila di Perisai Garuda
- Arti Lambang Sila ke-1: Bintang
- Arti Lambang Sila ke-2: Rantai
- Arti Lambang Sila ke-3: Pohon Beringin
- Arti Lambang Sila ke-4: Kepala Banteng
- Arti Lambang Sila ke-5: Padi dan Kapas
Kesalahan ini kemudian memicu diskusi tentang bentuk Garuda Pancasila yang sebenarnya. Karena lambang negara memiliki makna khusus dan telah diatur secara resmi, termasuk bulu Garuda Pancasila.
Seperti apa susunan bulu Garuda Pancasila yang benar sesuai aturan? Berikut penjelasannya.
Filosofi Garuda Pancasila
Melansir dari buku Garuda Pancasila, Sejarah Penciptaan Lambang Negara yang diterbitkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Garuda Pancasila tidak hanya menjadi identitas bangsa Indonesia, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur semangat persatuan, kedaulatan, dan cita-cita nasional.
Memahami makna di balik setiap unsur Garuda Pancasila dapat membantu masyarakat semakin menghargai dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Garuda Pancasila mengingatkan masyarakat Indonesia untuk menjaga semangat kebersamaan dalam keberagaman, sebagaimana tercermin dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Arti Lambang Garuda
Setiap bagian dalam Garuda Pancasila memiliki makna yang mendalam, mulai dari burung garuda, warna emas, jumlah bulu, hingga perisai yang memuat simbol-simbol sila Pancasila. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Burung Garuda
Garuda Pancasila berwujud burung Garuda yang dikenal sebagai burung sakti dan raja segala burung. Sayapnya yang mengembang melambangkan kekuatan, semangat, dan dinamika bangsa Indonesia untuk terus maju serta menjunjung tinggi nama baik negara.
Kepala Garuda menoleh ke arah kanan yang melambangkan kebaikan dan arah yang benar dalam kehidupan berbangsa.
2. Cengkeraman Kaki Burung Garuda
Kaki Garuda mencengkeram pita bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika” yang berasal dari kitab Sutasoma karya Empu Tantular. Maknanya tetap sama, yaitu persatuan dalam keberagaman.
3. Warna Emas
Warna emas pada Garuda melambangkan keagungan, kejayaan, dan kemuliaan bangsa Indonesia.
4. Jumlah Bulu
Jumlah bulu yaitu melambangkan 17 Agustus 1945, dengan rincian:
· Sayap kanan dan kiri masing-masing 17 helai
· Ekor 8 helai
· Bulu di bawah perisai/pangkal ekor 19 helai
· Bulu leher 45 helai
Maknanya sebagai pengingat hari kemerdekaan Indonesia. Maka itu, ini paling krusial sehingga jumlahnya tidak boleh kurang atau lebih.
5. Perisai
Perisai di dada Garuda melambangkan perlindungan dan perjuangan bangsa, sekaligus berisi simbol-simbol Pancasila, yaitu:
1) Bintang (Ketuhanan Yang Maha Esa)
2) Rantai (Kemanusiaan yang adil dan beradab)
3) Pohon beringin (Persatuan Indonesia)
4) Kepala banteng (Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan)
5) Padi dan kapas (Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia)
Kemudian garis horizontal pada perisai juga melambangkan garis khatulistiwa yang membelah wilayah Indonesia.
Arti Lambang Pancasila di Perisai Garuda
Selain garuda memiliki makna spesifik pada tiap detailnya, lambing Pancasila juga punya makna khusus. Berikut adalah maknanya.
Arti Lambang Sila ke-1: Bintang
Bunyi sila: Ketuhanan Yang Maha Esa
Bintang berwarna emas melambangkan cahaya ketuhanan yang menerangi kehidupan manusia. Sementara itu, latar belakang berwarna hitam menggambarkan alam semesta.
Simbol ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai sumber kehidupan serta yakin bahwa Tuhan merupakan sumber dari segala sesuatu yang telah ada sebelum kehidupan tercipta.
Arti Lambang Sila ke-2: Rantai
Bunyi sila: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Rantai tersusun dari mata rantai berbentuk lingkaran dan persegi yang saling terhubung. Bentuk tersebut melambangkan hubungan antarmanusia yang erat dan saling membutuhkan.
Simbol ini mencerminkan nilai kemanusiaan, persamaan derajat, serta semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Arti Lambang Sila ke-3: Pohon Beringin
Bunyi sila: Persatuan Indonesia
Pohon beringin melambangkan persatuan dan tempat berlindung bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagaimana pohon beringin yang besar dan rindang dapat menaungi banyak orang, Indonesia menjadi rumah bagi berbagai suku, budaya, dan agama.
Akar dan sulurnya yang menjalar ke berbagai arah juga menggambarkan keragaman masyarakat yang tetap bersatu dalam satu bangsa.
Arti Lambang Sila ke-4: Kepala Banteng
Bunyi sila: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Kepala banteng dipilih karena banteng merupakan hewan sosial yang hidup berkelompok. Simbol ini menggambarkan kebiasaan masyarakat Indonesia untuk berkumpul, berdiskusi, dan bermusyawarah dalam mengambil keputusan bersama demi kepentingan bersama.
Arti Lambang Sila ke-5: Padi dan Kapas
Bunyi sila: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Padi dan kapas melambangkan kebutuhan dasar manusia, yaitu pangan dan sandang. Kedua simbol ini mencerminkan harapan agar seluruh rakyat Indonesia dapat menikmati kesejahteraan dan kemakmuran sesuai dengan cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Memahami arti Garuda Pancasila tidak hanya menambah wawasan kebangsaan, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan begitu, semangat Bhinneka Tunggal Ika dapat terus terjaga di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.


