Penampilan Kamari saat berjalan memasuki acara pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner sukses mencuri perhatian publik.
Di usia yang baru menginjak dua tahun lebih, putri Jennifer itu terlihat tenang, anteng, dan mengikuti arahan dengan baik saat momen entrance berlangsung.
Banyak warganet dibuat kagum karena balita seusia Kamari umumnya sedang berada pada fase aktif, mudah terdistraksi, bahkan rentan mengalami tantrum saat berada di keramaian atau acara besar.
Namun menurut sejumlah ahli gizi anak, pola makan yang diterapkan sejak dini dapat berpengaruh terhadap perkembangan emosi dan perilaku anak.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah keputusan Jennifer Coppen yang dikenal cukup ketat dalam mengatur asupan makanan Kamari sejak bayi.
Seorang ahli gizi dalam akun threadsnya @syifaanuraz ungkap alasan mengapa Kamari Bisa Anteng di Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner:
1. Tidak Mengonsumsi Gula Tambahan Sebelum Usia Dua Tahun
Dalam kacamata gizi, pembatasan gula tambahan pada anak usia dini dapat membantu menjaga kestabilan energi dan suasana hati. Konsumsi gula berlebih berpotensi memicu lonjakan energi dalam waktu singkat yang kemudian diikuti penurunan energi secara drastis.
Kondisi tersebut sering dikaitkan dengan perubahan suasana hati yang lebih cepat, anak menjadi lebih reaktif, sulit fokus, dan lebih sulit diarahkan ketika sedang lelah.
Jennifer diketahui menerapkan aturan tanpa gula tambahan untuk Kamari sebelum usia dua tahun. Bahkan saat ulang tahun pertama sang putri, ia memilih membuat kue sendiri tanpa tambahan gula maupun pemanis buatan.
Pola makan seperti ini dinilai dapat membantu anak mengenali rasa alami makanan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap makanan manis yang berlebihan sejak dini.
2. Dibiasakan Mengonsumsi Real Food
Selain membatasi gula, Kamari juga dikenal lebih sering mengonsumsi real food atau makanan utuh seperti buah, sayuran, protein hewani, dan sumber karbohidrat alami dibanding makanan instan kemasan.
Dalam ilmu gizi, makanan utuh umumnya mengandung lebih banyak vitamin, mineral, serat, dan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak.
Kebiasaan mengonsumsi makanan alami juga berkaitan dengan kesehatan mikrobioma usus. Para peneliti menyebut adanya hubungan antara kesehatan usus dan fungsi otak yang dikenal sebagai gut-brain axis.
Melalui mekanisme tersebut, kondisi usus dapat memengaruhi produksi berbagai zat kimia tubuh yang berperan dalam mengatur suasana hati, kualitas tidur, hingga kemampuan anak merespons lingkungan di sekitarnya.
Meski demikian, perilaku tenang pada anak tidak hanya dipengaruhi oleh pola makan. Faktor lain seperti pola asuh, kualitas tidur, lingkungan keluarga, stimulasi yang tepat, hingga karakter bawaan anak juga memiliki peran besar.
Nutrisi yang baik membantu menciptakan fondasi kesehatan fisik dan perkembangan otak yang optimal, tetapi kemampuan anak untuk mengelola emosi dan mengikuti arahan tetap merupakan hasil kombinasi dari berbagai faktor.
Momen Kamari yang tampil tenang saat menjadi sorotan di pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner pun menjadi contoh bagaimana pola hidup sehat yang diterapkan sejak dini dapat mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Dengan asupan yang terjaga, tidur yang cukup, dan pengasuhan yang konsisten, anak memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dengan baik, baik secara fisik maupun emosional.


