Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 24 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Lima Permainan Tradisional Indonesia Baik untuk Perkembangan Anak
Hype

Lima Permainan Tradisional Indonesia Baik untuk Perkembangan Anak

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
Last updated: Juli 23, 2026 11:23 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 jam lalu
Share
Permainan congklak
Permainan congklak (Foto: Laman Kemenag Jawa Barat)
SHARE

Bermain merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang anak. Melalui aktivitas bermain, anak tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga belajar mengembangkan kemampuan motorik, berpikir, berkomunikasi, bekerja sama, hingga mengelola emosi.

Sayangnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, banyak anak kini lebih sering menghabiskan waktu dengan gadget. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan orang tua adalah mengenalkan kembali berbagai permainan tradisional Indonesia.

Baca juga:
Asal Usul Bola Bekel, Permainan Tradisional yang Tetap Digemari Anak-anak Anak kelahiran tahun 1990-an pasti sudah tidak asing dengan permainan satu ini.…
Masih Ingat Mainan Gasing? Ternyata Permainan Ini Sudah Eksis Sejak… Kalau disuruh milih antara main gasing atau mabar game online, kemungkinan besar…
  • Asal Usul Bola Bekel, Permainan Tradisional yang Tetap Digemari Anak-anak
  • Masih Ingat Mainan Gasing? Ternyata Permainan Ini Sudah Eksis Sejak 3.500 SM

Momentum Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli pun menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan bermain yang sehat, aman, dan bermanfaat bagi tumbuh kembangnya.

Dilansir dari laman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (23 Mei 2023), berikut lima permainan tradisional Indonesia yang baik untuk perkembangan anak.

1. Congklak

Permainan ini diyakini berasal dari Timur Tengah atau India dan masuk ke Nusantara melalui jalur perdagangan sekitar abad ke-15. Di Indonesia, congklak memiliki berbagai nama daerah, seperti dakon di Jawa dan mokaotan di Bali.

Permainan ini dimainkan oleh dua orang menggunakan papan berlubang serta biji-bijian atau kerang kecil. Saat bermain, anak dituntut untuk menghitung jumlah biji, menyusun strategi, dan menentukan langkah agar dapat mengumpulkan biji sebanyak mungkin di rumahnya.

Asal Usul Bola Bekel, Permainan Tradisional yang Tetap Digemari Anak-anak

Aktivitas tersebut membantu melatih kemampuan berhitung, konsentrasi, daya ingat, kemampuan memecahkan masalah, serta kesabaran. Selain itu, congklak juga mengajarkan nilai sportivitas dan keseimbangan antara memberi dan menerima dalam kehidupan.

2. Egrang

Egrang merupakan permainan tradisional yang menggunakan sepasang tongkat bambu panjang dengan pijakan kaki. Untuk memainkannya, anak harus berdiri di atas pijakan bambu sambil menjaga keseimbangan dan melangkah hingga mencapai garis akhir.

Permainan egrang bermanfaat untuk melatih keseimbangan tubuh, koordinasi gerak, kekuatan otot, serta keberanian anak dalam mencoba hal baru.

Selain itu, egrang juga mengajarkan ketekunan karena membutuhkan latihan agar dapat berjalan dengan baik. Nilai sportivitas, percaya diri, dan pantang menyerah yang ditanamkan melalui permainan ini menjadi bekal penting bagi perkembangan karakter anak.

3. Gobak Sodor

Nama “Gobak Sodor” diyakini berasal dari bahasa Jawa, yakni gobak yang berarti bergerak bebas dan sodor yang berarti mengulurkan tangan untuk menghadang lawan. Dalam permainan ini, satu tim bertugas melewati garis hingga mencapai garis akhir tanpa tersentuh oleh tim penjaga.

Permainan Gobak Sodor tidak hanya mengajak anak aktif bergerak, tetapi juga melatih kerja sama, komunikasi, serta kemampuan menyusun strategi. Anak dituntut untuk berpikir cepat dalam mencari celah, mengambil keputusan, dan bekerja sama dengan anggota tim agar dapat memenangkan permainan.

4. Engklek

Nama engklek berbeda-beda di tiap daerah, seperti Taplak Gunung di Jawa Barat, Dampu Bulan di Jakarta, Setatak di Riau, hingga Enjit-enjit di Kalimantan Barat. Permainan ini menggunakan gacuk, yaitu pecahan genteng atau keramik yang dilempar ke petak-petak yang digambar di tanah.

Pemain kemudian melompat dengan satu kaki sambil menghindari petak tempat gacuk berada. Selain menyenangkan, engklek bermanfaat untuk melatih keseimbangan tubuh, koordinasi gerak, serta kekuatan otot kaki. Anak juga belajar berkonsentrasi, mematuhi aturan permainan, dan bersabar menunggu giliran.

5. Balap Karung

Permainan ini diyakini telah ada sejak masa kolonial Belanda, ketika karung goni bekas dimanfaatkan sebagai alat bermain karena mudah diperoleh. Kini, balap karung menjadi salah satu lomba tradisional yang selalu meramaikan peringatan kemerdekaan di berbagai daerah.

Dalam permainan ini, peserta memasukkan kedua kaki ke dalam karung goni lalu melompat menuju garis finis secepat mungkin. Meski terlihat sederhana, balap karung mampu melatih keseimbangan tubuh, koordinasi gerak, serta kekuatan otot kaki. Permainan ini juga mengajarkan anak untuk pantang menyerah.

Tag:Dunia AnakPerkembangan AnakPermainan EdukatifPermainan TradisionalPermainan Tradisional Indonesia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
MBG Disorot! Pergantian Bos BGN Disebut Tak Cukup, Ada Masalah Besar yang Belum Beres
By Natania Longdong
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjawab pertanyaan wartawan usai rapat internal di Kantor BGN, Jakarta,
1
Prabowo Sindir Wartawan hingga LSM: ‘Londo Ireng’ Berkeliaran di Indonesia, Cuma Ganti Baju!
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato saat menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
2
Viral Dugaan Istri Menteri PU Naik Helikopter, Segini Tarif Sewa Wisata Udara di Indonesia
By Syifa Fauziah
Ilustrasi helikopter wisata.
3
Dear DPR dan Prabowo! Status Quo Revisi UU Pemilu Lebih Berbahaya, Jangan Ulangi Kesalahan
By Hardani Triyoga
Warga menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak di TPS 23 Talao Mundam, Padang Pariaman, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Fitra Yogi).
4
Penunjukan Sudaryono Jadi Pertaruhan Prabowo dan Nasib Program MBG
By Rahmat Tunny
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.
5

BERITA LAINNYA

Sejumlah anak merakit purwarupa robot berjalan pada acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di kawasan Tugu Sirih, Tanjungpinang, Kepulauan Riau
Hype

Sering Diabaikan, Padahal Validasi Perasaan Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Setiap tanggal 23 Juli, Indonesia memperingati Hari Anak Nasional (HAN) sebagai momentum…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
Ilustrasi anak menggunakan gadget
Hype

Dampak Gadget Berlebihan pada Anak, Waspadai Risikonya bagi Tumbuh Kembang 

Hari Anak Nasional (HAN) menjadi momentum untuk mengingat pentingnya memastikan setiap anak…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
Ilustrasi Fenomena bediding
Hype

Malam Terasa Makin Dingin? Fenomena Bediding Bukan Dampak Perubahan Iklim, Ini Penjelasan Pakar

Belakangan ini banyak orang mengeluhkan suhu udara pada malam hingga pagi hari…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
Siswa Taman kanak-kanak saat bermain
Hype

Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Ajak Anak Lebih Banyak Bermain dan Batasi Penggunaan Gawai

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026…

Hilwa UrwatulIvan OWRITE
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan Syahruna Lubis
17 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up