Kisah seorang tukang becak di Kulon Progo, DIY, viral setelah status kesejahteraannya mendadak berubah dari desil 1 menjadi desil 9.
Perubahan data ini berdampak pada anaknya yang ingin melanjutkan kuliah. Keluarga tersebut disebut tidak lagi memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan atau potongan biaya pendidikan.
Kisah ini diunggah akun Instagram @folkjog dan hingga 24 Agustus 2026 telah mengumpulkan sekitar 62 ribu likes, 4,4 ribu komentar, dan 6,6 ribu kali dibagikan ulang.
Iklan
Peristiwa ini dialami seorang tukang becak di Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo.
Status kesejahteraannya disebut berubah dari desil 1 menjadi desil 9 pada Maret 2026. Padahal, kondisi ekonomi keluarganya masih tergolong kurang mampu.
Bantuan Biaya Pendidikan
Perubahan ini membuat sang anak kesulitan memperoleh bantuan biaya pendidikan atau KIP-K karena tercatat dalam desil 9.
Padahal, sekarang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) digunakan sebagai basis penentuan penerima KIP Kuliah.
Kebijakan tersebut berlaku penuh mulai tahun anggaran 2026 dan diatur dalam Permendiktisaintek Nomor 2 Tahun 2026 tentang Program Indonesia Pintar Pendidikan Tinggi (PIP Dikti).
Data desil digunakan untuk membantu menentukan kondisi sosial ekonomi calon penerima bantuan pendidikan agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
Pemerintah Kalurahan Ngentakrejo kini membantu keluarga tersebut mengajukan perubahan data melalui Dinas Sosial.
Namun, prosesnya membutuhkan sejumlah dokumen pendukung dan warga harus menunggu setidaknya tiga bulan untuk mengetahui hasil verifikasi.
Ribuan Reaksi Netizen
Kisah ini kemudian memancing ribuan reaksi netizen. Banyak warganet mempertanyakan perubahan status desil yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat.
Tar pas pidato bilang dari hasil survei, penduduk konoha mengalami peningkatan ekonomi semenjak dipimpin beliau,”