Penyu, kura-kura, dan bulus kerap dianggap sebagai hewan yang sama karena sama-sama memiliki cangkang dan bentuk tubuh yang sekilas mirip.
Tidak sedikit orang yang masih tertukar ketika menyebut ketiganya, terutama antara kura-kura dan bulus yang sama-sama dapat ditemukan di perairan.
Padahal, ketiga hewan tersebut memiliki perbedaan dalam cara hidup dan bentuk tubuh. Ada yang lebih banyak menghabiskan waktu di daratan, hidup di laut, hingga tinggal di perairan tawar.
Bentuk kaki dan cangkangnya pun memiliki ciri khas masing-masing.
Bukan Hewan Sama
Penyu, kura-kura, dan bulus sama-sama memiliki cangkang dan termasuk kelompok reptil dalam ordo Testudines. Namun ketiganya memiliki istilah zoologi yang berbeda.
Kura-kura darat umumnya dikenal dengan istilah tortoise, sedangkan penyu termasuk kelompok sea turtles. Sementara itu, bulus atau labi-labi merupakan kura-kura bercangkang lunak yang termasuk dalam famili Trionychidae.
Selain itu, apa yang membedakan penyu, kura-kura, dan bulus? Mari mengenal perbedaan ketiga hewan yang sekilas mirip ini, dilansir dari laman Arena Hewan (18 Januari 2022).
Banyak di Daratan
Kura-kura dikenal sebagai hewan yang lebih banyak beraktivitas di daratan. Habitatnya bisa di hutan, hingga wilayah dengan kondisi lebih kering.
Ciri yang paling mudah dikenali adalah cangkangnya yang keras. Bagian atas cangkang disebut karapas, sedangkan bagian bawahnya disebut plastron.
Kedua bagian tersebut merupakan bagian dari tubuh kura-kura sehingga bukan sesuatu yang dapat dilepas seperti rumah kosong.
Kaki kura-kura menyerupai kaki dengan kuku yang membantunya berjalan dan mencari makanan. Soal makanan, ada spesies yang banyak memakan tumbuhan, tetapi ada pula yang mengonsumsi siput, serangga, ikan, katak, bahkan bangkai hewan.
Kelompok Hewan Laut
Penyu merupakan kelompok sea turtles yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di laut. Kehidupan di perairan membuat tubuhnya memiliki bentuk yang berbeda dibandingkan kura-kura darat.
Perbedaan paling mudah terlihat pada kakinya. Tungkai penyu berbentuk seperti dayung atau sirip sehingga dapat digunakan untuk berenang.
Bentuk tersebut membuat penyu tidak sefleksibel kura-kura darat ketika bergerak di permukaan tanah.
Meski hampir seluruh hidupnya berada di laut, penyu tetap membutuhkan daratan untuk berkembang biak. Penyu betina akan menuju pantai dan menggali pasir untuk meletakkan telurnya.
Si Cangkang Lunak
Bulus atau labi-labi termasuk kelompok kura-kura bercangkang lunak dari famili Trionychidae. Berbeda dengan kura-kura yang memiliki cangkang keras, cangkang bulus lebih lunak dan dilapisi kulit. Ciri tersebut menjadi salah satu pembeda utama bulus.
Bulus umumnya hidup di perairan tawar seperti sungai, danau, dan rawa. Hewan ini juga dapat ditemukan pada perairan dengan dasar lumpur atau pasir.
Bulus mempunyai hidung yang memanjang seperti belalai kecil. Kakinya dilengkapi selaput renang yang membantunya bergerak di air, sedangkan kaki depannya memiliki tiga kuku. Bulus biasanya memangsa hewan seperti ikan, cacing, krustasea, dan serangga.
Perlu Dilindungi
Penyu dan kura-kura juga menghadapi persoalan konservasi. Dalam kajian Global Reptile Assessment yang dipublikasikan pada 2022 oleh IUCN bersama NatureServe dan Conservation International, sedikitnya 21 persen dari 10.196 spesies reptil yang diteliti berada dalam risiko kepunahan.
Bahkan, penyu sisik (Eretmochelys imbricata) termasuk spesies yang berstatus Critically Endangered, atau menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar.
Ketiganya memiliki peran dalam ekosistem dan menghadapi ancaman yang dapat mengganggu keberlangsungan populasinya. Karena itu, mengenali perbedaan ketiganya juga menjadi bagian dari upaya untuk lebih peduli terhadap satwa.
Menjaga habitat, tidak menangkap atau memperdagangkan satwa secara sembarangan, serta tidak membeli satwa yang berasal dari perdagangan ilegal dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu melindungi keberadaannya di alam.





















