Sekarang katanya diambil dua ratus lebih triliun, pupuknya cukup, pupuknya didiskon dan pabrik pupuknya untung,”
lanjut Sudaryono.
Ia kemudian mengaitkan penggunaan anggaran MBG dengan keberadaan kapal induk yang jadi salah satu contoh bahwa pemerintah masih mampu menjalankan berbagai program.
Dulu tidak ada MBG, itu Indonesia nggak punya kapal induk. Sekarang sudah dipakai MBG ratusan triliun, punya kapal induk,”
ujarnya.
Setelah pidatonya tersebut ramai diperdebatkan, Sudaryono kemudian memberikan penjelasan melalui kolom komentar @royshakti.
Lewat akun pribadinya @sudaru_sudaryono, ia menjelaskan maksud pernyataannya adalah menunjukkan berbagai program pemerintah yang sudah terealisasi dan dirasakan masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.
Wah ramai jg komenannya Izin sy nambahin dikit. Yg ingin sy sampaikan adalah program pemerintah alhamdulillah telah banyak yg terealisasi dan telah dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat khususnya yg menengah kebawah. intinya inti adalah yang dulu tidak ada sekarang jd ada,”
tulis Sudaryono.
Ia lalu merinci sejumlah program yang tetap berjalan di tengah alokasi anggaran MBG. Hal itu mulai dari pengadaan kapal induk, perbaikan irigasi, penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen, renovasi lebih dari 70 ribu sekolah, hingga pembangunan lebih dari 5.000 jembatan di desa-desa.
Sudaryono juga menyebut program cek kesehatan gratis yang diklaim sudah menjangkau lebih dari 160 juta masyarakat. Ia turut menyinggung swasembada pangan sejak 2025 dan menyatakan Indonesia tidak lagi mengimpor beras.
Apapun itu terimakasih ats atensinya, dukung trs y. Salam hormat,”
tuturnya.
Namun, klarifikasi Sudaryono tak lantas menghentikan perbincangan di media sosial. Sejumlah warganet justru merespons pernyataannya dengan sindiran dan guyonan yang menyinggung logika perbandingan antara anggaran MBG dan pembangunan negara.
Misalnya akun @charleshonoris yang menyindir bahwa jika menggunakan logika serupa, Indonesia bisa mencapai hal yang lebih fantastis pada tahun depan.
Kalau pakai logika begini, tahun depan kita sudah bisa kirim pesawat ke luar angkasa,”
sindirnya.
Sementara, akun @tao_khenol menyinggung persoalan keracunan yang jadi sorotan dalam pelaksanaan program MBG.
Dulu sebelum ada MBG adanya KERASUKAN massal, ehh skrng pas ada MBG adanya KERACUNAN massal…….”
komentarnya.
Ada pula warganet yang membandingkan pernyataan Sudaryono dengan sejarah pengadaan pesawat pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.
Keren nih… dulu jaman pak Suharto (klo gk sih inget) beli pesawat pake beras, skrg bisa beli kapal induk pake MBG…”
tulis @robbosmile234.
Sindiran lain datang dari akun @sfo_wahyu yang mengaitkan program MBG dengan tokoh sejarah Gajah Mada.
Waktu Gajahmada mempersatukan nusantara, itu karena dia makan MBG,”
tulisnya.
Tak kalah sarkastis, akun @maspocongg ikut menyindir dengan membawa-bawa sejarah penjajahan Belanda.
Setuju, konon para kompeni juga memilih cabut dari negara kita karena disuguhi mbg. Terima kasih mbg,”
tulisnya.