Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 18 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • Purbaya
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Situasi Mencekam: Pernyataan Takaichi Picu Krisis Politik Asia Timur
Internasional

Situasi Mencekam: Pernyataan Takaichi Picu Krisis Politik Asia Timur

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: November 17, 2025 12:34 pm
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
Share
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi
Foto: Instagram Sanae Takaichi
SHARE

Ketegangan antara China dan Jepang kembali memanas setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyampaikan pernyataan tegas terkait potensi konflik Taiwan.

Daftar isi Konten
  • Pernyataan Jepang Picu Risiko Keselamatan
  • Refund dan Batalkan Penerbangan ke Jepang
  • Dampaknya terhadap Hubungan Diplomatik
  • Stabilitas Diplomatik Asia Timur Semakin Rapuh

Dalam rapat parlemen pada 7 November, Takaichi menyebut bahwa Jepang berhak merespons secara militer apabila China menggunakan kekuatan terhadap Taiwan.

Ucapan ini langsung memicu kecaman keras dari Beijing dan membuat hubungan kedua negara berada dalam situasi paling sensitif dalam beberapa tahun terakhir.

Takaichi menegaskan bahwa Taiwan yang jaraknya hanya sekitar 100 kilometer dari Jepang memiliki pengaruh langsung terhadap keamanan nasional Tokyo.

Ia mengatakan, jika terjadi serangan bersenjata di Taiwan yang berpotensi membahayakan keselamatan Jepang, maka undang-undang keamanan Jepang memungkinkan adanya “pertahanan kolektif”. Pernyataan ini kemudian dianggap China sebagai provokasi besar.

Pernyataan Jepang Picu Risiko Keselamatan

Melalui unggahan resmi di WeChat pada Jumat malam, Kedutaan Besar China di Tokyo meminta seluruh warganya untuk menunda perjalanan ke Jepang.

Mereka menyebut situasi politik sedang memanas dan ada potensi risiko keselamatan yang mengancam warga negara China di Jepang.

Kementerian Luar Negeri China menilai pernyataan Takaichi sebagai tindakan yang merusak hubungan masyarakat kedua negara.

Pernyataan provokatif dari pemimpin Jepang mengenai Taiwan telah memperburuk suasana komunikasi dan meningkatkan risiko keselamatan warga negara China,”

demikian bunyi pernyataan Beijing, dikutip dari Japan Times.

Tidak berhenti di situ, Beijing memanggil duta besar Jepang sebagai bentuk protes diplomatik. Tokyo juga merespons dengan tindakan serupa setelah komentar agresif muncul dari Konsul Jenderal China di Osaka, Xue Jian.

Komentar tersebut sempat viral sebelum akhirnya dihapus, dan sejumlah politisi Jepang mendesak agar Xue dinyatakan persona non grata karena dianggap melanggar batas kewajaran dalam diplomasi.

Refund dan Batalkan Penerbangan ke Jepang

Memanasnya situasi membuat Kementerian Luar Negeri China serta seluruh kantor perwakilan mereka di Jepang mengeluarkan himbauan resmi agar warga negara menunda perjalanan. Dampaknya langsung terasa pada sektor penerbangan.

Pada Sabtu sore, tiga maskapai besar China Air China, China Southern, dan China Eastern Mengumumkan kebijakan refund penuh dan penjadwalan ulang tanpa biaya untuk semua penerbangan menuju Jepang hingga 31 Desember.

Langkah ini menjadi sinyal tekanan diplomatik yang lebih serius dari Beijing terhadap Tokyo.

Industri pariwisata Jepang pun terancam terpukul karena wisatawan asal China merupakan penyumbang terbesar, yakni hampir 25 persen dari total kunjungan luar negeri.

Dalam sembilan bulan pertama tahun ini saja, sekitar 7,5 juta wisatawan China telah berkunjung ke Jepang.

Dampaknya terhadap Hubungan Diplomatik

Meskipun Takaichi dikenal memiliki pendekatan keras terhadap China, ia kemudian mencoba meredam situasi.

Ia menegaskan bahwa pernyataannya selaras dengan kebijakan yang selama ini dianut Jepang dan tidak bermaksud memicu eskalasi.

Namun demikian, ia berjanji tidak akan menyebutkan skenario spesifik lagi di kemudian hari.

Di sisi lain, China tetap berpegang pada sikap mereka bahwa Taiwan adalah bagian dari wilayah kedaulatan Beijing. Penggunaan kekuatan untuk mengambil alih pulau tersebut pun tidak pernah dikesampingkan.

Hubungan Jepang dan China selama bertahun-tahun dibangun melalui kepentingan ekonomi yang besar.

Namun sengketa sejarah, rivalitas geopolitik, dan isu pertahanan sering menjadi batu sandungan. Undang-undang keamanan Jepang pada 2015 membuka peluang bagi Tokyo untuk melakukan “pertahanan diri kolektif”, termasuk dalam kemungkinan konflik di Taiwan jika dianggap mengancam keselamatan Jepang.

Stabilitas Diplomatik Asia Timur Semakin Rapuh

Peringatan perjalanan dari Beijing serta saling pemanggilan duta besar menunjukkan bahwa stabilitas kawasan Asia Timur tengah berada dalam kondisi rentan.

Sementara itu, Jepang tetap mempertahankan posisi ambigu terkait sejauh mana mereka akan ikut campur dalam konflik Taiwan sejalan dengan sikap Amerika Serikat yang juga tidak memberikan komitmen eksplisit mengenai intervensi militer.

Situasi ini semakin memperlihatkan bahwa setiap kata dan tindakan politik terkait Taiwan dapat menjadi pemicu besar dalam hubungan China dan Jepang.

Tag:Krisis Politik Asia TimurSanae TakaichiSituasi Mencekam
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Ricuh Diskusi UGM dan Cap Pengkhianat Reformasi, Substansi Kritik Mahasiswa Jangan Dikaburkan
By Hardani Triyoga
Mahasiswa geruduk acara diskusi di UGM yang dihadiri Budiman Sudjatmiko.
1
Prabowo Ngaku Terbuka pada Kritik, Pengerahan TNI saat Demo Mahasiswa Jadi Sorotan
By Rahmat Tunny
Pasukan TNI ikut melakukan penghadangan kepada mahasiswa yang akan melakukan aksi demonstrasi di Bundaran HI.
2
Tanpa Ikon Pemersatu, Gerakan Mahasiswa Saat Ini Tak Sehebat Reformasi 1998
By Rahmat Tunny
Aksi demonstrate mahasiswa UI di Jan. MH. Thamrin, Jakarta Pusat.
3
Jokowi Mau Safari Politik Bareng PSI, Politikus PDIP: Sebaiknya Bertaubat Saja
By Hardani Triyoga
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)(sumber: Tangkapan layar dari siaran YouTube PSI)
4
Pertamina Jelaskan Alasan Pertamax Naik Saat Harga Minyak Dunia Melemah
By Natania Longdong
Petugas berdiri di samping mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax ke tangki sepeda motor di SPBU Batu Anteru, Ternate, Maluku Utara, Rabu (10/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Andri Saputra/nz)
5

BERITA LAINNYA

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Internasional

CIA Bikin Trump Waswas! Ada Keraguan Besar soal Niat Iran dalam Kesepakatan Damai

Direktur Central Intelligence Agency (CIA) John Ratcliffe menyampaikan kepada Presiden Amerika Serikat…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
7 jam lalu
Kapten Timnas Korea Selatan, Son Heung-min
Internasional

Viral Komentar soal Wajib Militer Son Heung-min, Hubungan Timnas Korea dan Media Memanas

Kapten Timnas Korea Selatan, Son Heung-min mendapat hate comment atau komentar buruk…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
14 jam lalu
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. (Foto: AI).
Internasional

Iran Menang Telak, AS Harus Cabut Sanksi dan Wajib Bayar Kompensasi Fantastis

Wacana berakhirnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali jadi sorotan…

Rahmat Tunny OWRITEHardani Triyoga
By
Rahmat Tunny
Hardani Triyoga
2 hari lalu
Gambar ilustrasi perang Iran vs Amerika
Internasional

Selat Hormuz Bakal Dibuka, AS Siap Lepas Rp427 Triliun untuk Iran dalam Deal Bersejarah

Media Iran melaporkan rincian draf nota kesepahaman berisi poin-poin penting kesepakatan perdamaian…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up