Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 24 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / China Unjuk Kekuatan, Taiwan Siaga Perang dan Penerbangan Sipil Dibatalkan
Internasional

China Unjuk Kekuatan, Taiwan Siaga Perang dan Penerbangan Sipil Dibatalkan

hadi-febriansyah-owritedusep-malik
Last updated: Desember 31, 2025 12:30 pm
Hadi Febriansyah
Dusep Malik
Share
Barisan Tentara Taiwan.
Barisan Tentara Taiwan. (Sumber: Unsplash/Winston Chen )
SHARE

Taiwan tetap berada dalam status siaga tinggi pada Rabu setelah China menggelar latihan militer besar-besaran di sekitar pulau tersebut sehari sebelumnya. Penjaga pantai Taiwan menyatakan bahwa pusat tanggap darurat maritim tetap beroperasi sambil memantau pergerakan kapal perang China.

Daftar isi Konten
  • 77 Pesawat Militer China Terdeteksi di Sekitar Taiwan
  • Penerbangan Dibatalkan, Pasukan Taiwan Disiagakan
  • Simulasi Pengepungan Taiwan Jadi Sorotan

Latihan militer yang diberi nama “Justice Mission 2025” itu melibatkan peluncuran puluhan roket ke arah Taiwan serta pengerahan banyak kapal perang dan pesawat tempur di sekitar wilayah pulau. Aksi ini dinilai sebagai unjuk kekuatan yang memicu kekhawatiran serius dari negara-negara Barat.

Pemerintah Taiwan mengecam keras latihan tersebut dan menyebutnya sebagai ancaman terhadap keamanan kawasan serta bentuk provokasi terbuka.

Meski sejumlah kapal China mulai bergerak menjauhi wilayah Taiwan, Beijing hingga kini belum secara resmi mengumumkan berakhirnya latihan militer tersebut. Situasi ini membuat Taiwan tetap mempertahankan status siaga.

Situasi maritim telah tenang, dengan kapal-kapal secara bertahap mulai meninggalkan lokasi. Karena China belum mengumumkan berakhirnya latihan militer, pusat tanggap darurat tetap beroperasi,”

tulis Kepala Dewan Urusan Kelautan Taiwan, Kuan Bi-ling, seperti dilansir dari Reuters.

Seorang pejabat penjaga pantai Taiwan mengatakan kepada Reuters bahwa seluruh 11 kapal penjaga pantai China telah meninggalkan perairan dekat Taiwan dan terus bergerak menjauh. Namun, pejabat keamanan Taiwan menegaskan bahwa pusat tanggap darurat militer dan penjaga pantai masih aktif.

77 Pesawat Militer China Terdeteksi di Sekitar Taiwan

Kapal Induk Taiwan Liaoning. (Sumber: Wikipedia)

Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan bahwa dalam 24 jam terakhir, 77 pesawat militer China serta 25 kapal angkatan laut dan penjaga pantai terdeteksi beroperasi di sekitar pulau.

Dari jumlah tersebut, 35 pesawat militer China melintasi garis median Selat Taiwan, yang selama ini menjadi batas tidak resmi antara Taiwan dan China.

Di tengah berlangsungnya latihan militer tersebut, para duta besar dari negara-negara anggota Quad—Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan India—mengadakan pertemuan di Beijing pada Selasa.

Duta Besar AS untuk China, David Perdue, mengunggah foto kebersamaanya dengan para duta besar Australia, Jepang, dan India di Kedutaan Besar AS. Ia menyebut Quad sebagai “force for good” yang berupaya menjaga kawasan Indo-Pasifik tetap bebas dan terbuka, tanpa merinci isi pertemuan tersebut.

Kedutaan Besar AS belum memberikan tanggapan resmi terkait pertemuan itu. Para analis menilai langkah China mencerminkan kepercayaan diri Beijing dalam menekan keunggulan militernya.

Penerbangan Dibatalkan, Pasukan Taiwan Disiagakan

Tentara taiwan bentangkan bendera. (Sumber: Unsplash/Winston Chen )

Latihan ini menjadi yang terluas dari sisi cakupan wilayah yang pernah dilakukan China. Dampaknya, Taiwan terpaksa membatalkan puluhan penerbangan domestik serta mengerahkan jet tempur dan kapal perang untuk pemantauan.

Di berbagai lokasi, prajurit Taiwan terlihat melakukan latihan tanggap cepat, termasuk mendirikan barikade dan memperkuat posisi pertahanan.

Pemerintah China menyatakan latihan militer tersebut merupakan langkah yang sah dan diperlukan. Juru bicara Kantor Urusan Taiwan China, Zhang Han, mengatakan latihan itu bertujuan menjaga kedaulatan nasional dan keutuhan wilayah.

Latihan tersebut disebut sebagai sebuah peringatan keras terhadap kekuatan separatis kemerdekaan Taiwan dan campur tangan pihak luar,”

ujarnya dalam konferensi pers rutin.

Media pemerintah China, Xinhua, juga merilis artikel yang merangkum tiga poin utama dari latihan militer tersebut, yang berlangsung hanya 11 hari setelah Amerika Serikat mengumumkan paket penjualan senjata senilai US$11,1 miliar untuk Taiwan.

Simulasi Pengepungan Taiwan Jadi Sorotan

Menurut laporan Xinhua, latihan ini menunjukkan kemampuan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) untuk menyimulasikan pengepungan Taiwan.

Operasi tersebut memperlihatkan kemampuan China untuk menekan dan membendung kekuatan separatis sambil menolak akses terhadap campur tangan asing – sebuah pendekatan yang diringkas sebagai ‘menyegel secara internal dan memblokir secara eksternal’, tulis Xinhua dengan mengutip Zhang Chi, profesor dari Universitas Pertahanan Nasional PLA.

China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih pulau tersebut. Sementara itu, Taiwan dengan tegas menolak klaim China dan menegaskan statusnya sebagai wilayah yang diperintah secara demokratis.

Tag:ASchinaGeopolitikLatihan MiliterMiliterperangTaiwan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Viral! BEM UBK Ngaku Terima Uang Usai Temui Gibran di Istana, Mahasiswa Murka
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].
1
Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode di Tengah Kesulitan Rakyat: Tak Punya Nurani dan Mabuk Kekuasaan!
By Hardani Triyoga
pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara.
2
Episode Drama Baru Kasus MBG: Kepala BGN Nanik Deyang Masuk ‘Bidikan’ Kejagung
By Rahmat Baihaqi
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) berbincang dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kanan) saat mengikuti rapat koordinasi peningkatan kualitas program Makan Begizi Gratis (MBG) dan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
3
Dilaporkan Soal Dugaan Korupsi Rp20 M, ITDC Ngaku Cuma Sediakan Lahan di Mandalika
By Rahmat Baihaqi
Kawasan Sirkuit Mandalika.
4
Pakar Bongkar Siapa yang Paling Diuntungkan dari Isu Prabowo-Gibran 2 Periode
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
5

BERITA LAINNYA

Pemimpin negosiasi sekaligus Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf.
Internasional

Walk Out dari Perundingan dengan AS, Iran: Kami Tak Bernegosiasi di Bawah Ancaman Paksaan

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf yang memimpin tim negosiasi Iran meninggalkan…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
7 jam lalu
Kapal tanker raksasa Iran
Internasional

Iran Raup Cuan Besar, 36 Juta Barel Minyak Diekspor Usai MoU Damai dengan AS

Menurut platform pelacakan kapal TankerTrackers, Iran mendapat keuntungan besar karena telah mengekspor…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
11 jam lalu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama petinggi militer Israel.
Internasional

Tokoh Zionis Bongkar Skenario Potensi Perang Israel vs Mesir, Dunia Diminta Waspada

Israel diramal bakal berperang dengan Mesir pada 15 tahun mendatang. Prediksi itu…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
14 jam lalu
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Sumber: X/ @RussianArmy_)
Internasional

Geger! Rumor Zelensky Tewas Kena Serangan Rudal Rusia, Hoaks atau Fakta?

Sebuah rumor beredar luas di platform X, yang mengklaim bahwa Presiden Ukraina…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up