Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 15 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • iran
  • Spill
  • Sepak Bola
  • BMKG
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / RI Harus Waspada, Kasus Maduro Bukti Negara Adidaya Tak Tunduk Hukum Internasional
Internasional

RI Harus Waspada, Kasus Maduro Bukti Negara Adidaya Tak Tunduk Hukum Internasional

owrite-adi-briantikadusep-malik
Last updated: Januari 4, 2026 5:11 pm
Adi Briantika
Dusep
Share
Presiden Donald Trump dan Presiden Nicolas Maduro. (Sumber: Unsplash/Library of Congress)
Presiden Donald Trump dan Presiden Nicolas Maduro. (Sumber: Unsplash/Library of Congress)
SHARE

Sabtu dini hari, 3 Januari 2026, pasukan elite Amerika Serikat Delta Force, mencokok Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, di Istana Miraflores, Caracas. Penangkapan atas dugaan perdagangan narkoba. 

Daftar isi Konten
  • Respons Venezuela 
  • China Kecam Tindakan Trump

Maduro dan Cilia telah diterbangkan keluar Venezuela dan kini berada dalam tahanan AS, kemungkinan menuju New York untuk pengadilan. Kejadian dinilai bukan sekadar penegakan hukum lintas negara. Lebih dari itu, aksi sepihak Washington ini merupakan pesan simbolik yang mengerikan bagi dunia yaitu hukum internasional tidak lagi berlaku di hadapan kepentingan negara adidaya.

Dosen Hubungan Internasional, Universitas Pelita Harapan, Edwin Tambunan membedah insiden ini sebagai preseden berbahaya yang harus diwaspadai oleh negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Narasi pemberantasan narkoba yang dibangun AS hanyalah selubung dari motif dominasi yang gagal dicapai lewat jalur diplomasi.

Ia berpendapat ada dua makna penangkapan Maduro. Secara subjektif, AS membangun legitimasi tindakannya dengan menempatkan Maduro sebagai kriminal, bukan kepala negara. Tuduhan narco-terrorism (terorisme narkoba) digunakan sebagai pintu masuk untuk mengabaikan kedaulatan Venezuela atas nama pertahanan diri.

Pertama, makna subjektif. Dalam perspektif AS, penangkapan dilakukan karena Maduro dianggap sebagai pelaku kejahatan. Salah satu tuduhan yang disampaikan adalah Maduro terlibat narcoterrorism yang mengganggu kepentingan keamanan AS. Terkait hal ini AS merasa punya dasar hukum melakukan penangkapan tanpa menghormati kedaulatan Venezuela karena dilakukan sebagai self-defense,”

ucap Edwin kepada owrite, Minggu, 4 Januari 2026. 

Meskipun publik tahu bahwa tindakan ini dilakukan karena AS gagal “menundukkan” Venezuela dan oposisi yang didukung AS tetap belum mampu mengambil alih kekuasaan. Penangkapan Maduro bisa dianggap sebagai peringatan keras bagi siapa pun yang “berani” berseberangan dengan Washington.

Makna yang kedua bersifat simbolik. Penangkapan terhadap Maduro menjadi pesan kuat kepada seluruh negara musuh-musuh AS bahwa negara adidaya ini sanggup melakukan cara apa pun apabila kepentingannya terganggu. Di luar kepentingan ekonomi, politik, dan keamanan di balik alasan yang disampaikan AS, pesan simbolik ini merupakan tujuan penting dari tindakan penangkapan,”  

jelas Edwin.

Menyadari situasi seperti ini, maka tidak ada cara lain bagi negara-negara yang berhubungan dengan AS, termasuk Indonesia, ataupun musuh AS untuk lebih berhati-hati menavigasi hubungan mereka. Hukum, rezim, dan organisasi internasional tidak akan berdaya untuk menghentikan aksi negara besar seperti AS jika kepentingannya terganggu. 

Edwin berkata mengandalkan negara besar lain juga tidak akan sepenuhnya menghentikan agresi. Pengalaman di Ukraina dan Venezuela menunjukkan hal ini. Ukraina luluh lantak meski mengandalkan AS dan Eropa Barat, sementara Venezuela hanya bisa gigit jari meski mencoba meraih dukungan dari Rusia dan Tiongkok.

Respons Venezuela 

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez.
Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez. (Sumber: Youtube/TeleSURE)

Setelah penangkapan, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez menegaskan Maduro adalah presiden satu-satunya di Venezuela. Pernyataan ini muncul setelah Donald Trump mengatakan, bahwa ia adalah pemimpin baru negara tersebut, setelah Maduro ditangkap oleh pasukan AS.

Lebih lanjut Rodríguez mengatakan, pemerintah siap “membela” Venezuela, setelah Trump menyatakan AS bakal “mengendalikan” negara tersebut; dan ia menyerukan agar warganya tetap tenang dan bersatu; mengecam agresi bersenjata terhadap negaranya; dan menambahkan bahwa dewan pertahanan negara telah diaktifkan. 

China Kecam Tindakan Trump

Gambar Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh DEA AS.
Gambar Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh DEA AS. (Sumber: Istimewa)

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa Beijing menyatakan keprihatinan serius atas tindakan AS yang secara paksa menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya serta memindahkan mereka keluar negeri. 

Langkah AS tersebut jelas melanggar hukum internasional dan norma-norma dasar dalam hubungan internasional serta tujuan dan prinsip-prinsip Piagam PBB. Cara AS mengirim pasukan untuk menangkap Presiden Maduro dan istrinya adalah salah dan ditentang oleh sejumlah negara.

China menyerukan kepada AS untuk memastikan keselamatan pribadi Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, segera membebaskan mereka, menghentikan upaya penggulingan pemerintah Venezuela, dan menyelesaikan masalah melalui dialog dan negosiasi,”

kata juru bicara China dikutip dari Global Times.

Tindakan hegemonik AS tersebut secara serius melanggar hukum internasional dan kedaulatan Venezuela, serta mengancam perdamaian dan keamanan di Amerika Latin dan kawasan Karibia. China dengan tegas menentangnya. 

Kami menyerukan kepada AS untuk mematuhi hukum internasional dan tujuan serta prinsip-prinsip Piagam PBB, dan berhenti melanggar kedaulatan dan keamanan negara lain,”

kata juru bicara tersebut.
Tag:berita pilihanDonald Trumpindustri minyaknarkotikaNicolas MaduroSpillVenezuela
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Viral! Anggota DPRD Jember Diduga Main Game dan Merokok saat Rapat, Tuai Sorotan Warganet
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Achmad Syahri As Siddiqi
1
Rupiah Amblas Lagi ke Rp17.614 per Dolar AS dan Cetak Rekor, Ini Biang Keroknya
By Anisa Aulia
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)
2
Amblas ke Rp17.614 per Dolar AS, Rupiah Jadi Salah Satu Mata Uang Terlemah di Dunia?
By Anisa Aulia
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
3
Trump Bongkar Obrolan Rahasia dengan Xi Jinping Soal Iran
By Iren Natania
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
4
Trump Klaim China Sepakat Beli Minyak AS, Harga Minyak Terbang ke US$107,30 per Barel
By Anisa Aulia
Pengeboran Minyak Lepas Pantai Hasbah terletak sekitar 150 km di timur laut Kota Industri Jubail di Teluk Arab.
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping. (Sumber: Dibuat oleh AI)
Internasional

Trump-Xi Jinping Sepakat Hindari Konflik, Benarkah Rivalitas AS-China Berakhir?

Kesepakatan dan visi baru terjadi saat pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
6 jam lalu
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Internasional

Tak Ada Ketegangan Seperti Perang Dagang, Trump dan Xi Jinping Saling Lempar Pujian di Beijing

Hari pertama pertemuan penting antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
8 jam lalu
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Internasional

Trump Bongkar Obrolan Rahasia dengan Xi Jinping Soal Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Kamis, 14 Mei 2026,…

iren natania longdongSyifa Fauziah
By
Iren Natania
Syifa Fauziah
8 jam lalu
Peserta ASEAN AWGCW 2026. {sumber foto: Humas Kementerian Lingkungan Hidup)
Internasional

Indonesia Peringatkan ASEAN: Jangan Sampai Asia Tenggara Jadi Kuburan Limbah Global

Indonesia memperkuat komitmen negara-negara Asia Tenggara dalam menghadapi tantangan pengelolaan bahan kimia…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
24 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up