Kedutaan Besar (Kedubes) Irak di Indonesia menjelaskan alasan negaranya menutup Selat Hormuz. Duta Besar Iran untuk RI, Mohammad Boroujerdi menyebut keputusan itu dipicu oleh upaya Amerika Serikat (AS) yang mencoba menginvasi kawasan tersebut.
Boroujerdi menjelaskan, situasi serupa juga pernah terjadi dalam perang 12 hari yang melibatkan Israel dan AS. Saat itu, menurutnya, rezim Israel mendorong eskalasi konflik hingga mengarah ke kawasan yang menjadi jalur penghubung utama antara Teluk Persia dan Laut Oman.
Kali ini kapal-kapal induk Amerika datang ke wilayah Selat Hormuz dan menyerang integritas Iran, kesatuan Iran, dan wilayah Republik Islam Iran,”
kata Boroujerdi dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Senin 2 Maret 2026.
Apabila mereka mengharapkan keamanan bagi Selat Hormuz dan wilayah di sana, tentu keamanan dan kenyamanan ini harus berlaku untuk setiap negara yang berada di sana. Jika mereka ingin aman, kami pun sama,”
lanjutnya.
Lebih jauh, ia juga menegaskan Iran merupakan negara yang selama ratusan tahun berperan menjaga keamanan di kawasan tersebut.
Menurut Boroujerdi, negaranta tidak menginginkan adanya ketidakstabilan di Selat Hormuz.
Tentu Iran merupakan pihak yang sejak ratusan tahun lalu menjadi pengawas utama di Selat Hormuz dan tidak ingin agar ketidakamanan terjadi di sana,”
tutupnya.

