Gempa bumi berkekuatan 7,2 M mengguncang wilayah timur laut Jepang pada Kamis, 25 Juni 2026 pagi waktu setempat. Peristiwa ini menyebabkan empat orang terluka, puluhan sekolah diliburkan, dan layanan kereta cepat Shinkansen sempat dihentikan.
Dilansir dari Kyodo News, gempa terjadi pada pukul 07.30 waktu setempat di lepas pantai Prefektur Iwate di kedalaman 44 kilometer. Meski cukup kuat, Badan Meteorologi Jepang (JMA) memastikan gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami.
Guncangan paling kuat dirasakan di wilayah Hashikami dan Hachinohe, Prefektur Aomori. JMA menyebut intensitas gempa mencapai level atas 6 dalam skala seismik Jepang, level ini membuat orang sulit berdiri dan banyak barang di dalam rumah bisa jatuh berantakan.
Empat warga yang mengalami luka ringan dan dirawat di rumah sakit. Korban terdiri dari remaja hingga warga berusia 50-an tahun.
Aktivitas belajar mengajar pun ikut terdampak. Setidaknya ada lima sekolah di Kota Hashikami ditutup sementara setelah gempa terjadi.
Tak hanya itu, pemerintah Kota Hachinohe juga menghentikan kegiatan di 65 sekolah lainnya. Total ada 70 sekolah yang diliburkan demi memastikan keselamatan siswa dan guru.
Dilansir dari AP News, suasana sempat mencekam di sejumlah sekolah. Beberapa siswa yang sudah berada di kelas menangis karena ketakutan saat alarm peringatan gempa berbunyi.
Anak-anak yang sudah berada di sekolah dalam kondisi aman, tetapi beberapa menangis karena ketakutan,”
kata Kepala Sekolah Dasar Hashikami Tomoko Nagane.
Selain sekolah, transportasi publik juga sempat terganggu. Operator JR East menghentikan sementara layanan Tohoku Shinkansen yang menghubungkan Tokyo dan Shin-Aomori untuk pemeriksaan keselamatan.
Penghentian ini terjadi saat jam sibuk pagi ketika banyak warga sedang berangkat kerja. Namun setelah jalur dinyatakan aman, seluruh layanan kereta cepat kembali beroperasi normal pada pukul 14.00 waktu setempat.
Guncangan gempa turut terasa hingga Hokkaido, Akita, Fukushima, Miyagi, Yamagata, bahkan Tokyo dan wilayah sekitarnya. Meski begitu, hingga Kamis siang belum ada laporan kerusakan besar akibat gempa tersebut.
Kabar baiknya, seluruh fasilitas nuklir di kawasan terdampak dilaporkan dalam kondisi aman. Menurut AP News, tidak ditemukan gangguan di PLTN Higashidori, Onagawa, Fukushima Daiichi maupun Fukushima Daini.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pemerintah saat ini masih mengumpulkan informasi terkait dampak gempa. Ia juga meminta warga tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Tim darurat pemerintah mengutamakan keselamatan warga sambil terus mengumpulkan informasi dan menyiapkan operasi bantuan jika diperlukan,”
ujar Takaichi.
Sementara itu, JMA mengingatkan warga agar tetap siaga dalam beberapa hari ke depan. Otoritas Jepang memperkirakan masih ada kemungkinan terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang cukup besar dalam sepekan mendatang.






















