Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 7 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Deepfake Jadi Senjata Baru Perang AS–Israel Vs Iran, Kebenaran Jadi Korban Pertama
Internasional

Deepfake Jadi Senjata Baru Perang AS–Israel Vs Iran, Kebenaran Jadi Korban Pertama

owrite-adi-briantikadusep-malik
Last updated: Maret 10, 2026 2:53 pm
Adi Briantika
Dusep
Share
Gambar ilustrasi perang Iran vs Amerika
Gambar ilustrasi perang Iran vs Amerika (Dokumen istimewa)
SHARE

Perang informasi melalui manipulasi kecerdasan buatan atau deepfake kian masif di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. 

Pemerhati Budaya dan Komunikasi Digital Firman Kurniawan menyoroti teknologi ini secara sengaja digunakan untuk merekrut simpati dan memanipulasi emosi masyarakat global yang tidak ikut berperang. Disinformasi dalam masa konflik menciptakan kebingungan publik yang luar biasa. 

Hasil akhir dari tersebarnya deepfake ini adalah ketidakpastian keadaan yang sesungguhnya. Maka, ketika perang terjadi, kebenaran menjadi korban yang paling pertama,”  

ujar Firman, kepada owrite, Selasa, 10 Maret 2026.

Firman mencontohkan, deepfake dapat menyajikan dua sudut pandang kontras dari satu peristiwa fiktif untuk menggiring opini. Misal, saat beredar narasi palsu perihal kondisi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. 

Jika narasi visual Khamenei yang disebar menunjukkan masyarakat Iran bergembira, hal itu bertujuan membangun citra bahwa tindakan AS didukung rakyat Iran. Sebaliknya, jika digambarkan bersedih, tujuannya adalah menarik simpati agar AS dikecam. 

Contoh konkret lainnya ialah peredaran video palsu keberhasilan rudal Iran menghancurkan instalasi Israel. Meski akhirnya terbukti hoaks, pada saat informasi itu beredar, moral pasukan dan simpatisan Iran sempat naik, sementara di pihak lawan memicu kemarahan.

Jadi, deepfake ini memanipulasi emosi orang, tujuannya adalah untuk memperbesar dukungan masing-masing pihak. Publik dibuat pasang surut perasaannya antara mendukung dengan menghujat,”

jelas Firman.

Firman mengingatkan bahwa penyebaran deepfake juga dapat berdampak langsung pada dinamika politik di Indonesia, terutama ihwal masyarakat memandang posisi negara dalam konflik tersebut. Hal ini terlihat dari respons publik terhadap langkah diplomasi yang diambil pemerintah.

Misi perdamaian yang diinisiasi pemerintah ke Teheran, tanpa secara langsung mendekati AS dan Israel untuk menghentikan serangan, telah memicu tanda tanya di kalangan khalayak. Firman berpendapat sikap pemerintah tersebut dapat memunculkan persepsi bahwa Indonesia berpihak kepada Amerika Serikat dan Israel. Persepsi ini bakal sangat mudah terbakar oleh konten deepfake. 

Ketika muncul deepfake peluru kendali Israel dan Amerika menghantam sekolah dan memakan korban murid, masyarakat Indonesia akan makin mengecam tindakan pemerintah yang dipersepsikan berpihak kepada AS dan Israel,”

kata Firman, merujuk pada munculnya kritik dari sejumlah tokoh nasional.

Bahaya deepfake tidak bisa dianggap remeh lantaran berpotensi memicu kepanikan massal. Firman mengambil contoh kasus di Prancis pada akhir Desember lalu, ketika beredar siaran palsu kudeta oleh seorang kolonel yang bahkan sempat dipercaya oleh pemimpin negara lain. Jika masyarakat termakan isu semacam itu, dampaknya bisa memicu kekacauan ekonomi, seperti penarikan uang massal di ATM atau pembelian karena kepanikan.

Di Indonesia, publik sempat digegerkan oleh video palsu petinggi militer Israel yang mengancam Indonesia dan mengklaim keberadaan mata-mata mereka di Tanah Air. 

Paling tidak yang percaya itu muncul pikiran marah. Ternyata setelah ditelusuri berbagai media, tidak ada nama orang tersebut dan terbukti deepfake,”

kata Firman.

Untuk menangkal hal ini, Firman merekomendasikan metode prebunking atau pemberian “vaksin” terhadap persepsi dan cara berpikir masyarakat. Vaksinasi kognitif memiliki dua langkah utama:

  1. Menunda emosi: Tujuan utama deepfake adalah menurunkan rasionalitas dan menaikkan emosi. Masyarakat diimbau menunda keputusan untuk percaya, sekalipun konten tersebut sangat memancing amarah atau kesedihan;
  2. Verifikasi silang: Mengasumsikan semua yang keluar dari media sosial di masa perang perlu diperiksa kebenarannya. Bahkan pihak yang berperang pun, seperti dalam kasus Rusia dan Ukraina, bisa saling termakan hoaks deepfake tentang pernyataan menyerah atau damai palsu.

Eskalasi perang terbuka ini pecah hanya berselang sehari setelah kolapsnya perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran di Jenewa. Pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026, Israel dengan dukungan armada militer Amerika Serikat secara mendadak melancarkan operasi militer gabungan bersandi Lion’s Roar atau Epic Fury.

Gempuran udara dan rudal tersebut secara beruntun menghantam tiga fasilitas nuklir utama Iran termasuk situs Fordo, pangkalan militer, hingga area pusat pemerintahan di Teheran, serta merambah ke beberapa kota vital lainnya seperti Isfahan, Tabriz, dan Qom.

Dampak operasi gabungan ini memukul telak pucuk pimpinan tertinggi Iran. Ayatollah Ali Khamenei, dinyatakan tewas setelah salah satu gempuran menghancurkan area di dekat kantornya di Teheran, yang seketika membuat Iran menetapkan 40 hari masa berkabung nasional.

Respons Pemerintah 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Vahd Nabyl berkata pemerintah siap mengambil langkah konkret secara langsung jika para pihak berkonflik menyetujui mediasi.

Bahwa pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, telah resmi menyampaikan kesiapan memfasilitasi dialog guna membantu terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif. Apabila disetujui oleh para pihak, Presiden Republik Indonesia menyatakan kesediaannya untuk bertolak ke Teheran dalam rangka upaya mediasi dan de-eskalasi,”

ucap Vahd kepada owrite.

Hal ini sejalan dengan prinsip Indonesia mengenai pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara, serta tentunya kepatuhan terhadap hukum internasional dan nilai-nilai yang terkandung dalam Piagam PBB.

Tag:AS-Israel vs IranDeepfakeHoaxOperation Epic Furyperangvideo palsu
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Persija melakukan latihan jelang lawan Persib di Persija Training Ground, Sawangan, Kamis 7 Mei 2026
Olahraga

Jelang Lawan Persib, Persija Dihantam Kabar Buruk

Persija Jakarta kembali menggelar latihan jelang pertandingan melawan Persib Bandung di Persija Training Ground, Sawangan, Depok, Kamis 7 Mei 2026. Pada sesi latihan kali ini, pelatih Persija, Mauricio Souza, terlihat…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
3 Min Read
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea (kiri), dan Presiden KSPI Said Iqbal (kanan) memberikan sambutan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam May Day 2026 para buruh menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, hingga kekhawatiran terhadap dampak konflik global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
Nasional

KPK Ungkap Alasan LHKPN Prabowo Belum Dipublikasikan Meski Lewat Tenggat Waktu

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak kunjung mempublikasikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Presiden Prabowo Subianto. Padahal tenggat waktu pelaporan jatuh tempo pada 31 Maret 2026. Juru Bicara KPK…

By
Rahmat
Adi Briantika
1 Min Read
Aktifitas pedagang di salah satu pasar di Jakarta
Megapolitan

BPS Bongkar Biang Kerok Inflasi Jakarta, Dompet Warga Jakarta Makin “Berdarah”

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) di Jakarta per April 2026 sebesar 2,12 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) pada periode tersebut tercatat di level 109,68. Kepala…

By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Kapal tanker raksasa Iran
Internasional

Trump Baru Bilang Operasi di Selat Hormuz Disetop, Kapal Tanker Iran Justru Diserang

Baru pengumuman penghentian operasi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, kini Pasukan militer…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
1 jam lalu
Serangan Rudal dan Dron
Internasional

Iran Bantah Terlibat dalam Serangan Rudal dan Dron ke UEA

Kementrian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan terjadi serangan rudal dan dron…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan
16 jam lalu
Petugas tiba di lokasi kejadian penembakan di K Towne Plaza di Carrollton, Texas, 5 Mei. AP-Yonhap
Internasional

Penembakan Beruntun di Koreatown Texas, 2 Tewas dan 3 Terluka

Dua orang tewas dan tiga lainnya terluka dalam aksi penembakan beruntun yang…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan
20 jam lalu
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Internasional

Operasi “Epic Fury” Berakhir, AS Tangguhkan Misi Pengawalan Kapal di Selat Hormuz

Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi mengakhiri operasi militernya terhadap Iran. Tidak hanya…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
20 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up