Langkah militer Amerika Serikat (AS) dalam konflik dengan Iran kini semakin agresif dan memasuki babak baru yang lebih luas. Mereka mengancam tak lagi terbatas beroperasi di Timur Tengah, dan coba lakukan penindakan terhadap kapal-kapal yang terafiliasi Iran yang merambah hingga kawasan Indo-Pasifik, termasuk jalur strategis Selat Malaka.
Ketua Gabungan Kepala Staf Militer AS, Jenderal Dan Caine, menegaskan bahwa pihaknya siap memburu kapal mana pun yang terhubung dengan Iran, bahkan di luar zona konflik utama.
Kami juga melakukan intersepsi maritim serupa di kawasan Pasifik terhadap kapal-kapal yang sebelumnya meninggalkan wilayah tersebut sebelum blokade dimulai,”
ujar Caine dikutip dari CNN pada Minggu, 19 April 2026.
Ancaman ini menandai eskalasi signifikan, di mana operasi militer AS tidak lagi bersifat regional, melainkan global. Target utamanya adalah apa yang disebut sebagai “dark fleet” yaitu armada tanker bayangan yang digunakan untuk mengangkut minyak Iran secara ilegal di tengah sanksi internasional.






