Menurut laporan yang diterbitkan oleh Politico, Amerika Serikat (AS) tidak lagi memandang Israel sebagai sekutu istimewa. Pihak AS akan melakukan pendekatan kebijakan luar negeri “America First” untuk hubungannya di masa depan dengan Israel.
Menurut beberapa sumber yang tidak disebutkan namanya, pemerintahan AS semakin menerapkan prinsip-prinsip strategis yang sama kepada Israel seperti yang diterapkan kepada sekutu-sekutu AS lainnya.
Meski demikian, seorang penasihat politik Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Politico bahwa Israel masih tetap berpikir bahwa mereka akan tetap dikecualikan dari doktrin “America First”.
Kami (Israel) dengan naif bertaruh bahwa kami akan dikecualikan dari prinsip ‘America First’ tetapi ini tidak bisa bertahan lama. Kami tidak bisa terus menjadi pengecualian untuk semua keputusan kebijakan luar negeri AS selama empat tahun,”
ujar penasihat itu, dikutip dari Middle East Monitor, Senin, 29 Juni 2026.
JD Vance Dikabarkan Dorong Perubahan Sikap AS
Menurut laporan tersebut, Wakil Presiden AS JD Vance juga telah muncul sebagai salah satu pendukung terkuat perubahan kebijakan tersebut di pemerintahan, dan menyampaikan kritik yang luar biasa terhadap kepemimpinan Israel.
Politico melaporkan bahwa Vance mendesak para pejabat Israel untuk mengingat bahwa Amerika Serikat tetap menjadi satu-satunya sekutu kuat Israel dan memperingatkan agar tidak menganggap dukungan Washington sebagai hal yang sudah pasti.
Komunikasi Trump-Netanyahu Semakin Renggang
Laporan tersebut juga mencatat penurunan keterlibatan tingkat tinggi antara kedua pemerintahan. Menurut Politico, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengunjungi Washington lima kali pada 2025, tetapi hanya melakukan satu perjalanan pada 2026, yaitu pada Februari 2026.
Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, melaporkan bahwa kunjungan Netanyahu ke Gedung Putih saat ini tidak sedang dipertimbangkan dan bahwa komunikasi langsung antara kedua pemerintah semakin renggang.
Yang terburuk masih akan datang,”
kata sumber tersebut.
Trump Dikabarkan Sebut Netanyahu ‘Gila’
Laporan ini menyusul pemberitaan sebelumnya oleh Axios, yang mengatakan bahwa Presiden Donald Trump mengkritik Netanyahu dengan tajam selama percakapan telepon pada 2 Juni lalu.
Menurut Axios, Trump mengungkapkan kekecewaannya terhadap pendekatan Netanyahu terhadap kebijakan Timur Tengah dan menyebut perdana menteri Israel itu “gila.”
Menurut laporan tersebut, Trump juga kemudian mengkonfirmasi bahwa dia telah menyebut Netanyahu sebagai “orang gila terkutuk” selama percakapan itu.


























