Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 24 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Virus Nipah Merebak di India, Tingkat Kematian Capai 75%
Kesehatan

Virus Nipah Merebak di India, Tingkat Kematian Capai 75%

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Januari 26, 2026 9:38 pm
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
Share
Ilustrasi virus
Ilustrasi virus (Foto: Freepik)
SHARE

Infeksi virus Nipah merupakan salah satu penyakit zoonosis yang cukup mematikan dan tengah menyebar di negara bagian Benggala Barat di India timur. Kementerian Kesehatan setempat pun meluncurkan respons darurat.

Dilansir dari The Chosun Daily, Senin 26 Januari 2026, virus Nipah memiliki tingkat kematian hingga 75%, tetapi karena tidak ada pengobatan yang memadai, otoritas Korea Selatan menetapkannya sebagai penyakit menular yang wajib dilaporkan secara hukum Kelas 1 pada bulan September tahun lalu.

Menurut India Express pada tanggal 23 Januari 2026, otoritas kesehatan negara bagian Benggala Barat mengkarantina sekitar 100 orang untuk mencegah penyebaran setelah lima kasus virus Nipah dikonfirmasi.

Di antara kasus yang dikonfirmasi terdapat dua perawat dan satu dokter yang terpapar dalam kondisi kritis.

Otoritas kesehatan menekankan perlunya memperkuat pelacakan kontak dan langkah-langkah karantina sambil mempertimbangkan kemungkinan infeksi yang didapat di rumah sakit, dan menekankan kepatuhan terhadap pedoman karantina untuk melindungi staf medis.

Pemerintah pusat India juga mengirimkan tim respons pusat untuk memantau situasi dengan cermat dan mencegah penyebaran lebih lanjut.

Sebuah sumber senior dari Kementerian Kesehatan India mengatakan kepada kantor berita milik negara PTI,

Beberapa pasien berada dalam kondisi kritis, dan pasien lainnya menerima perawatan di bawah pengawasan ketat,”

kata salah satu staff Kemenkes India.

Infeksi virus Nipah adalah penyakit zoonosis dengan kelelawar sebagai inangnya. diketahui memiliki tingkat kematian hingga 75% dan dapat menyebar antar manusia.

Masa inkubasi rata-rata adalah 5–14 hari, dengan gejala demam tinggi dan sakit kepala yang berlangsung selama 3–14 hari, diikuti oleh lesu, pusing, dan kebingungan mental.

Dalam kasus yang parah, ensefalitis dan kejang dapat terjadi, yang menyebabkan koma dalam waktu 24–48 jam.

Belum ada vaksin yang dikembangkan, dan hanya pengobatan simtomatik melalui obat antivirus yang dimungkinkan.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengumumkan pada bulan September tahun lalu bahwa mereka menetapkan infeksi virus Nipah sebagai penyakit menular yang wajib dilaporkan secara hukum Kelas 1 dan penyakit menular yang memerlukan karantina.

Ini adalah penetapan baru pertama dalam lima tahun sejak Cobid-19 pada Januari 2020.

Dengan demikian, pasien yang didiagnosis atau diduga terinfeksi virus Nipah akan tunduk pada manajemen kesehatan masyarakat, termasuk pelaporan, tindakan karantina, manajemen kontak, dan investigasi epidemiologi.

Tag:Benggala BaratIndiaInfeksiMenularNipahVirusZoonosis
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode di Tengah Kesulitan Rakyat: Tak Punya Nurani dan Mabuk Kekuasaan!
By Hardani Triyoga
pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara.
1
Viral! BEM UBK Ngaku Terima Uang Usai Temui Gibran di Istana, Mahasiswa Murka
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].
2
Episode Drama Baru Kasus MBG: Kepala BGN Nanik Deyang Masuk ‘Bidikan’ Kejagung
By Rahmat Baihaqi
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) berbincang dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kanan) saat mengikuti rapat koordinasi peningkatan kualitas program Makan Begizi Gratis (MBG) dan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
3
Dilaporkan Soal Dugaan Korupsi Rp20 M, ITDC Ngaku Cuma Sediakan Lahan di Mandalika
By Rahmat Baihaqi
Kawasan Sirkuit Mandalika.
4
Pakar Bongkar Siapa yang Paling Diuntungkan dari Isu Prabowo-Gibran 2 Periode
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
5

BERITA LAINNYA

Minum air putih
Kesehatan

Bahaya Kekurangan Cairan di Musim Kemarau, Kenali Gejala dan Cara Mencegah Dehidrasi

Musim kemarau yang ditandai dengan cuaca panas dan minim curah hujan dapat…

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
By
Ossid Duha Jussas Salma
Syifa Fauziah
13 jam lalu
kecap manis
Kesehatan

Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam…

Hilwa UrwatulSyifa Fauziah
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
1 hari lalu
Ilustrasi imunisasi kepada anak
Kesehatan

Kemenkes Ingatkan Pentingnya Imunisasi Anak, Ini Jadwal dan Jenis Vaksinnya

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan peringatan terkait pentingnya imunisasi anak menjelang Bulan Imunisasi…

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
By
Ossid Duha Jussas Salma
Syifa Fauziah
4 hari lalu
Tanda ginjal bersih
Kesehatan

Cek Sekarang! Ini 5 Tanda Ginjal Kamu Masih Sehat dan Berfungsi Normal

Ginjal merupakan organ vital yang berfungsi menyaring limbah dan racun dari darah,…

Hilwa UrwatulSyifa Fauziah
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up