Kementerian Kesehatan Thailand pada hari Minggu, 25 Januari 2026 mulai melakukan skrinning terhadap penumpang pesawat yang tiba dari India.
Hal ini dilakukan imbas munculnya lima kasus infeksi virus Nipah dan 100 orang di karantina di Bengal Barat, India Timur.
Skrinning ini dilakukan di bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang, dengan fokus pada pelancong yang tiba dari Bengal Barat.
Dilansir dari The Nation Thailand, pihak berwernang mengatakan penumpang dan lembaga terkait telah kooperatif melakukan pemeriksaan.
Selain itu, kementerian juga telah mengeluarkan “Kartu Waspada Kesehatan” untuk pelancong yang tiba dari daerah berisiko.
Kartu tersebut diberlakukan kepada siapa pun yang mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan, batuk, kesulitan bernapas, mengantuk, kebingungan, atau kejang.
Terutama mereka telah melakukan kontak dengan kelelawar, hewan yang sakit, atau orang yang terinfeksi dalam 21 hari sebelum tiba di Thailand untuk segera mencari pertolongan medis.
Sebelumnya, pihak berwenang India bergegas untuk menahan wabah virus Nipah setelah lima kasus dilaporkan dan hampir 100 orang dikarantina di negara bagian Bengal Barat, India timur, lapor The Independent pada hari Jumat waktu setempat.
Tiga infeksi baru dilaporkan awal pekan ini, kata pihak berwenang, menambah dua kasus yang sudah ada sebelumnya yang melibatkan perawat, satu laki-laki dan satu perempuan, yang sebelumnya dinyatakan positif.
Para perawat tersebut bekerja di sebuah rumah sakit swasta di Barasat dekat ibu kota negara bagian Kolkata.
Selain Thailand yang melakukan pemeriksaan terhadap penumpang pesawat yang tiba dari India, Pemerintah Nepal telah meningkatkan kewaspadaan nasional untuk mencegah kemungkinan masuknya virus Nipah, menyusul penyebarannya baru-baru ini di negara bagian tetangga India, Benggala Barat, menurut media Nepal The Annapurna Express pada 22 Januari.
Juru bicara Kementerian Kesehatan dan Kependudukan Nepal, Prakash Budhathoki, mengatakan pemerintah telah menerapkan langkah-langkah pencegahan yang memadai.
Pemeriksaan kesehatan telah dimulai untuk penumpang yang tiba di Bandara Internasional Tribhuvan, serta di titik-titik perbatasan utama dengan India, lapor The Annapurna Express.
Kami telah meningkatkan pengawasan khususnya di titik-titik perbatasan di Provinsi Koshi. Pemeriksaan kesehatan serupa juga telah diperintahkan di penyeberangan perbatasan lainnya,”
kata Budhathoki, menurut laporan tersebut.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus Nipah diklasifikasikan sebagai patogen prioritas karena potensi epidemiknya.
Tidak ada vaksin atau pengobatan untuk virus Nipah. Infeksi virus Nipah pada manusia menyebabkan berbagai manifestasi klinis, mulai dari infeksi tanpa gejala (subklinis) hingga infeksi pernapasan akut dan ensefalitis fatal, kata WHO.
Sebagai anggota genus Henipavirus, virus Nipah terutama dibawa oleh kelelawar buah dari spesies Pteropus, sehingga menimbulkan risiko penularan ke manusia melalui makanan yang terkontaminasi atau kontak langsung.
Tanpa vaksin yang disetujui atau pengobatan antivirus spesifik yang tersedia, dan dengan tingkat kematian dalam wabah sebelumnya berkisar antara 40 persen hingga 75 persen, Nipah tetap menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di mana pun virus ini muncul, menurut media lokal India, Economist Times.
