Belum lama ini ramai kematian seorang dokter muda bernama dr Andito Mohammad Wibisono akibat campak.
Hal ini menjadi bukti bahwa campak tidak hanya menyerang anak-anak tapi juga orang dewasa.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman mengatakan bahwa, orang dewasa bisa terinfeksi virus campak bila belum vaksin dan belum terinfeksi sebelumnya.
Orang dewasa yang belum pernah vaksin atau belum pernah terinfeksi campak memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi serius dan berakibat fatal,”
ujar Aji dalam keterangannya, Rabu, 1 April 2026.
Lantas apa saja sih, penyebab, faktor risiko, dan gejala campak pada orang dewasa? Berikut rangkumannya, Rabu, 1 Januari 2026.
Penyebab Campak pada Orang Dewasa
Penyebab campak sendiri berasal dari infeksi virus campak yang masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan, seperti hidung dan mulut, serta melalui mata.
Kemudian, virus tersebut menyebar ke paru-paru dan mulai menginfeksi sel-sel sistem kekebalan tubuh.
Sel-sel yang terinfeksi ini kemudian bergerak menuju kelenjar getah bening, berkembang, dan menyebar ke dalam aliran darah dan menyebar ke berbagai bagian tubuh.
Melalui peredaran darah, virus campak dapat mencapai berbagai organ penting, termasuk kulit, hati, sistem saraf, dan limpa.
Faktor Risiko Campak
Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan orang dewasa menderita campak, antara lain:
- Belum mendapatkan imunisasi MMR (Measles, Mumps, Rubella)
- Daya tahan tubuh yang menurun akibat stres, kelelahan, kurang tidur, atau penyakit tertentu.
- Memiliki riwayat kontak langsung dengan penderita campak.
- Bepergian ke daerah dengan angka kasus campak yang tinggi.
Gejala Campak
Gejala campak pada orang dewasa umumnya muncul secara bertahap dan dapat berlangsung cukup berat sekitar 10–14 hari setelah terinfeksi. Gejala yang sering dialami antara lain:
- Demam tinggi yang dapat berlangsung selama beberapa hari dan sering disertai rasa lemas.
- Ruam merah yang biasanya dimulai dari wajah, lalu menyebar ke leher, badan, hingga seluruh tubuh.
- Batuk, pilek, dan sakit tenggorokan yang menyerupai infeksi saluran pernapasan atas.
- Mata merah dan sensitif terhadap cahaya.
- Munculnya bercak Koplik, yaitu bintik-bintik putih kecil di rongga mulut.
Cara Mencegah
Untuk mencegah campak, tentunya perlu melalukan imunisasi atau vaksin MMR. Vaksinasi terbukti efektif dalam memberikan perlindungan jangka panjang terhadap virus campak.
Selain itu menjaga kebersihan, menghindari kontak langsung, dan menghindari wilayah dengan kasus campak tertinggi.

