Fenomena El Nino tentu menjadi perhatian masyarakat karena dampaknya dapat mengancam kesehatan, terutama anak-anak.
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia, Piprim Basarah Yanuarso, mengatakan sebaiknya anak-anak berada di dalam ruangan.
Pada saat cuaca ekstrem, apakah panas yang tinggi atau curah hujan yang tinggi, butuh beberapa persiapan. Seperti jas hujan atau payung, tapi sebisa mungkin memang anak-anak itu di dalam ruangan,”
Dokter Piprim meminta kepada orang tua untuk tidak membiarkan anak-anak berkeliaran tanpa pengawasan. Karena di musim-musim seperti itu daya tahan tubuh juga bisa lemah, dan anak-anak lebih mudah cepat lelah.
Di samping itu, anak-anak juga harus diberikan nutrisi yang baik. Sebab menghadapi cuaca ekstrem membutuhkan persiapan yang matang.
Nutrisinya mesti diperbaiki, seperti protein hewani, supaya dia bisa lebih fit untuk menghadapi cuaca ekstrem seperti ini,”
jelasnya.
Sementara itu, untuk orang tua yang memiliki bayi sebaiknya tidak menjemur anak dengan paparan sinar matahari langsung. Sebab, kulit bayi sangat tipis, sehingga ketika terpapar matahari langsung bisa merusak kulit.
Jadi sangat disarankan kalau pun di luar itu jangan terkena paparan matahari langsung. Atau pakai sunblock supaya terlindung dari paparan matahari,”
tambahnya.
Menurut Piprim, hal seperti itu harus diperhatikan orang tua. Jangan sampai ada anggapan bahwa matahari selalu baik untuk kesehatan. Sebab setiap anak kondisinya juga berbeda.
Buat kita saja mungkin sudah menyengat, apalagi untuk anak-anak yang kulitnya tipis. Jadi tidak boleh terpapar matahari secara langsung,”
tandasnya.
Seperti diketahui, fenomena El Nino “Godzilla” diprediksi akan melanda Indonesia. Fenomena ini diperkirakan terjadi antara April hingga Oktober.
El Nino sendiri merupakan fenomena pemanasan suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur. Istilah ini berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “anak laki-laki”, yang awalnya digunakan oleh nelayan di Peru untuk menandai arus laut hangat menjelang Natal.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), El Nino dapat menyebabkan dampak yang berbeda di setiap wilayah dunia. Di Indonesia, biasanya terjadi kondisi lebih kering dengan penurunan curah hujan.


