Baru-baru ini viral sebuah video momen pengasuh yang nampak tenang saat menangani balita saat tersedak. Bocah tersebut merupakan anak dari pasangan mantan pro player esport Indonesia yaitu Kharisma Putri (Kayess) dan Eldin Rahadian Putra (Celiboy), dan dibagikan di akun TikTok @angkelelzhard pada 5 Januari 2026.
Dalam video berdurasi 1 menit 2 detik itu, bocah bernama Elzhard nampak batuk-batuk usai tersedak air saat berenang bersama sang ayah. Dengan sigap, sang pengasuh langsung mengambil tindakan dengan mengangkat kedua tangan anak itu.
“Angkat tangannya, angkat tangannya”,
kata suster tersebut.
Tak lama, bayi tersebut pun tidak batuk lagi.
Namun, dalam penjelasan medis, apakah tindakan mengangkat tangan saat tersedak itu benar atau tidak? Berikut penjelasannya.
Mengangkat Tangan Saat Tersedak Mitos
Mengutip dari laman kesehatan ASHA Leader Live, terdapat beberapa tindakan mitos yang dianggap bisa menyelesaikan masalah tersedak. Salah satunya adalah mengangkat tangan di atas kepala saat sedang tersedak.
Hal ini dilarang karena kondisi tersebut bisa memperburuk situasi. Gerakan lengan bisa memengaruhi leher dan tubuh. Akibatnya malah makanan atau benda yang menyebabkan batuk atau tersedak itu bisa bergeser dan berpindah tempat ke saluran pernapasan.
Maka sebaiknya dalam kasus seperti ini, mengangkat tangan bukanlah solusi yang tepat.

Tindakan Tepat Saat Tersedak
Tersedak bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditolong. Maka itu, pertolongan pertama dalam kondisi tersedak bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Melansir dari laman Kemenkes, terdapat beberapa cara penanganan tergantung kondisi tersedaknya.
- Tersedak Sebagian
Biasanya ditandai dengan orang yang tersedak kesulitan berbicara, batuk, menangis, hingga susah bernapas. Hal yang harus dilakukan yaitu mendorong terus korban untuk batuk, agar sumbatannya bisa keluar. Lalu jika tidak keluar juga, maka bantu dengan menepuk punggung bagian atas korban secara hati-hati.
- Tersedak penuh
Kondisi ini ditandai dengan korban tidak bisa bicara, menangis, batuk, bahkan bernapas. Korban harus segera diberi pertolongan pertama, karena jika tidak maka korban bisa pingsan. Untuk kasus seperti ini, harus dilakukan tepuk punggung (back blow), dorongan perut (heimlich manuever), hingga RJP (Resusitasi Jantung Paru).
Tentu seluruh penanganan ini harus dilakukan oleh orang yang terlatih. Sehingga tidak berakibat fatal atas tindakan-tindakan tidak disengaja saat penanganan.
Dan jika seluruh rangkaian pertolongan pertama sudah dilakukan tapi belum juga ada perubahan kondisi membaik, maka segera hubungi ambulan dan minta pertolongan langsung oleh tenaga medis di rumah sakit terdekat.


