Baru-baru ini, warna ASI berwarna kekuningan milik Steffi Zamora menarik perhatian publik. Dari unggahannya di Instagram Story @steffizamoraaa, ia memfotokan simpanan ASIP di freezernya yang hampir semuanya berwarna kekuningan dengan tambahan caption.
“Yang wajib aku makan setiap hari: Telur I omega (minimal 4) biasanya aku bisa sampe 6 – 8,” tulisanya dalam keterangan foto.
Pada dasarnya, warna ASI bisa berubah tergantung bagaimana nutrisi, fase menyusui hingga makanan yang dikonsumsi ibu. Namun, apakah ASI berwarna kuning juga bisa disebut ASI berkualitas. Mari simak faktanya.

Warna ASI Berkualitas
Melansir dari laman RS Roemani, ASI yang berkualitas bisa dilihat dari warna, rasa, tekstur, bau, volume, dan perkembangan bayi. Jadi ada banyak aspek untuk menentukan apakah ASI bisa disebut berkualitas atau tidak.
Namun sebelum itu, cara paling mudah yaitu melihat kualitasnya dari warna ASI. Maka itu, berikut kategori kualitas ASI berdasarkan warnanya.
1. ASI Berwarna Kekuningan
Bukan warna yang aneh, justru ASI berwarna kekuningan ini biasanya muncul awal setelah melahirkan. Cirinya, cairan ASI berwarna kekuningan ini juga biasanya lebih kental dari ASI biasanya. Asal warna kekuningan ini disebut dari kolostrum, yang mana juga disebut sebagai ASI pertama yang kayak nutrisi dan antibodi.
Adapun manfaat kolostrum selain mengandung nutrisi dan antibodi adalah bisa bantu melindungi bayi dari infeksi. Selain itu, kolostrum juga baik untuk kesehatan bayi yang baru lahir karena bisa membantu mengeluarkan meconium atau kotoran pertama bayi.
Jadi sudah dipastikan, warna kekuningan ASI Steffi Zamora adalah ASI dengan kualitas bagus. Bahkan kolostrum juga sering disebut ‘cairan emas’ karena bisa berfungsi sebagai imunisasi alami pertama bagi bayi.
2. ASI Berwarna Putih
ASI ini adalah warna ASI paling umum ditemukan setelah beberapa hari persalinan pada ibu menyusui. Biasanya warna putihnya bisa sedikit kebiruan.
Cirinya, asi ini lebih encer pada awal menyusui. Namun seiring berjalannya waktu, pada ibu yang sudah akhir menyusui warna putihnya jadi lebih pekat karena kandungan lemaknya sudah lebih tinggi.
3. ASI Berwarna Krem atau Kuning Pekat
Warna ASI ini masih dalam kategori wajar. Karena warna ASI krem atau kuning pekat ini berasal dari kandungan lemak yang tinggi. Biasanya terjadi pada ibu yang jarang mengosongkan payudara atau sedang menyimpan untuk ASIP.
Selama tidak disertai bau menyengat dan tidak menyebabkan bayi muntah atau diare maka masih normal. Dan tentunya tetap jaga agar ibu tidak nyeri hebat pada payudara.
4. ASI Berwarna Hijau
Terlihat tidak seperti biasanya, namun bisa saja terjadi. Hal ini disebabkan karena makanan yang dkonsumsi ibu berupa sayuran hijau, minuman herbal, suplemen tertentu, atau makanan dengan pewarna makanan. Dalam kategori warna ini juga tidak disebut berbahaya.
5. ASI Berwarna Merah Muda atau Kecoklatan
ASI dengan warna merah muda atau kecoklatan ini bisa disebabkan oleh lecet pada puting, campuran darah dari pembuluh darah payudara, atau karena rusty pipe syndrome atau kondisi kolostrum yang berwarna kecoklatan.
Untuk ASI warna ini tidak berbahaya, namun perlu diperhatikan jangka waktunya. Jika hanya sebentar maka tidak masalah. Namun jika terus menerus, lebih baik segera periksakan diri ke dokter.
6. ASI Berwarna Bening
Meski ada yang mengatakan ASI bening ini disebut tidak bagus, tapi menurut dokter justru ASI ini disebut normal karena kaya akan air, protein, dan laktosa.
Selama berat badan bayi naik sesuai dengan kurva pertumbuhan, bayi aktif, dan buang air teratur, maka kategori ASI ini disebut normal.
Ciri ASI Berkualitas Lewat Perkembangan Bayi
Selain kualitas ASI bisa dilihat dari warnanya, ASI berkualitas juga bisa dilihat dari perkembangan bayi. Di mana saat bayi berkembang sesuai dengan fase pertumbuhannya, bisa disebut ASI normal dan sehat. Berikut adalah cirinya:
1. Berat Badan Naik Stabil
Bayi dengan berat badan naik stabil sesuai dengan grafik pertumbuhan bayi adalah tanda bahwa ASI yang dikonsumsi berkualitas.
2. ASI Cukup Memenuhi Kebutuhan Bayi
Biasanya setelah lahir, bayi butuh menyusui 8 – 12 kali sehari setiap satu jam sekali. Namun dalam masa pertumbuhan, bisa saja bayi menyusui lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya. Dan selama ibu bisa memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan bayinya, maka ASI tersebut berkualiat.
3. Pencernaan Bayi Lancar
Salah satu faktor penting untuk melihat pertumbuhan bayi sehat adalah lewat siklus buang airnya. Karena kesehatan pencernaan berasal dari ASI yang berkualitas. Biasanya mulai masuk usia 6 bulan, bayi akan ganti popok 5 – 6 kali dalam sehari.
Warna ASI sangat mungkin berbeda-beda tergantung kondisi ibu. Jadi jika terjadi perubahan selama menyusui, jangan panik. Karena barangkali dalam fase tersebut, ibu mungkin telah mengonsumsi sesuatu atau ada faktor lain yang membuat warna ASI nya jadi berubah.
Maka itu, tetap konsumsi makanan sehat dan cek langsung ke dokter jika ada perubahan.


