Tubuh manusia biasanya memberikan tanda saat kondisi kesehatan mulai menurun drastis menjelang kematian. Dari sisi medis, perubahan fisik seperti melemahnya fungsi organ hingga perubahan pola napas menjadi tanda yang umum terjadi.
Tanda Kematian dari Segi Medis
Dalam dunia medis, ada beberapa perubahan kondisi tubuh yang sering dikaitkan dengan tanda-tanda menjelang kematian. Umumnya, kondisi ini terjadi karena fungsi organ tubuh mulai menurun.
Melansir jurnal dari National Library of Medicine (NLM) melalui PubMed Central (PMC), berikut beberapa tandanya:
- Nafsu Makan dan Minum Menurun
Orang yang sakit parah dan mendekati akhir hayat biasanya mengalami penurunan nafsu makan dan minum. Kondisi ini terjadi karena tubuh mulai melemah dan tidak lagi membutuhkan banyak asupan makanan maupun cairan.
Dalam situasi ini, keluarga dianjurkan tetap memberikan makanan dan minuman secukupnya, sambil terus memberi dukungan emosional dan menemani pasien.
- Nyeri yang Sulit Dikendalikan
Rasa nyeri menjadi salah satu tanda yang paling umum dialami pasien menjelang akhir hayat. Jika tidak ditangani dengan baik, nyeri dapat memperburuk kondisi fisik dan memicu gejala lain seperti sesak napas, gelisah, hingga rasa tidak nyaman berlebihan.
Untuk membantu mengurangi rasa sakit, tenaga medis biasanya memberikan obat pereda nyeri agar pasien merasa lebih nyaman di fase akhir kehidupan.
- Perubahan Kesadaran atau Kebingungan
Pasien yang mendekati akhir hayat juga bisa mengalami perubahan kesadaran atau kondisi kebingungan yang dalam dunia medis disebut terminal delirium. Gejalanya bisa berupa sulit mengenali orang sekitar, bicara tidak jelas, gelisah, halusinasi, atau perubahan sikap secara tiba-tiba.
Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti usia lanjut, gangguan organ tubuh, dehidrasi, kekurangan oksigen, atau efek samping obat.
- Pola Pernapasan Tidak Normal
Perubahan pola napas menjadi salah satu tanda medis yang paling sering muncul menjelang kematian. Biasanya pasien mengalami napas pendek, tersengal, hingga jeda napas sementara (apnea).
Dalam beberapa kondisi, pasien juga bernapas dengan mulut terbuka karena gerakan rahang bawah saat menarik napas. Menurut sejumlah penelitian, kondisi ini sering menjadi tanda bahwa pasien sudah berada di fase akhir kehidupan.
Karena itu, tenaga medis biasanya akan memberikan penjelasan kepada keluarga mengenai kondisi pasien agar mereka lebih siap mendampingi.
- Mimpi atau Penglihatan Tertentu
Sebagian pasien yang mendekati akhir hayat mengaku mengalami mimpi atau penglihatan tertentu, seperti bertemu anggota keluarga yang sudah meninggal lebih dulu. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai End of Life Dreams and Visions (ELDV).
Pengalaman tersebut sering terasa nyata bagi pasien dan tidak selalu berkaitan dengan gangguan mental atau efek obat. Ada pasien yang merasa lebih tenang setelah mengalaminya, tetapi ada juga yang merasa takut atau cemas.
Karena itu, keluarga dianjurkan tetap memberikan dukungan emosional dan tidak langsung menganggap pengalaman tersebut sebagai halusinasi.
Berbagai tanda di atas menunjukkan bahwa tubuh mengalami penurunan fungsi secara perlahan. Dengan memahami tanda-tanda medis menjelang kematian, keluarga diharapkan dapat memberikan pendampingan dan perawatan yang lebih baik kepada orang terdekat.
Meski tanda-tanda kematian dapat dikenali melalui perubahan kondisi tubuh, waktu kematian tetap menjadi rahasia Tuhan.
Karena itu, penting bagi keluarga dan orang terdekat untuk memberikan pendampingan, perhatian, serta dukungan emosional kepada pasien yang sedang berada di fase akhir kehidupannya. Dengan begitu, pasien dapat merasa lebih tenang dan nyaman saat menghadapi masa-masa terakhirnya.

