Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Kesehatan

Slow Jogging Jadi Tren Olahraga Baru di Korea Selatan, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan

Tren olahraga semakin berkembang mengikuti minat masyarakat menerapkan gaya hidup sehat slow jogging, olahraga sedang tren di Korea Selatan.

Ilustrasi slow jogging
Ilustrasi slow jogging (Foto: magnific.com)

Tren olahraga semakin berkembang mengikuti banyaknya minat masyarakat yang mulai menerapkan gaya hidup sehat. Salah satunya adalah slow jogging, olahraga yang sedang tren di Korea Selatan.

Olahraga ini dilakukan dengan ritme langkah pendek dan ringan dengan tempo sekitar 180 BPM, sehingga bisa diikuti oleh berbagai kalangan usia.

Dalam aktivitas ini, peserta berlari santai selama sekitar 90 menit tanpa henti sambil tetap bisa berbincang satu sama lain.

Iklan

Apa Itu Slow Jogging?

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan, slow jogging adalah bentuk olahraga ringan dengan kecepatan santai, di mana seseorang masih bisa berbicara tanpa terengah-engah saat berlari.

Aktivitas ini termasuk olahraga aerobik intensitas rendah hingga sedang yang aman dilakukan oleh berbagai kelompok usia.

Konsepnya lebih menekankan konsistensi dan kenyamanan dibanding mengejar pace tinggi seperti pada lari kompetitif.

Manfaat Slow Jogging

Di balik kesederhanaannya, slow jogging memiliki manfaat yang luar biasa, tidak hanya untuk jantung dan metabolisme, tetapi juga untuk kesehatan tulang, sendi, dan otot.

Pilihan EditorSyifa Fauziah

Musim Hujan Tetap Aktif, Ini Rekomendasi Olahraga di Rumah

Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik teratur, termasuk lari santai, berhubungan dengan penurunan risiko kematian dan peningkatan kualitas hidup.

Saat berlari pelan, tubuh bekerja dalam zona aerobik yang stabil. Kondisi ini membuat kerja jantung lebih efisien tanpa memberikan beban berlebih.

Beberapa Manfaat Utama:

  • Meningkatkan fungsi jantung dan paru
  • Menurunkan tekanan darah
  • Mengontrol gula darah dan profil lipid
  • Mengurangi peradangan kronis

Selain itu, aktivitas fisik teratur juga berperan dalam menjaga fungsi organ tubuh secara keseluruhan, yang berkontribusi terhadap peningkatan harapan hidup.

Dari sudut pandang ortopedi, lari pelan termasuk aktivitas weight-bearing (menopang berat badan) yang penting untuk kesehatan tulang. Manfaatnya antara lain:

  • Meningkatkan kepadatan tulang (bone mineral density). Stimulasi mekanik saat kaki menapak tanah merangsang pembentukan tulang baru dan memperlambat proses osteoporosis.
  • Memperkuat otot dan stabilitas sendi. Otot yang lebih kuat membantu melindungi sendi dari cedera dan memperbaiki keseimbangan tubuh.
  • Menjaga kesehatan tulang rawan (kartilago). Gerakan ringan dan berulang membantu nutrisi masuk ke dalam sendi, menjaga elastisitas dan fungsi kartilago.
  • Mengurangi risiko nyeri sendi jangka panjang. Aktivitas yang teratur dengan intensitas ringan justru membantu menjaga mobilitas sendi dibandingkan gaya hidup tidak aktif.

Namun, penting untuk diingat bahwa intensitas berlebihan tanpa adaptasi dapat meningkatkan risiko cedera seperti overuse injury.

Cara Jogging yang Aman

Banyak orang khawatir bahwa lari akan merusak lutut. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa lari dengan intensitas ringan hingga sedang tidak meningkatkan risiko osteoartritis, bahkan dapat bersifat protektif jika dilakukan dengan teknik yang baik. Berikut kunci utama agar jogging tetap aman.

  • Intensitas ringan hingga sedang
  • Teknik lari yang benar
  • Penggunaan alas kaki yang sesuai
  • Tidak memaksakan diri saat nyeri

Lari pelan cocok untuk hampir semua orang, terutama:

  • Pemula
  • Usia dewasa dan lansia aktif
  • Individu dengan berat badan berlebih
  • Pekerja dengan aktivitas sedentari

Iklan