Paparan abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada beberapa bagian tubuh. Karena itu, Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk memberikan perhatian khusus pada pernapasan, mata, dan kulit selama berada di wilayah yang terdampak abu vulkanik.
Mengganggu Pernapasan
Jika harus keluar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker untuk mengurangi masuknya partikel abu ke saluran pernapasan.
Jika mulai merasa tidak nyaman atau mengalami gangguan pernapasan, masyarakat diminta segera mendatangi puskesmas. Kemenkes menyebut fasilitas kesehatan telah menyiapkan nebulizer dan oksigen konsentrator untuk mendukung penanganan.
Jangan Kucek Mata
Abu vulkanik memiliki partikel yang dapat menyebabkan mata gatal dan iritasi. Jika harus keluar, gunakan kacamata agar mata terlindungi dari paparan abu.
Jika abu masuk ke mata, masyarakat diingatkan untuk tidak mengucek. Mata dapat dibersihkan menggunakan air dan, jika diperlukan, menggunakan obat tetes mata. Jika keluhan berlanjut, segera periksakan ke puskesmas.
Segera Bersihkan Kulit
Kulit juga perlu dilindungi dari paparan abu vulkanik. Jika kulit sudah terkena abu, segera bersihkan menggunakan air dengan hati-hati.
Kemenkes mengingatkan abu vulkanik memiliki partikel yang dapat terasa tajam sehingga proses membersihkannya perlu dilakukan secara hati-hati.
Upaya Kemenkes
Demi mendukung penanganan dampak kesehatan pascaerupsi, Kemenkes telah mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) dan akan mengeluarkan surat edaran sebagai panduan bagi tenaga kesehatan dalam melakukan penanganan.
Koordinasi rutin melalui pertemuan daring juga akan dilakukan antara HEOC dan seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota. Masyarakat kembali diimbau untuk tidak panik dan mengutamakan perlindungan kesehatan selama kondisi pascaerupsi.
Membatasi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker dan kacamata saat diperlukan, serta membersihkan kulit setelah terpapar menjadi langkah yang perlu diperhatikan.
“Jangan panik, stay at home, stay healthy,”
ujar Budi.