Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Kesehatan

Minum Susu Sebelum Tidur, Bermanfaat atau Malah Risiko?

Minum susu sebelum tidur dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak, tetapi orang tua tetap perlu memperhatikan jumlah konsumsi, jenis susu, dan kebersihan gigi untuk mencegah risiko kesehatan.

Minum Susu Sebelum Tidur, Bermanfaat atau Malah Risiko?
Kebiasaan minum susu sebelum tidur sejak kecil (Foto: Unsplash/ Lucy Wolski)

Minum susu sebelum tidur jadi kebiasaan yang dilakukan banyak orang tua untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Selain dikenal sebagai sumber kalsium yang penting bagi pertumbuhan tulang dan gigi, susu juga mengandung protein, vitamin, serta berbagai mineral.

Kebiasaan tersebut juga kerap dikaitkan dengan kualitas tidur anak. Banyak orang tua percaya, segelas susu hangat yang diminum sebelum tidur bisa membantu anak lebih cepat terlelap dan membuat tidurnya lebih nyenyak.

Namun, benarkah minum susu sebelum tidur memberikan manfaat khusus bagi anak? Apakah kebiasaan ini memang baik untuk kesehatan, atau justru menyimpan risiko yang perlu diwaspadai?

Iklan

Dilansir dari laman Alodokter, 7 November 2026, berikut penjelasan mengenai manfaat dan risiko minum susu sebelum tidur bagi anak.

Mengandung Nutrisi Penting

Susu merupakan salah satu sumber protein, kalsium, fosfor, vitamin B12, dan berbagai zat gizi lainnya. Kandungan tersebut berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Kalsium dan fosfor, misalnya, dibutuhkan untuk pembentukan serta pemeliharaan tulang dan gigi. Sementara itu, protein berperan dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, termasuk otot.

Memberikan susu pada malam hari dapat menjadi salah satu cara untuk melengkapi asupan nutrisi harian anak, terutama jika kebutuhan gizinya belum terpenuhi dari makanan utama.

Susu Sebelum Tidur

Salah satu alasan orang tua memberikan susu menjelang tidur adalah anggapan bahwa minuman ini dapat membantu anak tidur lebih nyenyak.

Hal tersebut memiliki dasar biologis. Susu mengandung asam amino triptofan yang digunakan tubuh untuk memproduksi serotonin dan melatonin. Melatonin merupakan hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur dan bangun.

Namun, keberadaan triptofan dalam susu tidak otomatis membuat anak lebih cepat tertidur. Pengaruh konsumsi susu terhadap kualitas tidur masih perlu dilihat berdasarkan jumlah yang diminum, pola makan, kondisi tubuh, dan kebiasaan tidur anak.

Kualitas Tidur

Hubungan antara konsumsi susu dan kualitas tidur juga pernah dikaji melalui penelitian ilmiah.

Dalam jurnal Cureus berjudul The Consumption of Milk or Dairy Products and Sleep Quality: A Systematic Review and Meta-Analysis menganalisis sembilan uji klinis terkait konsumsi susu dan produk olahan susu.

Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi susu dan produk olahan susu berpotensi meningkatkan kualitas tidur berdasarkan pengukuran dalam sejumlah penelitian.

Memicu Gigi Berlubang

Di balik manfaat nutrisinya, kebiasaan minum susu menjelang tidur juga memiliki hal yang perlu diperhatikan, terutama berkaitan dengan kesehatan gigi anak.

Susu mengandung laktosa atau gula alami. Apabila sisa susu terus menempel pada permukaan gigi, terutama ketika anak tertidur tanpa membersihkan mulut, risiko kerusakan gigi dapat meningkat.

American Academy of Pediatrics (AAP) mengingatkan orang tua agar tidak membiarkan bayi dan anak kecil tidur dengan botol berisi susu. Paparan cairan yang mengandung gula dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi atau early childhood caries.

Maka itu, orang tua sebaiknya memberikan susu sebelum anak menyikat gigi, bukan menjadikannya minuman yang terus dikonsumsi selama tidur.

Perhatikan Jenis Susu

Tidak semua anak memiliki kebutuhan dan toleransi yang sama terhadap susu. Beberapa anak mengalami intoleransi laktosa sehingga dapat merasakan kembung, sakit perut, atau diare setelah mengonsumsi susu yang mengandung laktosa.

Selain itu, anak yang memiliki alergi protein susu sapi perlu mendapatkan pilihan asupan yang sesuai dengan rekomendasi tenaga kesehatan.

Orang tua juga sebaiknya tidak membiasakan pemberian susu dengan tambahan gula atau pemanis berlebihan. Susu tanpa tambahan gula dapat menjadi pilihan yang lebih baik untuk menjaga pola konsumsi anak.

Hal terpenting yang perlu diperhatikan orang tua adalah jumlah konsumsi susu, kandungan gula tambahan, serta kebersihan gigi setelah minum susu. Dengan kebiasaan yang tepat, susu dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat tanpa harus dianggap sebagai minuman wajib sebelum anak terlelap.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis, penulis, dan peneliti asal Indonesia lulusan Universitas Esa Unggul.

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.