Usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi untuk mengubah posisi gerbong khusus wanita pada KRL Commuter Line dari bagian depan dan belakang menuai pro dan kontra.
Usulan tersebut disampaikan sebagai respons atas insiden kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line, yang mayoritas korbannya merupakan perempuan.
Pernyataan tersebut pun viral di beberapa media sosial. Salah satunya di media sosial (medsos) threads. Banyak netizen, khususnya kaum laki-laki, yang memberikan komentarnya.
Nyawa cowok ada sembilan kali ya, kayak kucing,”
ucap @banyusadewa.
Dikira laki-laki nggak bisa meninggal,”
kata @lookeenn.
Statement-nya kurang lebih nggak apa-apa kalau laki-laki meninggal,”
kata @storiesbyandr.
Dikira cowok kebal ditabrak kereta,”
komen @fantasy.
Dia pikir laki-laki bisa kuat menahan benturan lokomotif,”
ucap @adumekanikbola.
Mau jadiin laki-laki tumbal apa gimana nih? Udah benar gerbong wanita di depan,”
celetuk @yomemibuzz.
Mentang-mentang cowok sakitnya pas demam doang, malah dijadiin tumbal,”
kata @youmf1176.
Dia kira laki-laki nggak bakal mati ya kalau ditabrak gitu,”
sambung @alliend.
Mentang-mentang laki-laki ultraman, dibilangnya kuat ditabrak kereta. Ditabrak RUU ngawur aja udah nyerah, apalagi ditabrak kereta. Kita kan bukan wapres Wakanda, Bu, yang kuat nabrak konstitusi,”
komen @yourrga.
Seperti diketahui, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi mengusulkan kepada PT KAI untuk memindahkan posisi gerbong khusus wanita pada KRL Commuter Line dari bagian depan dan belakang.
Jadi kalau bisa di posisi di tengah, jadi posisi paling tengah untuk gerbongnya, ya. Supaya juga lebih safe dan aman,”
kata Arifah di RSUD Bekasi, Selasa, 28 April 2026.
Arifah mengatakan, pernyataannya itu masih sebatas usulan setelah bertemu dengan Direktur KAI. Meski demikian, ia mendorong agar usulan tersebut dapat terealisasi demi keamanan dan kenyamanan perempuan saat menggunakan transportasi kereta.



