Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) menggugat Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri untuk melanjutkan penyidikan dan penyelidikan kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus.
Dalam petitumnya, TAUD mengatakan penyidik Polda Metro Jaya telah menunda kasus Andrie tanpa alasan sah dan konkret.
“Memerintahkan Termohon untuk melanjutkan proses hukum terhadap Laporan Polisi Nomor LP/A/222/III/2026/Satreskrim/Restro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya tertanggal 13 Maret 2026 dan melimpahkan perkara tersebut ke Penuntut Umum paling lambat 14 hari sejak putusan ini dibacakan,”
ujar perwakilan TAUD Yosua Oktavian, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 20 April 2026.
Kasus penyiraman air keras pertama kali diusut oleh Polda Metro Jaya sejak 13 Maret 2026. Dalam pertengahan penyelidikan, kepolisian melimpahkan kasus itu kepada Pusat Polisi Militer TNI tanpa alasan yang jelas.






