“Yang seperti itu segera diberikan peringatan untuk tidak boleh berjualan,”
lanjutnya.
Pramono mengatakan instruksi larangan tersebut sudah diterbitkan dan disosialisasikan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah. Nantinya, akan ada pengawasan untuk memastikan para pedagang mematuhi aturan tersebut.
“Di Jakarta saya sudah mengeluarkan instruksi tidak boleh berjualan di tempat yang mengganggu aktivitas publik, terutama di trotoar, di kebun, di taman-taman,”
ujarnya.
Meski begitu, Pramono memastikan kondisi harga hewan kurban di Jakarta saat ini masih relatif stabil menjelang Idul Adha. Ia juga menyebut stok hewan kurban, baik sapi maupun kambing, masih mencukupi.
“Alhamdulillah sampai hari ini harga-harga hewan kurban yang ada di Jakarta tidak mengalami kenaikan, relatif stabil. Jumlah hewan kurban, apakah itu sapi, apakah itu kambing dan sebagainya, sekarang ini tersedia sepenuhnya di Jakarta,”
ungkapnya.
Ia menambahkan, stok hewan kurban di Jakarta bahkan melimpah hingga sejumlah daerah lain ikut mengambil pasokan dari ibu kota. Menurutnya, hal itu menunjukkan kesiapan BUMD dalam menjaga ketersediaan hewan kurban. Pramono menyebut salah satu BUMD yang berperan penting dalam penyediaan stok hewan kurban adalah Perumda Dharma Jaya.