Dalam peringatan HUT ke-80 Polri, Presiden Prabowo meminta kepolisian hadir di tengah masyarakat dan mampu merasakan apa yang sedang mereka alami alias agar aparat mau merasakan penderitaan rakyat, dan pentingnya menjaga kepercayaan publik.
Koordinator Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) Raja Parlindungan Pane berpendapat cara pejabat berkomunikasi dengan masyarakat belum sejalan dengan semangat yang disampaikan dalam pidato tersebut.
Komunikasi pemerintah tidak cukup hanya menjelaskan kebijakan. Pejabat juga harus mau mendengar keluhan masyarakat dan menunjukkan empati, sebab cara komunikasi publik pemerintahan Prabowo-Gibran yang masih perlu banyak pembenahan.
“Komunikasi publik perlu empati, pejabat negara perlu mendengar kesulitan yang dihadapi masyarakat,”
ujar dia dalam Diskusi Kebangsaan FWK yang digelar di Jakarta, pada Rabu, 1 Juli 2026.
Jaga Kepercayaan Rakyat
Sikap yang terkesan egois dan enggan menerima kritik justru membuat jarak antara pemerintah dan masyarakat semakin lebar. Kondisi itu juga dapat menggerus kepercayaan publik.
Senada dengan Raja, mantan Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun juga menilai pentingnya komunikasi yang berempati, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi tekanan ekonomi.
Ia mengatakan pemerintah perlu menghadirkan rasa bahwa negara benar-benar hadir di tengah kesulitan rakyat.
Hendry juga mengingatkan bahwa persoalan ekonomi tidak cukup dijelaskan lewat data dan angka. Cara penyampaiannya juga harus mudah dipahami sekaligus mampu memberi harapan kepada masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Bidang Ekonomi FWK Herry Sinamarata berujar komunikasi ekonomi juga perlu diperkuat. Kebijakan pemerintah harus disampaikan secara jelas agar masyarakat memahami arah yang ingin dicapai dan tetap optimistis menghadapi tantangan ekonomi.


























