Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 27 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • KPK
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Megapolitan / Suara Pedas Emak-emak untuk Pemerintah: Jangan Kasih Makan Anak Kalian dengan Uang Haram!
Megapolitan

Suara Pedas Emak-emak untuk Pemerintah: Jangan Kasih Makan Anak Kalian dengan Uang Haram!

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Agustus 27, 2026 6:12 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
1 jam lalu
Share
Kelompok perempuan yang tergabung dalam Aliansi Nadi Perempuan ikut turun aksi unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR
Kelompok perempuan yang tergabung dalam Aliansi Nadi Perempuan ikut turun aksi unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR. (Foto: Owrite/Rahmat Tunny)
SHARE

Kelompok perempuan yang tergabung dalam Aliansi Nadi Perempuan menyuarakan keresahan terhadap kondisi sosial dan kebijakan pemerintah yang mereka nilai tidak adil. 

Koordinator Aliansi Nadi Perempuan, Aliya, menegaskan perempuan dan ibu-ibu yang sehari-hari mencari nafkah untuk keluarga tidak akan tinggal diam ketika merasa kepentingan rakyat terabaikan.

Baca juga:
Menkes Buka Donasi Alkes untuk Korban Gempa NTT, DPR hingga… Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin membuka donasi alat kesehatan untuk percepat…
Karhutla Kalimantan Bikin Malaysia Protes, Puan Minta Kemlu Segera Turun… Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan mulai memicu persoalan lintas negara.Malaysia…
Tolak Militer dan MBG, Masyarakat Papua Butuh Pendidikan Gratis Penolakan terhadap penambahan kekuatan militer di Papua dan pelaksanaan program Makan Bergizi…
  • Menkes Buka Donasi Alkes untuk Korban Gempa NTT, DPR hingga Pemilik RS…
  • Karhutla Kalimantan Bikin Malaysia Protes, Puan Minta Kemlu Segera Turun Tangan
  • Tolak Militer dan MBG, Masyarakat Papua Butuh Pendidikan Gratis

Kami warga sipil biasa untuk menyuarakan ketidakadilan yang dipertontonkan oleh Pemerintah, kami adalah perempuan yang mencari nafkah untuk keluarga kami,”

ucapnya saat berorasi di depan gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026.

Aliya mengatakan, kelompoknya berdiri menyuarakan aspirasi karena khawatir terhadap masa depan anak-anak mereka. 

Ia menilai, pemerintah seharusnya memastikan pengelolaan kekayaan negara benar-benar ditujukan untuk kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi.

Kami baru ketemu kemarin, kami berdiri disini untuk menyuarakan ketidakadilan dilakukan oleh pemerintah, bagaimana nasib anak-anak kami, sementara pemerintah mengerus kekayaan Indonesia untuk pribadi mereka,”

ucapnya.
Tolak Militer dan MBG, Masyarakat Papua Butuh Pendidikan Gratis

Program Kepentingan Pribadi

Menurutnya, sejumlah program pemerintah seperti Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi perhatian kelompoknya. Aliya menuding program tersebut berpotensi digunakan untuk kepentingan pribadi oleh pihak-pihak tertentu.

Mereka menggunakan Kopdes dan MbG untuk meraup keuntungan pribadi bagi mereka, pemerintah Jangan kasih makan anak kelian dengan uang haram, kami sangat peduli, kami sangat menyayangi bangsa ini tapi kelian menindas kami,”

tegasnya.

Dikatakannya, perjuangan perempuan untuk menyuarakan aspirasi dan keadilan belum berakhir. Menurut Aliya, perempuan memiliki posisi penting dalam keluarga karena menjadi pihak yang turut menentukan pendidikan dan masa depan anak-anak.

Perjuangan kami belum selesai, kami perempuan, kami ibu-ibu kami yang akan menjadi pendidik bagi anak kami, kami berharap bagi kawan kawan mahasiswa memperjuangkan keadilan ini,” 

jelasnya.

Lebih jauh Aliya, mengajak mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil untuk ikut mengawal persoalan yang mereka anggap sebagai bentuk ketidakadilan. Suara perempuan tidak hanya berkaitan dengan kepentingan kelompoknya, tetapi juga masa depan anak-anak dan bangsa.

Tag:Aksi Unjuk RasaAliansi Nadi PerempuandemonstrasiDPRmpr
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Tiga Bocah Bobol Toko di Padang, Ngaku Belajar dari Roblox hingga Aksinya Viral di Medsos
By Ani Ratnasari
Tiga bocah yang diduga melakukan aksi pembobolan sejumlah toko di Plaza Andalas, Padang, Sumatra Barat.
1
Budi Arie ‘Senggol’ Percepatan Pemilu, PKS: Sebaiknya Jokowi Jelaskan agar Tak Jadi Bola Liar
By Hardani Triyoga
Kepala Kantor Staf Presiden PKS, Pipin Sopian.
2
Di Depan Warga Pati, Dasco Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Gagal Disahkan di 2026
By Rika Pangesti
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjawab pertanyaan wartawan usai rapat pimpinan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/nym)
3
Kemenkeu Luruskan Omongan Purbaya Soal Rp7 T ke BPS, Ternyata Bukan Cuma DTSEN
By Anisa Aulia
Petugas sensus mendata meteran listrik rumah warga saat melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di Kelurahan Maliaro, Ternate, Maluku Utara. (Sumber: Antara Foto/Andri Saputra/hma)
4
Warga Pati Ketuk Pintu DPR soal RUU Perampasan Aset, Tenggat 15 Desember
By Rika Pangesti
Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyantap hidangan di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Massa aksi di depan Spark, Senayan, Jakarta Pusat. (Foto: Owrite/Hadi Febriansyah)
Megapolitan

Sempat Diwarnai Aksi Lempar Botol, Demonstran Berhasil Tembus Barikade Polisi Menuju DPR

Aparat kepolisian dikepung massa aksi di depan Spark, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis,…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Baihaqi
Amin Suciady
4 jam lalu
Massa aksi demonstrasi mulai memadati kawasan depan gedung DPR/MPR. (Foto: Owrite/Hadi)
Megapolitan

Rakyat Disebut Ditindas Elite, Perwakilan Papua di Depan DPR: Rampas Aset Koruptor, Hukum Mati!

Tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset menggema dalam aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
4 jam lalu
Logistik untuk massa sempat tertahan di depan Spark, Senayan (Foto: Owrite/Hadi Febriansyah)
Megapolitan

Drama di Gerbang Pemuda, Ojol dan Relawan Bawa Bantuan untuk Pendemo Adu Argumen dengan Polisi

Situasi sempat memanas di Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat, Kamis siang, 27…

hadi-febriansyah-owriteAmin-Suciady-Owrite
By
Hadi Febriansyah
Amin Suciady
5 jam lalu
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers pendalaman asal dana 63 terduga anarko dalam demo RUU Perampasan Aset, 27 Agustus 2026, di Jakarta.
Megapolitan

Dua Klaster Anarko Jelang Demo DPR: Polisi Telusuri Aliran Dana dan Pola Perekrutan

Polda Metro Jaya menangkap 63 orang diduga terafiliasi kelompok anarko jelang aksi…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up