Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, realisasi penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun ini diperkirakan hanya mencapai 70 juta penerima, atau tidak mencapai target 82,9 juta penerima.
Dadan mengatakan, pihaknya mengejar agar target penerima MBG mencapai 82,9 juta orang. Hingga saat ini katanya, penerima makan bergizi gratis sebanyak 35,6 juta penerima.
Kita kejar 82,9 juta, mudah-mudahan mencapai. Tapi kita optimis lah ya, walaupun mungkin mentok-mentoknya 70 juta gitu,” ujar Dadan di Jakarta, Jumat (17/10/2025).
Dadan menuturkan, akan mengembalikan anggaran MBG sebesar Rp70 triliun. Anggaran yang dikembalikan itu berasal dari tambahan yang disiapkan Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp100 triliun.
Ia menyebut, pada tahun ini Program MBG hanya bisa menyerap anggaran sebesar Rp99 triliun. Anggaran ini berasal dari alokasi pagu Rp71 triliun pada 2025, dan tambahan anggaran Rp28 triliun dari Rp100 triliun.
Realisasinya kami mungkin bisa menyerap Rp71 triliun plus Rp28 triliun. Jadi yang Rp100 triliun disiapkan oleh Pak Presiden itu tidak kami gunakan dan itu digunakan untuk yang lain,” terangnya.
Ancam Tarik Anggaran MBG
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa memastikan akan tetap menarik anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak terserap dengan baik. Penarikan tersebut akan dilakukan pada akhir Oktober 2025 ini.
Kalau nanti akhir Oktober saya bisa prediksi berapa penyerapannya, kalau kurang kita ambil uangnya. Kalau lebih, kita tambah,” kata Purbaya di Jakarta dikutip Senin (6/10/2025).
Purbaya menuturkan, dirinya menginginkan agar program MBG berjalan dengan lancar. Untuk itu, Ia akan terus memantau penyerapan anggaran tersebut.
MBG akan terus berjalan, cuma kita pastikan lebih baik pelaksanaannya, bukan saya yang mandor. Tapi kalau uangnya nggak dipakai saya ambil,” ujarnya.

