Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengungkap, sebanyak 115 distributor nakal ditemukan menjual pupuk subsidi di atas harga eceran tertinggi (HET).
Akibatnya, Pupuk Indonesia akan mencabut izin usaha para distributor nakal tersebut.
Amran mengatakan, ditemukannya distributor nakal itu berdasarkan laporan masyarakat, yang diungkapkan dalam laporan mingguan pengawasan pupuk.
Dalam satu minggu ini masih ada 115 distributor yang menjual di atas HET, dan hari ini juga kami minta Pupuk Indonesia segera tindak, cabut izinnya,”
Amran dalam keterangannya Jumat, 21 November 2025.
Amran menilai, perilaku nakal distributor tersebut mengakibatkan kerugian bagi para petani. Pasalnya, pemerintah telah menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen.
Tidak ada kompromi bagi yang bermain harga. Laporan ini tentu kami lakukan verifikasi terlebih dahulu dan semua yang diverifikasi, sudah terbukti, langsung dicabut,”
Amran.
Selain itu, Amran mengungkapkan juga ada laporan terkait 136 pengecer dan distributor yang masih mempersulit petani saat menebus pupuk dengan mewajibkan kartu tani. Ia mengancam mencabut izin usaha bila hal ini masih terjadi.
Yang 136 ini kami minta ditegur. Kalau minggu depan masih terjadi, izinnya juga kami cabut,”
Amran.
Kendati demikian Amran mengatakan, kondisi di lapangan menunjukkan perbaikan signifikan. Sebab dari lebih dari 2.039 laporan kios dan distributor nakal sebelumnya, kini hanya tersisa sekitar 115 kasus, atau sekitar 5–7 persen dari total awal.
Alhamdulillah, awalnya 2.039 yang nakal, kini tinggal sekitar seratusan. Ini kemajuan besar,”
Amran.
Untuk itu, Amran memastikan pemerintah menjamin ketersediaan pupuk untuk petani. Dia mengingatkan seluruh distributor dan pengecer agar tidak mempersulit petani menjelang musim tanam, pemerintah pun akan memperketat pengawasan di lapangan.
Izin dicabut. Tidak ada ruang bagi pemain curang,”
Amran.



