Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengancam, akan membekukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bila tak berbenah dalam setahun ini. Ancaman itu dilayangkan sebab Bea Cukai memiliki citra buruk di mata masyarakat.
Merespons hal ini, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama mengatakan ultimatum yang disampaikan Purbaya tersebut merupakan bentuk koreksi, agar DJBC bisa menjadi lebih baik kedepannya.
Intinya bahwa itu adalah bentuk apa namanya koreksi, bentuk koreksi dari Bea Cukai. Yang pasti, Bea Cukai bahwa kedepannya, kita ke depan akan berupaya untuk lebih baik,”
Djaka di Kantor WIlayah Bea Cukai Jakarta, Rabu, 3 November 2025.
Djaka menyatakan, akan melakukan perbaikan di Bea Cukai agar sejarah kelam tahun 1985-1995 tidak kembali terulang.
Karena pada masa itu, Bea Cukai dibekukan oleh Presiden Soeharto, dan digantikan oleh Société Générale de Surveillance (SGS) yang merupakan perusahaan surveyor swasta asal Swiss, untuk mengambil alih tugas pemeriksaan barang.
Apa yang menjadi sejarah kelam tahun 1985-1995 itu kita tidak ingin itu terjadi ataupun diulangi oleh Bea Cukai. Sehingga tentunya bahwa Bea Cukai harus berbenah diri untuk menghilangkan image negatif kepada Bea Cukai,”
Djaka.
Djaka juga mengaku sudah mempersiapkan sejumlah strategi guna memperbaiki Bea Cukai.
Hal itu mulai dari kultur kerja, meningkatkan kinerja, hingga meningkatkan pengawasan di pelabuhan hingga bandara.
Tentunya kita akan memperbaiki semua pelayanan. Tentunya masyarakat ketika kita melakukan pelayanan kepada masyarakat ketika ada ketidakpuasan, ya sedikit demi sedikit kita akan berupaya untuk memperbaikinya,”
Djaka.
Djaka mengatakan, sudah mulai melakukan sejumlah upaya perbaikan, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi guna menghindari under invoicing, atau pelaporan nilai transaksi barang atau jasa yang lebih rendah dari harga sebenarnya.
Kita berupaya untuk memanfaatkan teknologi yang saat ini ada seperti di pelabuhan untuk menghindari under invoice kita sudah melakukan upaya untuk mengkonekkan dengan AI. Jadi alat-alat yang kita punya kita kembangkan dengan kemampuan AI. Sedikit demi sedikit, walaupun belum sempurna tapi kita sudah berupaya untuk mengarah ke sana,”
Djaka.
Lebih lanjut Djaka mengaku optimis, DJBC mampu berbenah selama setahun ini. Karena bila tidak berbenah, ia mengkhawatirkan pegawai Bea Cukai dirumahkan dan hanya memakan gaji buta.
Ya optimis, harus optimis. Kalau kita nggak optimis, tahun depan kita selesai semua. Apakah mau Bea Cukai, ataupun pegawai Bea Cukai dirumahkan dengan makan gaji buta aja itu? Tentu tidak akan mau, dengan keinginan Pak Purbaya untuk memperbaiki Bea Cukai tentunya perlu dukungan dari masyarakat semua,”
Djaka.
Janji Hilangkan Citra Sarang Pungli
Direktur Jenderal Bea dan Cukai juga berjanji akan menghilangkan citra institusi Bea Cukai sebagai sarang pungli di mata masyarakat.
Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar Bea Cukai melakukan pembenahan.
Djaka mengatakan, ia sudah mendapat arahan dari Purbaya agar Bea Cukai melakukan perbaikan mulai dari sumber daya manusia hingga peralatan.
Ya mungkin image di masyarakat bahwa Bea Cukai adalah sarang pungli itu sedikit demi sedikit kita hilangkan. Kami memohon dukungan dari masyarakat untuk mendukung bagaimana kita kedepannya menjadi lebih baik,”
Djaka.
Djaka juga mengancam memecat pegawai Bea Cukai ‘nakal’ yang masih melanggar aturan.
Ketika ditanya mengenai jumlah petugas yang telah ditindak, ia menyebut proses penanganan pelanggaran dilakukan melalui mekanisme internal.
Yang masih bandel kita selesaikan itu aja. Karena kan kita ada proses ya, ada yang proses sedikit banyak, saya nggak (tau) berapa yang sudah kita tindak, tetapi sudah melalui proses apakah itu dari kepatuhan internal maupun dari Itjen Kementerian Keuangan,”
Direktur Jenderal Bea dan Cukai.


