Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 17 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Pencekalan Bos Djarum Dicabut, MAKI: Diskriminatif dan Tak Adil
Nasional

Pencekalan Bos Djarum Dicabut, MAKI: Diskriminatif dan Tak Adil

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Desember 3, 2025 11:48 am
By
Rahmat Baihaqi
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat Baihaqi
Reporter
Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Jaya, mulai meniti karier sebagai jurnalis pada tahun...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
9 bulan lalu
Share
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (kiri) didampingi Chief Operating Officer (COO) PT Djarum Victor Rachmat Hartono (kedua kiri) dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kanan) berdialog dengan warga penerima manfaat Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) di Desa Pasuruan Kidul, Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (kiri) didampingi Chief Operating Officer (COO) PT Djarum Victor Rachmat Hartono (kedua kiri) dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kanan) berdialog dengan warga penerima manfaat Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) di Desa Pasuruan Kidul, Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (6/11/2025). Menteri PKP meninjau pelaksanaan program RLSH yang digagas PT Djarum sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah mengentaskan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. (Foto: ANTARA FOTO/Nirza/agr/tom.)
SHARE

Belum ada kurun waktu satu bulan, Kejaksaan Agung (Kejagung) mencabut status pencekalan Bos PT Djarum, Victor Rachmat Hartono, di pertengahan pengusutan kasus korupsi pengecilan wajib pajak di lingkungan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Hanya bermodalkan ‘kooperatif’, jadi sebuah pertimbangan besar penyidik Kejagung menyulap status pencekalan Bos Djarum karena sebelumnya telah diperiksa. Katanya belum ada urgensi bagi penyidik melakukan pencekalan melalui Ditjen Imigrasi.

Bagi Koordinator Koalisi Masyarakat Anti-korupsi (MAKI), Boyamin Saiman, Kejagung terkesan tidak serius menangani kasus korupsi tersebut lantaran melibatkan perusahaan swasta besar.

Padahal ada beberapa orang lain yang juga dicekal dan pernah diperiksa, seperti mantan Dirjen Pajak Kemenkeu Suryo Utomo, Bernadette Ning Dijah selaku Kepala KPP Madya Dua. Mereka yang kooperatif dipanggil penyidik justru tidak dicabut pencekalannya.

Rasanya menjadi tidak enak, karena faktanya kalau bicara dari sisi harta, inikan yang dicabut ini kan yang paling kaya. Kalau yang lain-lain inikan level menengah kebawah,”

kata Boyamin kepada owrite.id, Rabu, 3 Desember 2025.

Sejatinya, bila ada pihak-pihak yang dicekal tersebut, tentunya penyidik Kejagung memiliki urgensi agar orang tersebut tidak melarikan diri agar kasusnya cepat tuntas dan serius penanganannya.

Kalau nanti tiba-tiba melarikan diri atau berada di luar negeri atau tidak pernah pulang dari luar negeri dengan alasan ini itu, apa jaminannya?”

Boyamin mempertanyakan.

Victor awalnya dicekal oleh Kejagung melalui Imigrasi pada 14 November 2025 dan berlaku sampai enam bulan kedepan. Dalam rentang waktu itu, menurut Boyamin Kejagung memiliki target merampungkan berkas perkaranya.

Walaupun Kejagung bisa mengajukan pencekalan lagi terhadap Victor nantinya, namun penyidik dianggap jadi bisa berleha-leha untuk mengusut kasus korupsi di lingkungan Ditjen Pajak itu. Disatu sisi, fenomena diskriminatif juga nampak jelas kalau hanya satu orang saja yang pencekalannya dicabut.

Jadi ya itu aja rasanya, mengusik rasa keadilan. Dan kalau diskriminasi, ya jelas ada diskriminasi disitu. Karena yang menengah ke bawah tidak dicabut, yang menengah ke atas yang paling kaya raya di cabut, itukan mencederai rasa keadilan masyarakat,”

tegasnya.

Tapi rasanya ini tidak adil, yang lain tidak dicabut yang satu dicabut. Mestinya semuanya tidak dicabut,”

Boyamin menambahkan.

Boyamin mewanti-wanti jikalau kasus korupsi yang sedang ditangani Kejagung itu terlalu berlarut-larut, dirinya bakal melakukan gugatan praperadilan dengan indikasi penyelidikan yang tidak serius serta pencabutan pencekalan Victor tidak cukup alasan.

Kita tunggu sampai berapa serius atau tidaknya Kejagung dalam perkara ini, dan kita tunggu karena korupsi yang melibatkan orang tidak berduit itu ditahan dengan proses yang istilahnya cukup ketat tidak ada penangguhan dan sebagainya,”

tutup Boyamin.
Tag:boyamin saimanKejagungmasyarakat anti korupsipt djarumvictor rahmat hartono
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat Baihaqi
Reporter
Follow:
Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Jaya, mulai meniti karier sebagai jurnalis pada tahun 2022.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Pengamat Sentil Prabowo: Tak Cukup Pidato, Trust Publik Harus Dipulihkan
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto di Sidang Tahunan DPR 2026. (Sumber: Dok. DPR)
1
Gempa M 7,7 NTT Picu Tsunami, Badan Geologi Ungkap Jejak Mengerikan Sesar Flores
By Hardani Triyoga
Foto udara sejumlah tenda pengungsian bencana gempa berdiri di Stadion Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. (ANTARA FOTO/Mega Tokan).
2
Viral Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Netizen Langsung Ramai Cari Lowongan
By Ani Ratnasari
Presiden Prabowo Subianto (kanan) menyalami Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto (tengah) disaksikan Ketua DPR Puan Maharani (kiri) seusai pidato kenegaraan dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya saat Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
3
Gempa NTT Bikin Pelabuhan Rusak, Dermaga Roboh hingga Terminal Penumpang Retak
By Natania Longdong
Sarana dermaga di NTT rusak pasca gempa.
4
Tragedi Gempa NTT: 51 Tewas, 132 Luka-luka, Basarnas Sisir Wilayah Terdampak
By Hardani Triyoga
Warga berada di dekat anggota keluarganya yang terluka akibat gempa bumi di RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi pelaku kejahatan.
Nasional

Seorang Pria Diamankan Usai Pos Lantas Surabaya Dilempar Molotov, Polisi Bongkar Temuan CCTV

Polda Jawa Timur masih mendalami motif di balik aksi pelemparan benda yang…

Hardani TriyogaAmin-Suciady-Owrite
By
Hardani Triyoga
Amin Suciady
7 jam lalu
Warga berada di dekat anggota keluarganya yang terluka akibat gempa bumi di RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Nasional

Tragedi Gempa NTT: 51 Tewas, 132 Luka-luka, Basarnas Sisir Wilayah Terdampak

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii…

Hardani TriyogaAmin-Suciady-Owrite
By
Hardani Triyoga
Amin Suciady
9 jam lalu
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
Nasional

Mensesneg Ungkap Persiapan Upacara 17 Agustus Sudah 99 Persen, Tinggal Tunggu Momen Sakral

Persiapan upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Negara pada Senin,…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
9 jam lalu
Pegawai dan wisatawan asing melihat gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Sumber: Antara Foto/Gecio Viana/sth/nz)
Nasional

Listrik Flores Dipulihkan Usai Gempa M7,7, PLN Ungkap 11 Gardu Induk Sudah Normal

PT PLN (Persero) memulihkan sistem kelistrikan di wilayah Flores Nusa Tenggara Timur…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
9 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up