Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 24 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Pencekalan Bos Djarum Dicabut, MAKI: Diskriminatif dan Tak Adil
Nasional

Pencekalan Bos Djarum Dicabut, MAKI: Diskriminatif dan Tak Adil

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Desember 3, 2025 11:48 am
By
Rahmat Baihaqi
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat Baihaqi
Reporter
Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Jaya, mulai meniti karier sebagai jurnalis pada tahun...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
7 bulan lalu
Share
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (kiri) didampingi Chief Operating Officer (COO) PT Djarum Victor Rachmat Hartono (kedua kiri) dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kanan) berdialog dengan warga penerima manfaat Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) di Desa Pasuruan Kidul, Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (kiri) didampingi Chief Operating Officer (COO) PT Djarum Victor Rachmat Hartono (kedua kiri) dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kanan) berdialog dengan warga penerima manfaat Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) di Desa Pasuruan Kidul, Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (6/11/2025). Menteri PKP meninjau pelaksanaan program RLSH yang digagas PT Djarum sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah mengentaskan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. (Foto: ANTARA FOTO/Nirza/agr/tom.)
SHARE

Belum ada kurun waktu satu bulan, Kejaksaan Agung (Kejagung) mencabut status pencekalan Bos PT Djarum, Victor Rachmat Hartono, di pertengahan pengusutan kasus korupsi pengecilan wajib pajak di lingkungan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Hanya bermodalkan ‘kooperatif’, jadi sebuah pertimbangan besar penyidik Kejagung menyulap status pencekalan Bos Djarum karena sebelumnya telah diperiksa. Katanya belum ada urgensi bagi penyidik melakukan pencekalan melalui Ditjen Imigrasi.

Bagi Koordinator Koalisi Masyarakat Anti-korupsi (MAKI), Boyamin Saiman, Kejagung terkesan tidak serius menangani kasus korupsi tersebut lantaran melibatkan perusahaan swasta besar.

Padahal ada beberapa orang lain yang juga dicekal dan pernah diperiksa, seperti mantan Dirjen Pajak Kemenkeu Suryo Utomo, Bernadette Ning Dijah selaku Kepala KPP Madya Dua. Mereka yang kooperatif dipanggil penyidik justru tidak dicabut pencekalannya.

Rasanya menjadi tidak enak, karena faktanya kalau bicara dari sisi harta, inikan yang dicabut ini kan yang paling kaya. Kalau yang lain-lain inikan level menengah kebawah,”

kata Boyamin kepada owrite.id, Rabu, 3 Desember 2025.

Sejatinya, bila ada pihak-pihak yang dicekal tersebut, tentunya penyidik Kejagung memiliki urgensi agar orang tersebut tidak melarikan diri agar kasusnya cepat tuntas dan serius penanganannya.

Kalau nanti tiba-tiba melarikan diri atau berada di luar negeri atau tidak pernah pulang dari luar negeri dengan alasan ini itu, apa jaminannya?”

Boyamin mempertanyakan.

Victor awalnya dicekal oleh Kejagung melalui Imigrasi pada 14 November 2025 dan berlaku sampai enam bulan kedepan. Dalam rentang waktu itu, menurut Boyamin Kejagung memiliki target merampungkan berkas perkaranya.

Walaupun Kejagung bisa mengajukan pencekalan lagi terhadap Victor nantinya, namun penyidik dianggap jadi bisa berleha-leha untuk mengusut kasus korupsi di lingkungan Ditjen Pajak itu. Disatu sisi, fenomena diskriminatif juga nampak jelas kalau hanya satu orang saja yang pencekalannya dicabut.

Jadi ya itu aja rasanya, mengusik rasa keadilan. Dan kalau diskriminasi, ya jelas ada diskriminasi disitu. Karena yang menengah ke bawah tidak dicabut, yang menengah ke atas yang paling kaya raya di cabut, itukan mencederai rasa keadilan masyarakat,”

tegasnya.

Tapi rasanya ini tidak adil, yang lain tidak dicabut yang satu dicabut. Mestinya semuanya tidak dicabut,”

Boyamin menambahkan.

Boyamin mewanti-wanti jikalau kasus korupsi yang sedang ditangani Kejagung itu terlalu berlarut-larut, dirinya bakal melakukan gugatan praperadilan dengan indikasi penyelidikan yang tidak serius serta pencabutan pencekalan Victor tidak cukup alasan.

Kita tunggu sampai berapa serius atau tidaknya Kejagung dalam perkara ini, dan kita tunggu karena korupsi yang melibatkan orang tidak berduit itu ditahan dengan proses yang istilahnya cukup ketat tidak ada penangguhan dan sebagainya,”

tutup Boyamin.
Tag:boyamin saimanKejagungmasyarakat anti korupsipt djarumvictor rahmat hartono
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat Baihaqi
Reporter
Follow:
Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Jaya, mulai meniti karier sebagai jurnalis pada tahun 2022.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Sadis Aniaya Pacar, Taufik Akan Diperiksa Kejiwaan dan Ditahan di Sel Khusus
By Rahmat Baihaqi
Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung.
1
Harga Gas Industri Meroket, DPR Turun Tangan Usai 55 Ribu Buruh Terancam PHK
By Rika Pangesti
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco (kedua kanan) dan Cucun Ahmad Syamsurijal (kanan) tiba untuk menyampaikan keterangan pers terkait potongan komisi untuk layanan ojek online (ojol) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
2
Prabowo Murka Lagi Bahas Korupsi: Kekayaan Negara Terlalu Banyak yang Hilang
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto berpidato saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syachona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Moch Asim/bar)
3
Prabowo Tuduh Pendemo Pemerintah Diimingi-iming Uang, Klaim Tahu yang Bayar 
By Rahmat Baihaqi
Presiden Prabowo Subianto di Gorontalo. (Sumber: YT BPMI)
4
Penasihat Presiden Minta Dipahami, Malah Disindir Tak Selevel Mahasiswa
By Rahmat Tunny
Hasan Nasbi, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi. (Sumber: Youtube/Setpres)
5

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo berpidato pada Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan di Gorontalo pada Selasa, 24 Juni 2026.
Nasional

Prabowo Sindir Kritikus MBG: Sini Datang, Tanya Langsung ke Bocah

Presiden Prabowo Subianto menantang pihak-pihak yang tidak setuju dengan program Makan Bergizi…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
1 jam lalu
Anggota Komnas HAM, Amiruddin Al Rahab.
Nasional

Negara Dinilai Belum Punya Pegangan Kuat untuk Pulihkan Hak Korban HAM Berat

Skema pemulihan hak korban pelanggaran HAM berat dinilai belum punya kepastian hukum…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Presiden Prabowo hadir dalam Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan, di Gorontalo, 24 Juni 2026.
Nasional

Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Urus Pertanian, Tentara Sering di Sawah

Presiden Prabowo Subianto menyinggung fenomena unik yang menurutnya hanya bisa ditemukan di…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
2 jam lalu
Presiden Prabowo hadir dalam Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026, di Gorontalo, 24 Juni 2026.
Nasional

Rasuah Merajalela: Prabowo Tak Punya Tongkat Nabi Musa buat Musnahkan Koruptor

Presiden Prabowo Subianto mengakui tidak mudah mengentaskan korupsi di Indonesia. Sebab itu…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up