Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 25 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / KPK Tumpul Sepanjang 2025, Uchok Sky CBA: Semua Ulah Jokowi dan DPR
Nasional

KPK Tumpul Sepanjang 2025, Uchok Sky CBA: Semua Ulah Jokowi dan DPR

Syifa Fauziahdusep-malik
Last updated: Desember 31, 2025 10:44 am
Syifa Fauziah
Dusep
Share
Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi
Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi. (Foto: owrite)
SHARE

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan telah menangani 439 perkara terkait korupsi sepanjang 2025. Dari jumlah itu, 69 di antaranya masih dalam tahap penyelidikan.

Daftar isi Konten
  • Jokowi dan DPR Paling Bertanggung Jawab Atas Lemahnya KPK
  • Kasus Blok Medan SP3 dan Korupsi Haji Tak Tuntas

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menilai saat ini KPK dalam titik yang sangat lemah dibandingkan Kejaksaan Agung atau Kepolisian dalam membongkar kasus-kasus korupsi.

Kenapa KPK ini lemah? KPK lemah setelah terjadi revisi Undang-Undang KPK, waktu zamannya Jokowi. Apalagi KPK saat ini harus dibawa ke pemerintahan,”

ujar Uchok kepada owrite baru-baru ini.

Uchok mengingatkan awal terbentuknya KPK saat reformasi 1998, untuk mengatasi korupsi saat zaman Presiden Soeharto.

Saat itu kita membutuhkan suatu lembaga yang betul-betul harus bisa menangkap apapun. Jangankan pejabat, setan juga kalau memang jahat kepada republik ini harus ditangkap oleh KPK,”

tegasnya.

Lebih lanjut Uchok mengatakan dibentuknya KPK ini karena Kepolisian dan Kejaksaan tidak bisa diharapkan untuk mengusut dan menyelidiki kasus korupsi. KPK ini juga sebenarnya dibuat untuk masyarakat sipil, sehingga komisaris KPK yang dipilih itu dari masyarakat. 

Namun saat ini, di KPK sendiri ada Polisi dan Jaksa yang ikut tergabung. Hal itu yang menyebabkan adanya pergesekan dan membuat sistem KPK menjadi rusak.

Jokowi dan DPR Paling Bertanggung Jawab Atas Lemahnya KPK

Lantas siapa yang harus bertanggung jawab dari rusaknya KPK ini? Uchok dengen tegas menjawab orang yang harus bertanggung jawab adalah Joko Widodo.

Karena dia yang mengelakukan revisi Undang-Undang KPK itu mengakibatkan kekuatannya KPK hancur lebur. Karena memang dibandingkan Kejaksaan yang paling berani (menangani) kasus-kasus besar. Kalau KPK yang menangani kasus besar mutar-mutar aja, tidak menetapkan tersangka, enggak jelas,”

ucapnya.

Selain Jokowi, orang yang bertanggung jawab atas kehancuran KPK ada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), karena Uchok menilai DPR seolah sakit hati dengan KPK.

Karena dulu-dulu, kalau KPK OTT, nampak orang di pejabat atau di kementerian, itu pasti KPK ke DPR. Makanya DPR itu, ketakutan dan dendam. Jadi mereka ikut-ikutan untuk menghapuskan KPK. Jadi dendamnya legislatif kita kayak gitu. Mereka enggak mau di Senayan itu, panik dan ketakutan dengan KPK ini,”

tuturnya.

Kasus Blok Medan SP3 dan Korupsi Haji Tak Tuntas

Namun ia melihat saat ini KPK sudah “jinak”. Beberapa kasus besar seperti Blok Medan hingga korupsi haji hingga saat ini belum tuntas.

Blok Medan udah SP3. Udah ada soal penghentian penyidikan. Padahal udah jelas, Blok Medan itu di persidangan sudah terungkap, ada nama anak dan mantu di situ, Bobby dan Kahiyang. Kenapa kasusnya ditutup setelah Mantan Gubernur Maluku, Abdul Ghani meninggal?”

tanyanya. 

Di persidangan itu ada data, ada fakta. Kan kalau satu fakta, masih ada dua fakta yang masih dijangkau di KPK, kan bisa. Kenapa harus ditutup? Harusnya KPK itu menggali. Banyak fakta di situ yang harus diungkap,”

sambungnya.

Dari kasus tersebut, Uchok menilai KPK seolah menutupi fakta dan data kasus Blok Medan. Ia juga mengatakan bahwa KPK takut untuk mengusut kasus tersebut.

Makanya dari awal tadi saya bilang, KPK ini udah kehilangan roh untuk memberantas korupsi. KPK ini rohnya itu apa? Siapapun harus dibabat. Tapi roh ini hilang. Ketika ada anak mantu presiden yang terlibat, mereka menghindari,”

katanya. 

Uchok juga menyoroti KPK yang terlalu sibuk mengurusi kasus OTT yang kecil saja, seperti OTT di Bandung, Tangerang Selatan, dan Bekasi. 

Kenapa sih KPK itu masuk kepada kasus kecil gitu loh? Kenapa enggak diperdalam kasus Blok Medan. Sampai saat ini belum juga selesai. Itu aja dulu diperdalam. Tapi kelihatannya memang, kasus-kasus ini, kasus-kasus Kejaksaan. Mereka hanya berhadapan dengan Kejaksaan. Tapi kalau sudah menyangkut Blok Medan, yang mereka tangani adalah kekuatan politik. Itu lah yang mereka bikin KPK enggak punya nyali,”

tandasnya.
Tag:blok medanDPRJokowiKorupsiKorupsi hajiKPKUchok Sky Khadafi
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

WFH ASN Diterapkan Jumat, Purbaya: Waktu Kerja Pendek, Pagi Olahraga Sore Leyeh-leyeh

Pemerintah akan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah usai libur Lebaran 2026. Pekerja di sektor industri alias pabrik dikecualikan dari kebijakan ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi…

By
Anisa Aulia
Dusep
2 Min Read
Aktivis KontraS Andrie Yunus. (Sumber: Amnesty International)
Hukum

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Didesak Dibawa ke Peradilan Umum

DPR RI mendesak Polri menyelidiki tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus, hingga ke pengadilan. Terlebih, kasus ini…

By
Rahmat
Amin Suciady
2 Min Read
Kue Nastar
Kesehatan

Menkes Ungkap Bahaya Kalori Tersembunyi di Nastar, Batasi Konsumsi saat Lebaran

Kue nastar menjadi salah satu sajian wajib yang selalu hadir di meja saat perayaan Lebaran. Rasanya yang manis dengan isian selai nanas serta teksturnya yang lembut membuat kue ini sulit…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno.
Nasional

Menko PMK Pastikan Tak Ada Pembelajaran Daring Bagi Siswa Sekolah

Pemerintah sebelumnya dikabarkan berencana menerapkan kebijakan pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
2 jam lalu
Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara
Nasional

Rekrutmen 30 Ribu SPPI oleh Kemhan Picu Kecurigaan, Kopdes Merah Putih Dikelola Ala Militer?

Rencana Kementerian Pertahanan merekrut 30 ribu Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk…

owrite-adi-briantikadusep-malik
By
Adi Briantika
Dusep
3 jam lalu
Aplikasi Gim Roblox. (Sumber: Roblox)
Nasional

Kena Semprit Komdigi, Roblox ‘Patuh’ Tambah Kontrol untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Perusahaan platform gim daring Roblox Corporation menyampaikan angkat suara terkait kebijakan pemerintah…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
3 jam lalu
Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas (kiri) tiba di Gedung Merah Putih KPK
Nasional

Tahanan Rumah Yaqut Bikin Gaduh, Petisi Ahli: KPK Perlu Dievaluasi dan Dibubarkan!

Keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menerapkan tahanan rumah kepada eks Menteri…

owrite-adi-briantikadusep-malik
By
Adi Briantika
Dusep
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up