Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat karena belum meninjau semua titik lokasi terdampak bencana di Sumatera. Hal itu disampaikan Presiden saat meninjau pembangunan rumah hunian Danantara di Aceh Tamiang, Kamis, 1 Januari 2025.
Selain itu, kunjungan ini juga sekaligus menjawab laporan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan para Gubernur di tiga provinsi terdampak bencana yang mempertanyakan ketidakhadiran presiden secara langsung di wilayah mereka.
Dan saya tahu, bahwa saya dapat laporan dari beberapa pihak dari Mendagri, dari Gubernur, bahwa banyak kabupaten lain bertanya kok Presiden belum sampai, saya minta maaf, saya belum bisa ke semua titik tapi saya pilih atau saya disarankan hadir di tempat-tempat yang sedang ada kegiatan penting dan walaupun semua daerah pasti mengalami kesulitan yang sangat besar tetapi saya sudah sampaikan ke Gubernur, Mendagri, nanti insya Allah saya coba tetap daerah-daerah yang dampaknya besar akan saya datangi,”
tegas Prabowo.
Prabowo menjelaskan, sebelum ke Aceh Tamiang, ia juga sempat meninjau wilayah Tapanuli Selatan yang juga salah satu kabupaten dengan dampak bencana terbesar.
Saya kemarin sempat ke Tapanuli Selatan dan hari ini saya kembali ke Tamiang yang merupakan salah satu kabupaten yang paling besar dampak bencana tersebut,”
katanya.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga mengucapkan selamat Tahun Baru 2026 kepada masyarakat di wilayah terdampak bencana serta mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur pemerintah yang turun langsung ke lapangan.
Tentunya selamat tahun baru, tahun baru kita di daerah bencana. Saya kira inilah memang kewajiban kita, saya terima kasih semua unsur saya lihat turun ke lapangan,”
katanya.
Selain itu, Prabowo juga berterima kasih pada semua pejabat dari semua K/L yang berinisiatif turun dan berbagi ke daerah, lalu saling mengecek, memeriksa, mencari masalah yang harus diketahui untuk bisa diselesaikan pemerintah pusat.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah menangani dampak bencana di tiga provinsi secara serius, menyeluruh, dan terukur, meskipun tidak menetapkannya sebagai bencana nasional.
Keputusan tidak menetapkan status bencana nasional, lanjut Prabowo, didasarkan pada pertimbangan kemampuan negara dalam menangani dampak bencana, tanpa mengurangi keseriusan pemerintah dalam memberikan bantuan.
Kita sebagai bangsa, sebagai negara mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional. Tetapi tidak berarti kita tidak memandang ini sebagai hal yang sangat serius,”
tegasnya.
Prabowo menekankan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran yang cukup besar serta mengerahkan seluruh unsur kabinet untuk bekerja langsung di lapangan. Ia menyebutkan bahwa penanganan dilakukan secara paralel di berbagai wilayah terdampak.
Nyatanya dari seluruh kabinet hari ini ada berapa menteri di sini ya kan, dua sedang di Aceh Utara, 10 menteri sedang di Aceh sekarang, ada berapa menteri lagi yang sedang di tempat lain coba, dan juga kita masih hadapi beberapa lagi kabupaten di beberapa provinsi lain yang juga ada masalah,”
ungkapnya.
Prabowo menyampaikan pemerintah secara terbuka menerima bantuan dari masyarakat, komunitas, maupun diaspora. Pihak-pihak yang ingin memberikan bantuan dipersilakan menyampaikannya secara resmi agar dapat disalurkan secara tepat sasaran oleh pemerintah.
Saya sampaikan kepada pihak yang memberi sumbangan silakan, monggo. Bikin surat, saya ingin menyumbang ini nanti kita laporkan ke pemerintah pusat,”
ucap Presiden RI ke-8 itu.
Prabowo juga membuka ruang bagi diaspora dan komunitas daerah untuk berpartisipasi dalam membantu pemulihan pascabencana. Namun demikian, Prabowo mengingatkan bahwa seluruh bantuan harus diberikan secara ikhlas dan mengikuti prosedur yang berlaku.
Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas dan harus ikhlas,”
ujarnya.
Dalam arahannya, Prabowo juga menekankan pentingnya percepatan pemulihan layanan dasar bagi masyarakat terdampak. Ia menegaskan bahwa seluruh langkah pemerintah diarahkan untuk meringankan penderitaan rakyat dan memastikan kehidupan masyarakat dapat kembali pulih.
Saya juga minta perhatian bahwa kalau bisa sekolah-sekolah juga diperhatikan sama Puskesmas dengan rumah sakit-rumah sakit supaya bisa berfungsi secepatnya kembali,”
ujar Prabowo.




