Program andalan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan pada Ramadan 2026. Alasannya, anak sekolah perlu mendapat asupan gizi seimbang selama bulan puasa.
Kepastian ini ditegaskan oleh Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana. Ia mengatakan, program ini akan tetap dijalankan seperti tahun sebelumnya.
Iya benar, (MBG) jalan seperti tahun lalu,”
ujar Dadan kepada owrite Selasa, 6 Januari 2026.
Dadan menjelaskan, alasan MBG tetap berjalan di Ramadan sebab kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita memerlukan asupan gizi untuk mencegah stunting.
Khusus kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita adalah kelompok sangat penting. 1.000 hari pertama kehidupan saat yang ideal mencegah stunting dan perkembangan otak anak-anak, agar menjadi insan yang cerdas dan pintar,”
jelasnya.
Sedangkan untuk anak sekolah kata Dadan, mereka perlu mendapatkan asupan gizi seimbang selama bulan puasa.
Mekanisme Pemberian MBG
Dadan menjelaskan, untuk menu makanan yang diberikan berupa makanan siap santap yang tahan minimal 12 jam. MBG nantinya akan diberikan saat siswa pulang sekolah untuk menjadi santapan saat berbuka bagi yang puasa.
Sedangkan untuk para anak sekolah yang tidak menjalankan puasa, Dadan memastikan bahwa MBG bisa dikonsumsi seperti biasanya oleh siswa.
Bagi yang tidak puasa dapat dikonsumsi seperti biasanya,”
ucapnya.
Diminta Stop Sementara, Kandungan Gizi Dipertanyakan
Sementara itu, Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, meminta agar Badan Gizi Nasional memberhentikan sementara Program MBG selama Ramadan.
Saya berharap program MBG dihentikan atau tidak dijalankan ketika memasuki bulan Ramadan,”
ujar Huda kepada owrite.
Berkaca sebelumnya, Huda menilai MBG yang dibagikan merupakan makanan dalam kemasan yang memiliki gizi rendah. Menurutnya, kondisi itu bertolak belakang dengan judul program andalan Prabowo.
Menilik yang sudah-sudah, makanan yang dibagikan adalah makanan dalam kemasan yang gizinya rendah. Padahal program ini judulnya Makan Bergizi Gratis, tapi yang dibagi makanannya jauh gizi yang dibutuhkan,”
jelasnya.
Hanya Untungkan Pemilik SPPG
Huda menyebut, tetap dijalankannya MBG selama Ramadan hanya akan menguntungkan SPPG dan pemilik makanan minuman besar. Kondisi ini, katanya, sama seperti saat MBG tetap dijalankan pada masa libur sekolah kemarin.
Sama seperti motif ketika liburan sekolah diadakan, MBG di bulan Ramadan hanya menguntungkan SPPG dan pemilik industri makanan dan minuman yang sudah besar. Manfaat gizi bagi anak-anak pun tidak signifikan,”
ujarnya.
Maka dari itu, Huda mengatakan bahwa MBG harus berhenti sementara pada momen Ramadan. Ia menilai, BGN pada momen ini seharusnya memanfaatkan untuk melakukan evaluasi.
Jadi saya rasa harus berhenti sementara sembari mengevaluasi program yang berjalan. Jika tidak berhenti, ya program berjalan bukan karena tujuan gizi, tapi hanya untuk keuntungan segelintir orang saja,”
tambahnya.
MBG Jadi Modal Pilpres 2029?
Presiden Prabowo Subianto menepis tuduhan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG), merupakan salah satu strategi untuk menggalang suara di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Prabowo mengklaim, program MBG dijalankan murni untuk memperbaiki gizi anak-anak Indonesia. Menurutnya, anak-anak di daerah membutuhkan MBG.
Ada yang nuduh, oh Prabowo bikin MBG ini supaya nanti 2029 dia kembali. Selalu berpikir negatif,”
ujar Prabowo dalam acara Puncak Natal Nasional 2025 dikutip Selasa, 6 Januari 2025.
Bila rakyat kembali memilihnya pada Pilpres 2029, sambung Prabowo, bahwa hal itu bukan merupakan salahnya. Menurutnya, kekuasan yang diberikan merupakan kehendak dari Tuhan.
Tapi kalau rakyat memilih saya 2029 apa salah saya? Kalau Tuhan mengizinkan. Kalau Tuhan tidak mengizinkan, saya buat apa saja tidak akan terjadi, empat kali ikut Pemilu tiga kali kalah. Soalnya waktu itu pak Luhut enggak dukung saya sih,”
ucapnya.
Singgung Kekalahan di Aceh dan Sumbar
Dalam pidatonya, Prabowo turut menyinggung kekalahannya di Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar) pada Pilpres 2024. Ketua Umum Partai Gerindra ini mengatakan, meski ia kalah suara di dua wilayah itu, Program MBG tetap dijalankan.
Apakah MBG tidak sampai ke Sumatera Barat karena aku kalah di Sumatera Barat? Berarti MBG jangan ke Sumatera Barat, nggak ada itu. Apa saya larang MBG ke Aceh? Aku kalah juga di Aceh. Tidak,”
ujarnya.
Prabowo menyebut, tetap dijalankannya program MBG di Aceh dan Sumatera Barat karena saat ini ia bukan lagi dimiliki oleh satu partai, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia.
Karena sekarang saya bukan milik satu partai, saya sekarang milik seluruh bangsa Indonesia,”
tuturnya.
Penerima Belum Capai Target
Prabowo mengungkapkan, saat ini penerima MBG sudah sebanyak 55 juta. Bila dilihat, jumlah itu belum mencapai target penerima yang dibidik sebanyak 82,9 juta penerima manfaat.
Adapun pada 2025 total alokasi anggaran MBG sebesar Rp335 triliun pada 2026. Bila dirinci pagunya sebesar Rp268 triliun, dan anggaran cadangan Rp67 triliun. Alokasi anggaran ini naik dari alokasi 2025 sebesar Rp71 triliun, dan cadangan Rp100 triliun.
Lebih lanjut, Prabowo mengatakan bahwa program MBG kini sudah menjangkau 55 juta penerima manfaat. Menurutnya, jumlah itu sama dengan memberi makan delapan kali negara Singapura. Diketahui, jumlah penduduk Singapura pada pertengahan 2024 sebanyak 6,04 juta jiwa.
Hari ini sudah 55 juta penerima manfaat, berarti itu sama dengan memberi makan delapan kali Singapura. Setiap hari kita beri makan 55 juta mulut,”
terangnya.
Prabowo menyampaikan, capaian ini merupakan prestasi. Dia membandingkan capaian MBG di Indonesia dan Brasil, berdasarkan informasi yang didapatnya, Brasil membutuhkan 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima.
Presiden Brasil menyampaikan ke saya, mereka mencapai 40 juta dalam 11 tahun. Kita 55 juta dalam satu tahun. Karena kita mulai 6 Januari 2024, hari ini 5 Januari 2026,”
ujar Prabowo.



