Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 25 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kritisi Program MBG, IDEAS: Boros dan Tak Tepat Sasaran
Nasional

Kritisi Program MBG, IDEAS: Boros dan Tak Tepat Sasaran

iren natania longdongAmin Suciady
Last updated: Januari 26, 2026 3:50 pm
Iren Natania
Amin Suciady
Share
Relawan mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Polda Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara.
Relawan mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Polda Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara. (ANTARA FOTO/Andry Denisah/wsj)
SHARE

Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS), mengkritisi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai memiliki segudang permasalahan sejak dijalankan secara nasional pada awal 2025.

Menurut IDEAS, alih-alih memperbaiki kondisi gizi anak di daerah paling rentan, pelaksanaan MBG justru terkonsentrasi di wilayah padat penduduk yang relatif tidak menghadapi persoalan gizi serius.

Temuan tersebut disampaikan IDEAS dalam policy brief “Makan Bergizi (Tidak) Gratis: Reformasi MBG untuk Pendidikan Anak Bangsa” yang dirilis pada Januari 2026.

Dalam kajian tersebut, IDEAS mencatat sekitar dua pertiga penerima manfaat MBG terkonsentrasi di Jawa dan Sumatera, terutama wilayah perkotaan dan aglomerasi seperti Bekasi, Tangerang, Bogor, Bandung, dan Jakarta.

Padahal, daerah-daerah tersebut secara umum memiliki konsumsi protein hewani yang sudah tinggi dan tingkat kerawanan gizi yang relatif rendah.

Desain MBG sebagai program universal menyebabkan inefisiensi alokatif yang serius. Anggaran negara justru mengalir ke wilayah dan kelompok yang secara sosial dan ekonomi tidak paling membutuhkan,”

kata Tira Mutiara, Peneliti IDEAS, dikutip Senin, 26 Januari 2026.

Sebaliknya, wilayah dengan konsumsi pangan bergizi rendah seperti Yahukimo (Papua Pegunungan), Sumba Barat Daya (NTT), Kepulauan Aru dan Tanimbar (Maluku) justru tidak menjadi prioritas utama. Padahal, daerah-daerah tersebut menghadapi persoalan gizi dan akses pendidikan yang jauh lebih berat.

IDEAS menilai, dengan menjadikan MBG sebagai program universal, pemerintah berpotensi membebani keuangan negara secara berlebihan. 

Jika dilaksanakan penuh untuk seluruh sasaran, dengan total penerima manfaat sekitar 83 juta jiwa yang terdiri dari 58 juta anak usia sekolah dan 25 juta balita dan ibu hamil-menyusui, maka MBG diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp350 triliun per tahun.

Kendati, berdasarkan simulasi Susenas 2025 dengan menggunakan tiga indikator utama yakni konsumsi telur ayam, konsumsi daging ayam, dan rasio pengeluaran rumah tangga untuk makanan, IDEAS mengidentifikasi adanya 169 daerah prioritas MBG dengan total penerima manfaat sekitar 16,2 juta jiwa. 

Dengan pendekatan ini, kebutuhan anggaran dinilai cukup sekitar Rp66,1 triliun per tahun, atau hanya sekitar 20 persen dari anggaran MBG saat ini.

Masalah utama MBG bukan pada tujuan, tetapi pada desain. Program ini terlalu besar, terlalu cepat, dan terlalu terpusat. Akibatnya, manfaat yang diterima anak justru jauh dari optimal,”

ujar Tira.

Selain persoalan sasaran, IDEAS juga menyoroti tingginya biaya program akibat sentralisasi pelaksanaan MBG.

Dalam APBN 2026, dari pagu anggaran MBG sebesar Rp267,4 triliun, hanya sekitar 63 persen yang benar-benar menjadi makanan, sementara sisanya terserap dalam biaya operasional, sewa fasilitas, dan margin penyedia layanan.

Berbagai laporan lapangan bahkan menunjukkan nilai makanan yang diterima siswa seringkali di bawah Rp10.000 per porsi, bahkan hanya sekitar Rp6.000.

Dengan memperhitungkan potensi kebocoran dan rente, IDEAS memperkirakan anak-anak hanya menerima sekitar 50 persen dari nilai manfaat yang seharusnya.

Sentralisasi MBG juga dinilai melemahkan peran usaha kecil dan petani lokal karena rantai pasok didominasi oleh pemasok besar dan produk pangan ultraproses. Kondisi ini berisiko memperkuat korporatisasi pangan sekaligus mendorong pola konsumsi yang tidak sehat.

IDEAS pun merekomendasikan dua langkah reformasi utama, yakni mengubah MBG menjadi program bertarget geografis serta mendesentralisasikan pelaksanaannya ke sekolah, dengan melibatkan komite sekolah dan orang tua di bawah pengawasan pemerintah daerah.

Dengan desentralisasi, MBG tidak hanya lebih efisien dan minim rente, tetapi juga bisa menjadi sarana pendidikan pangan, pemberdayaan petani lokal, dan penguatan ekonomi daerah,”

pungkas Tira.

Tag:makan bergizi gratisMBG
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Tersangka kasus dugaan korupsi Yaqut Cholil Qoumas (tengah) berjalan menuju ruang pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Hukum

KPK Korek Lagi Peran Eks Menag Yaqut Setelah Kembali Ditahan, Biar Apa?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Agama (Menag) terkait kasus korupsi kuota haji tambahan Kementerian Agama (Kemenag) 2023-2024, Rabu, 25 Maret 2026. Yaqut diperiksa setelah kembali mendekam di rumah…

By
Rahmat
Dusep
4 Min Read
Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah (tengah) didampingi Komandan Pusat Polisi Militer Mayjen TNI Yusri Nuryanto (kiri) dan Kepala Badan Pembinaan Hukum Laksamana Muda TNI Farid Ma`ruf (kanan) menyampaikan keterangan saat konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta.
Nasional

Kasus Penyiraman Air Keras Guncang TNI, Kepala BAIS Dicopot dari Jabatan

Kepala Badan Intelejen Strategis (BAIS) TNI, Letjen TNI Yudi Abrimantyo dicopot dari jabatannya terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras),…

By
Rahmat
Dusep
2 Min Read
Keluarga Ermanto Usman didampingi kuasa hukum Dharma Pongrekun melaporkan ulang kasus kematian Ermanto ke Polda Metro Jaya dengan dugaan pembunuhan berencana
Daerah

Ragu Hasil Penyelidikan Polisi, Keluarga Ermanto Usman Duga Ada Rencana Pembunuhan

Keluarga Ermanto Usman menyatakan ketidakpuasannya terhadap hasil penyelidikan Polda Metro Jaya, terkait kasus pembunuhan aktivis pekerja pelabuhan, pada 2 Maret 2026. Polisi sebelumnya menyimpulkan bahwa Ermanto (65) dan istrinya, Pasmilawati…

By
Ivan
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Nasional

Gegara Coretax, Purbaya Perpanjang Pelaporan SPT Orang Pribadi hingga April 2025

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperpanjang batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT)…

Nisa-OWRITEAmin Suciady
By
Anisa Aulia
Amin Suciady
4 jam lalu
Gambar ilustrasi tekanan kesehatan mental pada. (Gambar dibuat oleh AI)
Nasional

Darurat Kesehatan Mental Anak Indonesia: Terhimpit Tekanan Hidup yang Tak Pernah Mereka Pilih

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memaparkan hasil temuan dari pogram Cek Kesehatan Gratis (CKG)…

Syifa FauziahAmin Suciady
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
4 jam lalu
Acara GoMudik di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta
Nasional

(Part II) Tarif Meroket, Driver Ojol Nyaris Kolaps “Dicekik” Aplikator, Pemerintah Kemana?

Perubahan Pola Pemesanan Di sisi lain, salah satu perusahaan ojek online terbesar…

Syifa FauziahAmin Suciady
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
6 jam lalu
Pekerja menyelesaikan pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Mangasa, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (6/2/2026). Pemerintah menargetkan 60 ribu Koperasi Merah Putih dapat beroperasi hingga akhir Desember 2026.
Nasional

Polemik 30 Ribu SPPI Kemhan: Waspada Celah Hukum Korupsi dan Kemunduran Reformasi

Pengamat Politik dari Citra Institute, Efriza, menyorot rencana Kementerian Pertahanan merekrut 30…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up