Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 11 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kritisi Program MBG, IDEAS: Boros dan Tak Tepat Sasaran
Nasional

Kritisi Program MBG, IDEAS: Boros dan Tak Tepat Sasaran

iren natania longdongAmin Suciady
Last updated: Januari 26, 2026 3:50 pm
Iren Natania
Amin Suciady
Share
Relawan mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Polda Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara.
Relawan mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Polda Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara. (ANTARA FOTO/Andry Denisah/wsj)
SHARE

Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS), mengkritisi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai memiliki segudang permasalahan sejak dijalankan secara nasional pada awal 2025.

Menurut IDEAS, alih-alih memperbaiki kondisi gizi anak di daerah paling rentan, pelaksanaan MBG justru terkonsentrasi di wilayah padat penduduk yang relatif tidak menghadapi persoalan gizi serius.

Temuan tersebut disampaikan IDEAS dalam policy brief “Makan Bergizi (Tidak) Gratis: Reformasi MBG untuk Pendidikan Anak Bangsa” yang dirilis pada Januari 2026.

Dalam kajian tersebut, IDEAS mencatat sekitar dua pertiga penerima manfaat MBG terkonsentrasi di Jawa dan Sumatera, terutama wilayah perkotaan dan aglomerasi seperti Bekasi, Tangerang, Bogor, Bandung, dan Jakarta.

Padahal, daerah-daerah tersebut secara umum memiliki konsumsi protein hewani yang sudah tinggi dan tingkat kerawanan gizi yang relatif rendah.

Desain MBG sebagai program universal menyebabkan inefisiensi alokatif yang serius. Anggaran negara justru mengalir ke wilayah dan kelompok yang secara sosial dan ekonomi tidak paling membutuhkan,”

kata Tira Mutiara, Peneliti IDEAS, dikutip Senin, 26 Januari 2026.

Sebaliknya, wilayah dengan konsumsi pangan bergizi rendah seperti Yahukimo (Papua Pegunungan), Sumba Barat Daya (NTT), Kepulauan Aru dan Tanimbar (Maluku) justru tidak menjadi prioritas utama. Padahal, daerah-daerah tersebut menghadapi persoalan gizi dan akses pendidikan yang jauh lebih berat.

IDEAS menilai, dengan menjadikan MBG sebagai program universal, pemerintah berpotensi membebani keuangan negara secara berlebihan. 

Jika dilaksanakan penuh untuk seluruh sasaran, dengan total penerima manfaat sekitar 83 juta jiwa yang terdiri dari 58 juta anak usia sekolah dan 25 juta balita dan ibu hamil-menyusui, maka MBG diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp350 triliun per tahun.

Kendati, berdasarkan simulasi Susenas 2025 dengan menggunakan tiga indikator utama yakni konsumsi telur ayam, konsumsi daging ayam, dan rasio pengeluaran rumah tangga untuk makanan, IDEAS mengidentifikasi adanya 169 daerah prioritas MBG dengan total penerima manfaat sekitar 16,2 juta jiwa. 

Dengan pendekatan ini, kebutuhan anggaran dinilai cukup sekitar Rp66,1 triliun per tahun, atau hanya sekitar 20 persen dari anggaran MBG saat ini.

Masalah utama MBG bukan pada tujuan, tetapi pada desain. Program ini terlalu besar, terlalu cepat, dan terlalu terpusat. Akibatnya, manfaat yang diterima anak justru jauh dari optimal,”

ujar Tira.

Selain persoalan sasaran, IDEAS juga menyoroti tingginya biaya program akibat sentralisasi pelaksanaan MBG.

Dalam APBN 2026, dari pagu anggaran MBG sebesar Rp267,4 triliun, hanya sekitar 63 persen yang benar-benar menjadi makanan, sementara sisanya terserap dalam biaya operasional, sewa fasilitas, dan margin penyedia layanan.

Berbagai laporan lapangan bahkan menunjukkan nilai makanan yang diterima siswa seringkali di bawah Rp10.000 per porsi, bahkan hanya sekitar Rp6.000.

Dengan memperhitungkan potensi kebocoran dan rente, IDEAS memperkirakan anak-anak hanya menerima sekitar 50 persen dari nilai manfaat yang seharusnya.

Sentralisasi MBG juga dinilai melemahkan peran usaha kecil dan petani lokal karena rantai pasok didominasi oleh pemasok besar dan produk pangan ultraproses. Kondisi ini berisiko memperkuat korporatisasi pangan sekaligus mendorong pola konsumsi yang tidak sehat.

IDEAS pun merekomendasikan dua langkah reformasi utama, yakni mengubah MBG menjadi program bertarget geografis serta mendesentralisasikan pelaksanaannya ke sekolah, dengan melibatkan komite sekolah dan orang tua di bawah pengawasan pemerintah daerah.

Dengan desentralisasi, MBG tidak hanya lebih efisien dan minim rente, tetapi juga bisa menjadi sarana pendidikan pangan, pemberdayaan petani lokal, dan penguatan ekonomi daerah,”

pungkas Tira.

Tag:makan bergizi gratisMBG
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.

BERITA TERKINI

Indeks berita
TAUD sampaikan surat keberatan kepada Pengadilan Militer II-08 Jakarta permintaan keterangan terhadap Andrie Yunus.
Hukum

Andrie Yunus Tolak Bersaksi di Pengadilan Militer Kasus Air Keras, TAUD Soroti Risiko Impunitas

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) melayangkan surat resmi kepada jajaran Pengadilan Militer II-08 Jakarta perihal penolakan Andrie Yunus untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus air keras. "(Kami) kuasa hukum…

By
Rahmat
Adi Briantika
3 Min Read
Ilustrasi pelajar
Hype

25 Motivasi Belajar 2026 untuk Pelajar, Cocok Dibaca Saat Lagi Malas

Kumpulan motivasi belajar 2026 jadi hal yang dibutuhkan para pelajar yang sedang menghadapi kesulitan selama di sekolah. Apalagi saat ini banyak siswa tengah disibukkan dengan ujian hingga persiapan masuk ke…

By
Syifa Fauziah
Ivan
4 Min Read
Ilustrasi Uang Rupiah.
Ekonomi Bisnis

Purbaya Tak Khawatir Meski Utang RI Hampir Dekati Rp10.000 Triliun, Kok Bisa?

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan, total utang pemerintah mencapai Rp9.920,42 triliun per Maret 2026 atau 40,75 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Jumlah itu naik Rp282,52 triliun atau 2,93 persen, dibandingkan…

By
Anisa Aulia
Dusep
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Hutan Tropis. (Sumber: Unsplash/ Boudewijn Huysmans)
Nasional

Negara Kaya Hutan Tapi Aktivis Diburu? Laporan Auriga Bongkar Fakta Mengejutkan

Laporan terbaru dari Auriga Nusantara mengungkap situasi “mengerikan” yang disebut sebagai “situasi…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
2 jam lalu
Megawati dan Dubes Rusia Tengah Berbincang Santai Saat Pertemuan (Doc by: Instagram Kedubes Rusia untuk RI)
Nasional

Dubes Rusia Lakukan Pertemuan dengan Megawati, Ada Agenda Apa?

Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Duta Besar Rusia untuk…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
6 jam lalu
Bandara Miangas
Nasional

Diresmikan Jokowi, Prabowo Janji Perbaiki-Rawat Bandara Miangas

Presiden Prabowo Subianto berjanji akan memperbaiki dan merawat Bandara Miangas, di Sulawesi…

Nisa-OWRITEAmin Suciady
By
Anisa Aulia
Amin Suciady
21 jam lalu
Buruh yang tergabung dalam Forum Komunikasi Buruh Bersatu DIY melakukan aksi damai memperingati Hari Buruh Internasional di Tugu Pal Putih, Yogyakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam aksi itu mereka menyuarakan sejumlah tuntutan diantaranya segera dilaksanakan pengesahan RUU Ketenagakerjaan serta upah layak untuk buruh. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Nasional

Bahaya! Korban PHK Hingga April 2026 Jumlahnya Makin Mengkhawatirkan

Jumlah pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mencapai 15.425 orang pada…

Nisa-OWRITEAmin Suciady
By
Anisa Aulia
Amin Suciady
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up