Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 5 Feb 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • Cari Tahu
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Banjir
  • sumatera
  • longsor
  • Bola
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / (Part I) Negara Tanpa Sinyal Internet: Guncangan Birokrasi dan Ketahanan Ekonomi Pasar
Nasional

(Part I) Negara Tanpa Sinyal Internet: Guncangan Birokrasi dan Ketahanan Ekonomi Pasar

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
Last updated: Januari 26, 2026 7:26 am
Adi Briantika
Amin Suciady
Share
gambar ilustrasi perang dunia III
Gambar ilustrasi Perang Dunia III. (gambar dibuat oleh AI)
SHARE

If the internet suddenly goes down everywhere, listen carefully. No social media, no news, no GPS, no banks. When that happens, you won’t be able to search for what to do, so take this information now, because once the signal is gone, you will be on your own.”

Begitu mukadimah dari sebuah video yang beredar di media sosial. Tayangan itu menekankan dampak “jika internet mati total”.

Daftar isi Konten
  • Internet Bukan Lagi Pelengkap, Tapi Fondasi Negara
  • Internet Mati, Ekonomi Ikut Tumbang

No messages, no updates, no explanations. Within minutes, panic will start. People will rush to ATMs that don’t work. Digital payments will not work. Everything is digital, everything will stop.”

Kekhawatiran perang ini juga membuat eks Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengungkapkan bahwa selama tiga tahun terakhir ia mencermati perkembangan dunia, terutama dinamika global yang semakin intens dalam beberapa bulan terakhir.

Melalui unggahan di media sosial X, ia mengatakan dengan latar belakang panjang di bidang geopolitik, perdamaian, dan keamanan internasional, SBY mengaku sulit menepis rasa cemas terhadap situasi saat ini.

Cemas dan khawatir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi. Cemas kalau dunia mengalami prahara besar. Apalagi kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga,”

kata dia.

SBY menegaskan bahwa meskipun perang dunia masih bisa dicegah, waktu dan ruang untuk melakukan pencegahan itu semakin terbatas.

Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit.”

kata dia.

Bayangan mengenai dunia yang tiba-tiba kehilangan akses internet seringkali hanya dikaitkan dengan ketidakmampuan mengakses media sosial atau hiburan digital.

Internet Bukan Lagi Pelengkap, Tapi Fondasi Negara

Namun, pakar keamanan siber sekaligus Chairman CISSReC Pratama Persadha, mengingatkan bahwa skenario tersebut memiliki implikasi yang jauh lebih mengerikan: sebuah guncangan sistemik terhadap peradaban modern.

Dalam tanggapannya perihal skenario hipotetis “dunia tanpa internet”, Pratama menyatakan internet saat ini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

Dari sudut pandang keamanan siber, internet bukan hanya sarana komunikasi, tetapi telah menjadi tulang punggung infrastruktur kritis negara, penggerak ekonomi, serta medium utama interaksi sosial dan politik,”

kata Pratama kepada owrite.

Kehilangan internet bakal memicu efek domino yang luas dan kompleks, jauh melampaui bayangan sekadar tidak bisa mengakses media sosial atau layanan digital. Dampak pertama dan paling vital akan dirasakan oleh negara.

Hilangnya internet akan memaksa pemerintah kembali ke “zaman batu” birokrasi, sistem administrasi modern yang mengandalkan basis data terpusat akan runtuh.

Hampir seluruh proses administrasi modern, mulai dari pengelolaan data kependudukan, sistem pajak, layanan kesehatan, hingga koordinasi antar lembaga negara, bergantung pada konektivitas digital. Tanpa internet, negara dipaksa kembali pada sistem manual yang lambat, rentan kesalahan, dan sulit diawasi.

Dalam konteks keamanan nasional, sistem pertahanan dan intelijen juga akan kehilangan salah satu instrumen utamanya dalam deteksi dini ancaman, pertukaran informasi cepat, serta analisis data skala besar.

Negara yang tidak siap menghadapi kondisi ini akan mengalami penurunan kapasitas pengambilan keputusan secara drastis, terutama dalam situasi krisis,”

jelas Pratama.

Internet Mati, Ekonomi Ikut Tumbang

Kemudian, perekonomian juga masuk ke dalam situasi suram. Internet yang selama ini menjadi “jalan tol” bagi transaksi global yang bergerak dalam hitungan detik, jika terputus, akan memicu kelumpuhan total pada sistem perbankan dan rantai pasok.

Dampak terhadap perekonomian akan terasa sangat signifikan. Internet telah menyatukan pasar global, memungkinkan transaksi lintas negara, perdagangan elektronik, serta sistem keuangan digital yang bergerak dalam hitungan detik. Tanpa internet, rantai pasok akan terganggu, sistem perbankan modern lumpuh, dan aktivitas ekonomi melambat secara ekstrem,”

ujar dia.

Bahkan UMKM yang selama ini bergantung pada platform digital bisa kehilangan akses pasar, sementara industri berbasis teknologi hampir tidak dapat beroperasi.

Negara berpotensi mengalami resesi mendalam karena produktivitas turun dan biaya operasional melonjak akibat kembali ke proses konvensional,”

tegas Pratama.

Bagi masyarakat atau rakyat, ketiadaan internet dapat mengubah pola hidup secara fundamental. Akses terhadap informasi menjadi terbatas dan tersentralisasi, sehingga membuka ruang lebih besar bagi disinformasi versi lama yang disebarkan dari mulut ke mulut atau melalui media tradisional yang terbatas.

Pendidikan akan mengalami kemunduran karena hilangnya sumber belajar daring, kelas jarak jauh, dan akses jurnal ilmiah global. Bagi generasi muda yang tumbuh di era digital, kondisi ini dapat menimbulkan disorientasi sosial dan psikologis lantaran terputusnya ruang interaksi yang selama ini mereka kenal.

Sementara dalam aspek sosial dan budaya, dunia tanpa internet akan mempersempit ruang ekspresi dan partisipasi publik. Media sosial, meskipun sering menuai kritik, telah menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk bersuara, mengawasi kekuasaan, dan membangun solidaritas lintas wilayah.

Tanpa internet, lanjut Pratama, kontrol informasi akan kembali terpusat pada segelintir institusi, baik negara maupun media besar. Hal ini berpotensi memperlebar jarak antara penguasa dan rakyat serta mempersempit ruang transparansi dan akuntabilitas.

Sementara, dari perspektif keamanan siber ketiadaan internet memang akan menghilangkan sebagian besar kejahatan siber seperti peretasan, penipuan daring, atau pencurian data digital lintas jaringan. Namun, Pratama memperingatkan bahwa ini bukan berarti dunia menjadi lebih aman.

Ancaman akan bergeser ke bentuk lain, seperti penyalahgunaan data secara offline, sabotase fisik terhadap infrastruktur teknologi, serta meningkatnya kejahatan konvensional akibat lemahnya sistem pengawasan dan pencatatan. Keamanan informasi tetap menjadi isu, hanya medium dan metodenya yang berubah,”

tutur Pratama.

Secara lebih luas, dunia tanpa internet akan menandai kemunduran besar dalam kolaborasi global. Penelitian ilmiah, penanganan bencana, isu perubahan iklim, hingga kerja sama keamanan internasional sangat bergantung pada pertukaran data dan komunikasi cepat.

Tanpa internet, dunia akan menjadi lebih terfragmentasi, lambat merespons krisis global, dan cenderung kembali pada kepentingan nasional sempit,”

ujar dia.

Tag:EkonomiindonesiaInternetkeuanganperang duniaSpill
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Ikuti
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

@owritedotid

BERITA TERKINI

Indeks berita
Prakiraan Cuaca
Megapolitan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi prakiraan cuaca hari ini di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Menurut ramalan, wilayah Jabodetabek akan diguyur hujan pada hari ini,…

By
Syifa Fauziah
Ivan
1 Min Read
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Hukum

Pejabat Bea Cukai dan Pajak Kena OTT KPK di Kantornya, Purbaya: Ya Biarin Aja

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), di Banjarmasin dan Jakarta. OTT ini menyasar pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Bea dan Cukai (DJBC). Merespons Hal ini,…

By
Anisa Aulia
Dusep
3 Min Read
Bahan Peledak yang dipakai siswa SMPN 3 Sungai Raya Kalbar untuk meneror sekolahnya.
Nasional

Tragis, Korban Bullying Siswa SMP Kalbar Jadi Pelaku Teror Bom Molotov di Sekolahnya

Kasus pelajar terpapar paham radikalisme kembali terjadi. Kali ini melibatkan seorang siswa SMP kelas IX SMPN 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat. Pelaku nekat meledakkan sekolahnya sendiri dengan menggunakan bom molotov.…

By
Rahmat
Dusep
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Menteri Luar Negeri Sugiono
Nasional

Jika Tak Sesuai Arah, Indonesia Siap Tinggalkan Dewan Perdamaian

Menteri Luar Negeri Sugiono akhirnya angkat bicara terkait peluang Indonesia menarik diri…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
15 jam lalu
dokumen istimewa
Nasional

(Part II) RUU Disinformasi dan Propaganda Asing: ‘Vaksin’ Kedaulatan atau ‘Racun’ Narasi Tunggal Negara?

Mata Koin Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers turut mengeluarkan sikap tegas menanggapi…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
16 jam lalu
dokumen istimewa
Nasional

(Part I) RUU Disinformasi dan Propaganda Asing: ‘Vaksin’ Kedaulatan atau ‘Racun’ Narasi Tunggal Negara?

Pemerintah tengah mempersiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing. Langkah…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
16 jam lalu
Ketua Umum Jokowi Mania Nusantara Bersatu (Jokman), Andi Azwan
Nasional

Andi Azwan Tegaskan Publik Bisa Lihat Ijazah Jokowi, Tapi…

Polemik mengenai keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terus bergulir…

Syifa FauziahAmin Suciady
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
19 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up