Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 5 Feb 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • Cari Tahu
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Banjir
  • sumatera
  • longsor
  • Bola
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / (Part I) Prabowo Gabung “PBB Tandingan” Versi Trump, RI Diapit Kepentingan AS dan Luka Palestina
Nasional

(Part I) Prabowo Gabung “PBB Tandingan” Versi Trump, RI Diapit Kepentingan AS dan Luka Palestina

iren natania longdongAmin Suciady
Last updated: Januari 28, 2026 4:12 pm
Iren Natania
Amin Suciady
Share
Presiden Indonesia Prabowo Subianto, bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Indonesia Prabowo Subianto, bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Instagram Prabowo Subianto)
SHARE

Keputusan Indonesia bergabung dalam Dewan Keamanan (Board of Peace) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menjadi penanda penting arah baru politik luar negeri Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang rumit. 

Daftar isi Konten
  • Dianggap Sejalan dengan UUD 1945
  • Klaim Selesaikan Konflik Palestina
  • Berpotensi Lemahkan PBB

Langkah ini tak sekadar menunjukkan keinginan Indonesia untuk tetap relevan dalam arsitektur keamanan internasional, tetapi juga mencerminkan kalkulasi strategis pemerintah dalam membaca pergeseran kekuatan global. 

Di satu sisi, keterlibatan tersebut membuka ruang bagi Indonesia untuk menyuarakan kepentingan negara berkembang, mendorong stabilitas kawasan, mendukung kemerdekaan Palestina, serta memperkuat posisi tawar diplomatik di forum-forum keamanan global. 

Namun di sisi lain, forum yang lahir dari inisiatif politik Trump, dikhawatirkan menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi pijakan Indonesia. 

Tantangan terbesar bagi Indonesia adalah memastikan keikutsertaannya tidak menjelma menjadi legitimasi atas agenda geopolitik sepihak Amerika Serikat, melainkan benar-benar dimanfaatkan sebagai instrumen diplomasi untuk menjaga kedaulatan, independensi kebijakan luar negeri, serta komitmen pada tatanan internasional yang adil dan berbasis hukum.

Tidak hanya Indonesia, sejumlah negara lain seperti Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab juga menyambut undangan Presiden Trump kepada para pemimpin negara mereka untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian.

Board of Peace adalah badan internasional yang mempunyai fungsi dalam mengawasi masalah administrasi, hingga stabilitas keamanan Palestina. Selain itu, anggota badan ini turut mengawasi rekonstruksi rehabilitasi negara tersebut secara bertahap.

Inisiatif pembentukan Board of Peace pertama kali dilontarkan Trump sejak September 2025 lalu. Awalnya, Trump mengumumkan rencana pembentukan Board of Peace sebagai upayanya mengakhiri konflik di Gaza, namun cakupan tugas dewan ini diperluas agar tidak hanya fokus pada Gaza, tetapi juga menangani konflik di berbagai wilayah dunia.

Dalam rancangan piagamnya, Trump akan menjabat sebagai ketua pertama, dan dewan ini akan bertugas memfasilitasi dialog serta penyelesaian konflik antarnegara.

Keanggotaan Board of Peace direncanakan hanya selama tiga tahun. Namun, bagi negara anggota yang ingin memperoleh keanggotaan permanen, syaratnya adalah dengan memberikan kontribusi dana sebesar US$1 miliar (sekitar Rp16,9 triliun) untuk mendukung operasional dewan.

Dianggap Sejalan dengan UUD 1945

Keputusan sepihak presiden tanpa melibatkan DPR ini menjadi busur “kritis” dari para anggota legislatif.

Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, menekankan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza tidak diperuntukan untuk terlibat dalam pertempuran.

Kita di sana utamanya lebih menjaga perdamaian. Jadi tidak untuk ikut bertempur,”

kata Utut, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 26 Januari 2026.

Utut menilai, keterlibatan Indonesia sejalan dengan Undang-Undang Dasar 1945. Khususnya terkait peran Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia.

Ditegaskannya, Indonesia tak akan mengirim pasukan untuk terlibat dalam pertempuran. Meskipun kepemimpinan misi tersebut nantinya berada di bawah komando jenderal dari Amerika Serikat.

Klaim Selesaikan Konflik Palestina

Sementara itu, menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, bergabungnya Indonesia dalam dewan tersebut untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan di wilayah Gaza.

Penandatanganan Charter dari Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang merupakan bagian dari proses yang selama ini sudah kita lakukan dalam rangka menyelesaikan konflik, mencapai perdamaian dan menyelesaikan konflik serta rehabilitasi pascakonflik di Palestina, Gaza pada khususnya,”

ujar Menlu.

Menurut Sugiono, kesepakatan pembentukan BoP lahir dari tekad bersama untuk melibatkan komunitas internasional secara lebih konkret untuk mencapai perdamaian yang bersifat permanen di Gaza.

Pertemuan-pertemuan tersebut kemudian berlanjut hingga pertemuan di Sharm El Sheikh, Mesir, yang menjadi momentum penandatanganan piagam Board of Peace.

Board of Peace ini merupakan suatu badan internasional, sekarang resmi jadi badan internasional yang bertugas untuk memonitor administrasi, stabilisasi, dan juga upaya-upaya rehabilitasi di Gaza pada khususnya dan di Palestina,”

tuturnya.

Sekjen Partai Gerindra itu melanjutkan, Indonesia memandang penting untuk bergabung karena sejak awal konsisten mendukung perdamaian dan stabilitas internasional, khususnya bagi Palestina.

Meski proses pembentukan badan ini berlangsung relatif cepat, Presiden Prabowo Subianto memutuskan Indonesia untuk menjadi bagian dari BoP setelah mempertimbangkan berbagai aspek strategis.

Kita sejak awal merupakan negara yang peduli pada perdamaian, pada stabilitas internasional dan khususnya pada situasi yang terjadi di Palestina. Karena Board of Peace ini merupakan bagian dari upaya untuk mencapai perdamaian tersebut maka kita harus ada di dalamnya,”

tegas Menlu.

Keputusan tersebut juga diambil melalui konsultasi intensif dengan negara-negara yang tergabung dalam Group of New York.

Menlu mengungkapkan, bahwa sejumlah negara sepakat untuk bergabung, termasuk Arab Saudi, Persatuan Emirat Arab, Qatar, Yordania, Turkiye, Pakistan, Mesir, serta Indonesia. 

Dua hari sebelum penandatanganan, semuanya bersepakat untuk ikut bergabung bersama Board of Peace,”

ungkapnya.

Menlu meyakini keberadaan BoP merupakan langkah konkret yang telah lama dinantikan dalam mengawal proses perdamaian Palestina.

Kehadiran negara-negara tersebut diharapkan dapat memastikan setiap langkah yang diambil tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara.

Kemudian memastikan bahwa upaya yang dilakukan oleh Board of Peace ini tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan untuk tercapainya solusi dua negara,”

ujarnya.

BoP, tambah Sugiono, tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Badan ini tidak ditujukan untuk menggantikan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Ini adalah suatu badan internasional yang lahir dari kepedulian untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas khususnya di Gaza. Oleh karena itu upaya-upaya ini kita harus ikut, Indonesia memutuskan untuk bergabung,”

pungkas Menlu.

Berpotensi Lemahkan PBB

Namun, menurut Agung Nurwijoyo Pengamat Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), bahwa Dewan Perdamaian adalah keliru dan memicu kontroversial karena berpotensi melemahkan peran PBB.

Padahal Board of Peace yang diresmikan di Swiss, pada 22 Januari 2026 itu, digadang-gadang bakal menjadi forum baru penyelesaian konflik global.

Terkait rencana utama Board of Peace untuk rekonstruksi Jalur Gaza, saya menyoroti ketiadaan representasi Palestina dalam struktur pengambilan keputusan. Palestina dinilai hanya ditempatkan sebagai objek administratif dan teknis, sementara perencanaan besar justru datang dari aktor eksternal,”

ujar Agung dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu, 28 Januari 2026.

Diungkapkannya, Board of Peace tidak dapat dilepaskan dari kepentingan politik luar negeri Amerika Serikat, baik dalam kepemimpinan maupun pendanaan.

Sehingga, berpotensi menjadikan lembaga tersebut kompetitor PBB sekaligus instrumen politik Donald Trump yang dikenal memiliki pendekatan transaksional.

Ditegaskan Agung, perdamaian Gaza yang berkelanjutan harus dibangun berdasarkan aspirasi masyarakat palestina. Sementara master plan Gaza yang disampaikan Jared Kushner menantu Trump, berisiko tidak mencerminkan kehendak rakyat Gaza.

Pembangunan Gaza Baru, disebut solusi yang hadir dari luar, bukan dari masyarakat Palestina.

Menanggapi Indonesia yang ambil bagian di Dewan Perdamaian, Agung mengingatkan konsistensi memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Namun demikian, Indonesia didorong untuk tidak sekadar hadir secara simbolik. Pemerintah diminta membawa agenda yang jelas dan terukur, dengan fokus pada keadilan, keamanan, persatuan Palestina, serta dorongan nyata menuju solusi dua negara,”

jelas Agung.

Sementara menurut Amnesty International Indonesia, bergabungnya Indonesia dalam BoP justru dinilai bahwa RI ‘membebek’ pada rencana ‘aneh’ Donald Trump.

Tag:amerikaBoard of PeaceDonald TrumpHeadlineindonesiaPalestinaPBBPrabowo SubiantoSpill
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Ikuti
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

@owritedotid

BERITA TERKINI

Indeks berita
Prakiraan Cuaca
Megapolitan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi prakiraan cuaca hari ini di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Menurut ramalan, wilayah Jabodetabek akan diguyur hujan pada hari ini,…

By
Syifa Fauziah
Ivan
1 Min Read
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Hukum

Pejabat Bea Cukai dan Pajak Kena OTT KPK di Kantornya, Purbaya: Ya Biarin Aja

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), di Banjarmasin dan Jakarta. OTT ini menyasar pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Bea dan Cukai (DJBC). Merespons Hal ini,…

By
Anisa Aulia
Dusep
3 Min Read
Bahan Peledak yang dipakai siswa SMPN 3 Sungai Raya Kalbar untuk meneror sekolahnya.
Nasional

Tragis, Korban Bullying Siswa SMP Kalbar Jadi Pelaku Teror Bom Molotov di Sekolahnya

Kasus pelajar terpapar paham radikalisme kembali terjadi. Kali ini melibatkan seorang siswa SMP kelas IX SMPN 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat. Pelaku nekat meledakkan sekolahnya sendiri dengan menggunakan bom molotov.…

By
Rahmat
Dusep
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Menteri Luar Negeri Sugiono
Nasional

Jika Tak Sesuai Arah, Indonesia Siap Tinggalkan Dewan Perdamaian

Menteri Luar Negeri Sugiono akhirnya angkat bicara terkait peluang Indonesia menarik diri…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
15 jam lalu
dokumen istimewa
Nasional

(Part II) RUU Disinformasi dan Propaganda Asing: ‘Vaksin’ Kedaulatan atau ‘Racun’ Narasi Tunggal Negara?

Mata Koin Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers turut mengeluarkan sikap tegas menanggapi…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
16 jam lalu
dokumen istimewa
Nasional

(Part I) RUU Disinformasi dan Propaganda Asing: ‘Vaksin’ Kedaulatan atau ‘Racun’ Narasi Tunggal Negara?

Pemerintah tengah mempersiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing. Langkah…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
16 jam lalu
Ketua Umum Jokowi Mania Nusantara Bersatu (Jokman), Andi Azwan
Nasional

Andi Azwan Tegaskan Publik Bisa Lihat Ijazah Jokowi, Tapi…

Polemik mengenai keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terus bergulir…

Syifa FauziahAmin Suciady
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
19 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up