Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 22 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Psikolog Soroti Sistem Pendidikan Usai Kasus Bunuh Diri Anak 10 Tahun di NTT
Nasional

Psikolog Soroti Sistem Pendidikan Usai Kasus Bunuh Diri Anak 10 Tahun di NTT

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Februari 10, 2026 5:00 pm
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
Share
Psikolog Klinis Meity Arianty
Psikolog Klinis Meity Arianty (Foto: Instagram @meityarianty)
SHARE

Psikolog Klinis Meity Arianty, menyoroti sistem pendidikan di Indonesia usai melihat kasus anak 10 tahun yang bunuh diri di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) karena tidak dibelikan buku oleh orang tuanya.

Menurutnya sistem pendidikan di Indonesia masih cenderung terjebak pada reduksionisme kognitif.

Di mana keberhasilan siswa hanya diukur melalui pencapaian akademis dan kepatuhan administratif, sementara aspek kesehatan mental serta kecerdasan emosional sering kali dianaktirikan,”

ujar Meity kepada owrite baru-baru ini.

Ia pun memberi contoh dari kurikulum yang padat, sering kali menciptakan tekanan performa yang tinggi tanpa dibarengi dengan penguatan keterampilan hidup seperti regulasi emosi, manajemen stres, dan resiliensi, sehingga sekolah justru bisa menjadi sumber stres tambahan bagi anak yang sudah rapuh di rumah.

Ia juga meliha Guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah masih sering dipersepsikan sebagai “polisi sekolah” yang menghukum, bukannya sebagai ruang aman untuk deteksi dini masalah psikologis.

Ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam sistem pendukung preventif untuk menangani krisis mental siswa sebelum mencapai titik nadir,”

katanya.

Meity mengatakan pemerintah harus berbenah dan segera beralih dari pendekatan reaktif menuju pendekatan preventif yang sistemik dengan mengintegrasikan layanan kesehatan mental ke dalam infrastruktur dasar masyarakat dan pendidikan.

Secara konkret, pemerintah perlu memperkuat implementasi kebijakan yang mewajibkan ketersediaan tenaga psikolog profesional di setiap Puskesmas dan sekolah untuk memfasilitasi deteksi dini gangguan emosional serta memberikan intervensi krisis yang mudah diakses oleh keluarga prasejahtera,”

jelasnya.

Meity melihat hingga saat ini masih sangat jarang kehadiran psikolog di setiap puskesmas. Padahal masyarakat menengah ke bawah aksesnya hanya di puskesmas.

Selain itu, kurikulum pendidikan nasional harus direformasi untuk memasukkan literasi kesehatan mental dan regulasi emosi sebagai kompetensi dasar, untuk membangun resiliensi siswa dalam menghadapi tekanan hidup.

Yang terpenting, pemerintah wajib memperluas jaring pengaman sosial yang menjamin aksesibilitas fasilitas belajar bagi anak-anak dari ekonomi lemah, agar hak pendidikan tidak terhambat oleh kemiskinan yang berpotensi memicu keputusasaan eksistensial pada anak, jamin kesejahte tandasnya.raan guru dan sekolah-sekolah, sebab mereka asset bangsa,”

tandasnya.
Tag:Kecerdasan EmosionalKesehatan MentalPendekatan ReaktifpsikologSistem Pendidikan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Jokowi ‘Curi Start’ Pilpres 2029, Ada Misi Mengunci Kursi Cawapres untuk Gibran
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) bersiap memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
1
Janji Kompensasi Mandalika Diduga Zonk, ITDC dan Dinas Perkim Loteng Dilaporkan ke KPK
By Rahmat Baihaqi
LSBH NTB melaporkan dugaan korupsi relokasi pemukiman Mandalika kepada KPK, 22 Juni 2026.
2
Golkar Tuduh PDIP Main Dua Kaki, Pengamat Curiga Ada Data yang Belum Dibuka ke Publik
By Rahmat Tunny
Pengamat politik, Ujang Komaruddin.
3
Teriak Takbir Pakai Baju Tahanan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
By Rahmat Baihaqi
Roy Suryo dan dr. Tifa dilimpahkan kepada Kejari Jaksel dari Rutan Polda Metro Jaya, Senin, 22 Juni 2026.
4
Usai Bikin Geger Pemadaman Bergilir, PLN Klaim Gangguan Listrik Jawa Berangsur Pulih
By Natania Longdong
Direktur Utama PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dalam konferensi pers di PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Depok, Jawa Barat. (Sumber: Dok. PLN)
5

BERITA LAINNYA

Koalisi Nasional Reforma Agraria menggeruduk Gedung DPR RI pada Senin, 22 Juni 2026.
Nasional

Reforma Agraria Mandek, Aksi ‘1000 Caping’ Tuntut Pemerintah Stop Manjakan Korporasi

Massa yang tergabung dalam Koalisi Nasional Reforma Agraria menggeruduk gedung DPR RI…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
59 menit lalu
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi (kedua kiri) berdialog dengan siswa saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat
Nasional

Menteri PPPA Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Perempuan di Bandung Segera Ditangkap

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mendesak aparat penegak…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
1 jam lalu
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. (Sumber: dpr.go.id)
Nasional

DPR Naik Pitam Ada Wanita Disiksa di Bandung, Polisi Diminta Bertindak Tegas Tanpa Kompromi

Kasus penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang wanita di Bandung, Jawa Barat mendapat…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) berbincang dengan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim (kiri) dan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin (kedua kiri) saat meninjau progres rehabilitasi dan renovasi di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).
Nasional

Pembangunan Lintas Generasi: ‘Giant Sea Wall’ Pantura Bukan Proyek Roro Jonggrang

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up