Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 8 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / 143,9 Juta Orang Bakal Mudik: MTI Ingatkan Ancaman Macet, Kecelakaan hingga Cuaca Ekstrem
Nasional

143,9 Juta Orang Bakal Mudik: MTI Ingatkan Ancaman Macet, Kecelakaan hingga Cuaca Ekstrem

owrite-adi-briantikadusep-malik
Last updated: Maret 11, 2026 9:55 am
Adi Briantika
Dusep
Share
Ilustrasi Mudik Gratis Kemenhub. (Sumber: Dok. Ditjen Hubdat Kemenhub)
Ilustrasi Mudik Gratis Kemenhub. (Sumber: Dok. Ditjen Hubdat Kemenhub)
SHARE

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mendorong sinkronisasi kebijakan transportasi secara holistik untuk penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026. 

Meski jumlah pergerakan ini diprediksi melandai dibandingkan tahun sebelumnya, perjalanan masyarakat tetap dibayang-bayangi berbagai risiko seperti kemacetan lalu lintas, kepadatan di simpul transportasi, kecelakaan, hingga dampak cuaca ekstrem. 

Maka, MTI menegaskan bahwa kebijakan yang diterapkan tidak boleh hanya secara parsial memberikan “karpet merah” bagi kendaraan pribadi, melainkan harus dirancang secara sinkron untuk mengakomodasi angkutan umum dan logistik, serta mengendalikan penggunaan kendaraan roda dua.

Melalui pernyataan tertulis yang diterima pada Senin, 9 Maret 2026, MTI memaparkan tujuh rekomendasi utama untuk mengoptimalkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026:

  1. Sistem informasi dan komando tunggal: Kementerian Perhubungan didorong untuk menjadi pemegang komando utama dan segera menghadirkan Sistem Informasi Terpadu Angkutan Lebaran Nasional yang bersifat aktual (real-time);
  2. Pembatasan pemudik sepeda motor: MTI merekomendasikan pembatasan penggunaan sepeda motor untuk mudik dan pelarangan membawa anak-anak saat bersepeda motor, yang harus dibarengi dengan pembenahan angkutan umum di tingkat daerah;
  3. Operasional angkutan barang berkeadilan: Diperlukan strategi pembatasan operasional angkutan barang yang selektif serta pengoptimalan peralihan ke moda alternatif seperti kereta api, kapal laut, dan pesawat udara;
  4. Peningkatan layanan penyeberangan: Guna menghindari penumpukan, MTI menyarankan pembagian layanan di pelabuhan berdasarkan jenis kendaraan, misalnya Pelabuhan Merak khusus mobil dan bus, Ciwandan untuk sepeda motor, dan Bojanegara untuk angkutan truk;
  5. Pembenahan prasarana Jalan: Penanganan kerusakan jalan harus dimaksimalkan sebelum puncak arus mudik, dengan perhatian khusus pada jalur strategis seperti Pantura dan tol Trans Jawa, serta optimalisasi Jalur Lintas Selatan;
  6. Manajemen kepadatan lalu lintas: Penggunaan sistem lawan arah (contra flow) dinilai lebih baik ketimbang satu arah (one way) karena memberikan prioritas akses bagi bus angkutan umum, diiringi dengan manajemen waktu dan volume kendaraan di tempat istirahat (rest area);
  7. Mitigasi kecelakaan dan bencana: Diseminasi informasi cuaca, peringatan dini bencana, serta simulasi penanganan kondisi darurat oleh operator transportasi publik harus dilakukan secara intensif dan berkala.

MTI juga mengingatkan mudik bukan sekadar peristiwa mobilitas tahunan, namun merupakan fenomena sosial dan ekonomi yang memiliki dampak luas terhadap berbagai sektor. Pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan perlu melakukan pemetaan data yang lebih komprehensif perihal alasan melakukan mudik, pola perjalanan yang dilakukan, serta tren perubahan perilaku perjalanan. 

Data tersebut sangat penting guna merumuskan kebijakan transportasi yang lebih tepat sasaran, termasuk dalam penyediaan infrastruktur, pengembangan sistem transportasi, serta dukungan pembiayaan bagi sektor transportasi dan pariwisata. 

Data itu pun dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi yang muncul selama periode mudik, seperti pengembangan sektor kuliner, perhotelan, perdagangan lokal, serta berbagai usaha kecil dan menengah di daerah tujuan mudik. 

Ketua Umum MTI Haris Muhammadun memberikan penekanan khusus terkait implementasi kebijakan di lapangan. Ia menyadari bahwa pelaksanaan seluruh rekomendasi mungkin menghadapi tantangan.

Jika beberapa hal rekomendasi tersebut ternyata tidak bisa dijalankan, maka pengawasan dan pengendalian oleh aparat dan pihak terkait mesti ditingkatkan. Sehingga dapat memastikan layanan angkutan lebaran dapat berjalan dengan baik,”

kata Haris, kepada owrite, Selasa, 10 Maret 2026. 

Ia juga mengimbau kepada para calon pemudik agar selalu memprioritaskan keamanan selama perjalanan. Dan masyarakat, diharapkan agar selalu berhati-hati, waspada dan senantiasa mengutamakan keselamatan. 

Prediksi 

Merujuk data Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan, 143,9 juta orang bakal mudik tahun ini. Angka ini turun 1,7 persen dibanding periode tahun lalu.

Berdasar hasil Survei Angkutan Lebaran 2026, Jawa Barat diperkirakan menjadi provinsi asal pemudik terbesar dengan total 30,97 juta orang atau 21,52 persen dari jumlah pergerakan nasional. Sementara, Jawa Tengah menjadi daerah tujuan favorit, dengan proyeksi 38,71 juta orang atau 26,90 persen dari total pemudik. 

Untuk mendukung kelancaran perjalanan, kebijakan Work From Anywhere (WFA) didorong agar kepadatan bisa terurai dan perjalanan lebih aman serta nyaman. Berbagai sarana transportasi juga telah disiapkan guna mudik, yakni 31.345 bus, 2.683 kereta, 392 pesawat, 829 kapal laut, hingga 255 kapal penyeberangan.

Tag:Cuaca  EkstremKendaraan pribadiLebaranMacetMTIMudik
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ilustrasi anak bersama keluarga
Hype

Banyak Anak Terlibat Kejahatan Berat, Psikolog Soroti Kematangan Otak

Psikolog Meity Arianty memberikan pandangan terkait perkembangan kognitif otak anak untuk memahami konsekuensi moral dan hukum. Pasalnya hingga saat ini banyak kasus kejahatan berat yang dilakukan oleh anak-anak. Tidak sedikit…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read
Ilustrasi Cara Cek NPWP dengan NIK
Hype

4 Cara Cek NPWP dengan NIK Secara Online 2026, Mudah dan Praktis

Cara cek Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) kini bisa dilakukan secara online dengan mudah tanpa perlu langsung datang ke kantor pajak. Cara ini menjadi solusi…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read
Pramono Anung
Daerah

Pramono: Jumlah RW Kumuh di Jakarta Turun 52,58%

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa, jumlah Rukun Warga (RW) kategori kumuh di Jakarta mengalami penurunan hingga 52,58 persen. Hal ini disampaikannya langsung dalam konferensi pers bersama BPS di…

By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo menggunakan “Maung” dalam kunjungan kerjanya pada KTT ke-48 ASEAN yang berlangsung pada 7-8 Mei 2026.
Nasional

Cetak Sejarah! Maung Mejeng di Filipina Jadi Tunggangan Prabowo di KTT ASEAN

Presiden Prabowo Subianto tiba di Cebu, Filipina pada Kamis, 7 Mei 2026,…

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
By
Ani Ratnasari
Adi Briantika
6 jam lalu
Petugas menyusun ompreng berisi makanan bergizi gratis ke dalam mobil sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Ternate di Ternate, Maluku Utara
Nasional

SPPG Masuk Kampus Tuai Kritik, Perguruan Tinggi Dinilai Terancam Kehilangan Marwah

Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan perguruan tinggi untuk mendukung…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
9 jam lalu
Kapolri Sigit mengatakan ada fenomena celah hukum baru akibat eskalasi global saat ini.
Nasional

Kapolri Ingatkan Bareskrim Antisipasi Modus Kejahatan Transnasional Baru

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap banyak modus baru bermunculan akibat dinamika…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat
Adi Briantika
10 jam lalu
Kepala Badan Intelijen Srategis (Kabais) TNI, Letjen Robi Herbawan
Nasional

Profil Roby Herbawan, Kabais Pengganti Letjen Yudi Abrimantyo

Teka-teki siapa yang menjabat Kepala Badan Intelijen Srategis (Kabais) TNI akhirnya terjawab.…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
By
Rahmat
Amin Suciady
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up