Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 7 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Demi Indonesia Emas, Pakar Desak Pemerintah Terbitkan Inpres Transportasi Umum
Nasional

Demi Indonesia Emas, Pakar Desak Pemerintah Terbitkan Inpres Transportasi Umum

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
Last updated: Maret 30, 2026 10:39 am
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Kapal kayu membawa penumpang yang didominasi pemudik dari Pulo (pulau) Aceh tiba di pelabuhan Ulele, Ulee Lheu, Banda Aceh, Aceh
Ilustrasi, Kapal kayu membawa penumpang yang didominasi pemudik dari Pulo (pulau) Aceh tiba di pelabuhan Ulele, Ulee Lheu, Banda Aceh, Aceh (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/foc)
SHARE

Hilangnya layanan transportasi umum di berbagai daerah di Indonesia kini tidak sekadar memicu masalah mobilitas, tapi berkembang menjadi krisis energi, pendidikan, dan ekonomi yang mengancam kesejahteraan generasi mendatang.

Menyikapi hal ini, Akademisi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mendesak pemerintah segera menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Transportasi Umum.

Hal ini sekaligus menagih janji kampanye Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sempat mewacanakan subsidi angkutan umum.

Merujuk data Kementerian ESDM (2025), sektor transportasi menyedot 52 persen konsumsi BBM nasional.

Ironisnya, 93 persen BBM subsidi dinikmati oleh kendaraan pribadi, sementara angkutan umum hanya kebagian 3 persen.

Saat ini, tersisa sekitar 5 persen angkutan pedesaan yang aktif, dan baru 42 dari 514 pemerintah daerah (8 persen) yang mengalokasikan APBD untuk transportasi umum modern melalui skema Buy The Service (BTS).

Djoko memaparkan enam dampak sosial-ekonomi yang sangat mengkhawatirkan akibat matinya transportasi publik di daerah:

Melonjaknya angka putus sekolah: Anak-anak dari keluarga tidak mampu yang tak sanggup membeli sepeda motor terpaksa berhenti sekolah;

Tingginya kecelakaan usia produktif: Remaja di bawah umur terpaksa membawa motor sendiri. Data Pusiknas Polri mencatat tingginya angka kecelakaan (76,6 persen melibatkan sepeda motor) di mana 40 persen korbannya berusia di bawah 25 tahun;

Melumpuhkan ekonomi lokal: Pedagang kecil di desa terbebani biaya sewa kendaraan yang mahal untuk membawa barang dagangan ke pasar;

Isolasi sosial lansia dan disabilitas: Kelompok rentan yang tidak bisa mengendarai motor kesulitan mengakses layanan dasar seperti Puskesmas;

Inflasi dan pembengkakan biaya hidup: Masyarakat terpaksa berutang untuk menyicil motor dan menanggung biaya BBM harian;

Krisis sosial turunan: Meningkatnya angka putus sekolah memicu pernikahan dini untuk menghindari pengangguran, yang berujung pada kemiskinan baru dan risiko stunting.

Menanggapi keraguan budaya masyarakat yang sudah “kecanduan” mobilitas menggunakan motor sulit diubah, Djoko menegaskan akar masalahnya justru berada di level pembuat kebijakan.

Sebenarnya bukan masalah pada rakyat, tapi pada pejabat. Saya tidak menyalahkan masyarakat, tapi pejabat yang harus didobrak cara pikirnya,”

kata Djoko kepada owrite, Senin, 30 Maret 2026.

Dia berpendapat banyak pejabat daerah yang terbuai dengan fasilitas saat berkunjung atau menetap di Jakarta, sehingga melupakan kebutuhan rakyat di

daerahnya. Ada perubahan kebiasaan pejabat daerah ketika hidup di Jakarta. Alih-alih memprioritaskan ‘mobil rakyat’, kebijakan lebih condong pada pengadaan mobil dinas miliaran rupiah.

Djoko juga menepis dalih Pemda tidak memiliki kapasitas fiskal yang cukup untuk menyubsidi transportasi umum.

Ia menyoroti banyaknya kebocoran dan salah sasaran dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ianjutnya, membandingkan dengan kebijakan ekstrem namun efektif yang pernah diterapkan di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, di era Bupati Benny Laos, Ketika di sana nyaris tidak ada mobil dinas.

Satu-satunya pemda yang tidak ada mobil dinas itu Morotai. Buat apa beli mobil dinas lagi baru 5 tahunan? Semua menteri sudah punya mobil, untuk apa dibuat dobel?”

tambah Djoko.

Ia mendesak fungsi pengawasan anggaran dari pusat maupun DPRD harus diperketat agar dana daerah tidak dihamburkan untuk fasilitas pejabat.

Terkait dorongan elektrifikasi transportasi umum hingga ke kawasan Terluar, Terdepan, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) Djoko membuktikan hal itu bukanlah gagasan yang utopis.

Jika ada kekhawatiran biaya awal pengadaan kendaraan listrik membengkak, ia merujuk pada Kabupaten Asmat di Papua.

(Publik dapat) belajar dari Asmat. Di sana tidak ada kendaraan bermotor (BBM), semuanya listrik. Asmat sejak tahun 2007 pakai listrik. Mereka sangat menyadari sulitnya BBM pada saat itu. Lebih hemat daripada bawa BBM pakai pesawat terbang. Bila Asmat bisa, kenapa yang lainnya tidak bisa?”

ujar Djoko.

Sebagai kesimpulan, Djoko berkata intervensi pemerintah pusat untuk menghidupkan kembali transportasi umum di daerah adalah sebuah hal yang bisa dilakukan.

Sebagaimana pemerintah menerbitkan Inpres Jalan Daerah dan Inpres Irigasi, maka kini saatnya Inpres Transportasi Umum diterbitkan menuju Indonesia Emas 2045. Ini krusial untuk membangkitkan urat nadi mobilitas warga,”

tambahnya.
Tag:apbdIndonesia EmasMTIPemerintahSubsidi Angkutan UmumTerbitkan InpresTransportasi Umum
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Pakar Kritik Langkah Utus Dubes ke Pemakaman Khamenei: Publik Bisa Curiga Pemerintah Memihak AS-Israel
By Natania Longdong
Warga Iran berduka saat mengikuti proses pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei (Foto: WANA).
1
Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Magis Firaun Siap Bikin Messiah Menangis?
By Hadi Febriansyah
Messi vs Salah dalam Piala Dunia 2026.
2
Suplai Batu Bara PLTU Diduga Dikadali, Polri Bidik Dua Perusahaan
By Rahmat Baihaqi
Polri selidiki dugaan korupsi dan TPPU kasus suplai batubara di sejumlah PLTU sebabkan pemadaman bergilir. (Sumber: owrite/Rahmat Baihaqi)
3
KPK Endus Dugaan Aliran Uang ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Kasus Abdul Wahid Melebar
By Rahmat Baihaqi
Gubernur Riau Abdul Wahid (tengah), Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M Nursalam (kiri), dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP) Provinsi Riau M Arief Setiawan (kanan)
4
Perpres Prabowo Jadi Alarm: DPR Nilai Penyebaran LGBTQ Sudah Makin Masif
By Rika Pangesti
Ilustrasi, Gedung DPR/MPR
5

BERITA LAINNYA

Wakil Ketua Komisi IV DPR, Panggah Susanto
Nasional

Komisi IV DPR Sepakat Bentuk Tim untuk Turun ke Lapangan, Telusuri Dampak Tailing Freeport

Komisi IV DPR RI memutuskan membentuk tim untuk meninjau langsung dugaan dampak…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
6 jam lalu
DPR memanggil manajemen TikTok dan Tokopedia.
Nasional

Isu PHK TikTok Menggema, DPR Beberkan Fakta Setelah Panggil Manajemen

Ramainya isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di TikTok yang beredar di…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
6 jam lalu
Natalia, perempuan nelayan suku Kamoro, Papua Tengah, saat RDPU dengan Komisi IV DPR, 6 Juli 2026.
Nasional

Jeritan Mama-Mama Kamoro di DPR: Ikan Hilang, Mangrove Musnah, Limbah Freeport Diduga Jadi Penyebab

Perempuan nelayan Suku Kamoro mengeluhkan semakin sulitnya mencari ikan di wilayah pesisir…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
7 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto (kanan) menyambut kedatangan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong (kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026). (Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S)
Nasional

Prabowo ke PM Singapura: Kalau Ada Salah Paham, Kita Selesaikan Secara Terbuka

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, eratnya hubungan Indonesia dan Singapura saat menerima kunjungan…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
8 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up