Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 28 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • KPK
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Jeritan Mama-Mama Kamoro di DPR: Ikan Hilang, Mangrove Musnah, Limbah Freeport Diduga Jadi Penyebab
Nasional

Jeritan Mama-Mama Kamoro di DPR: Ikan Hilang, Mangrove Musnah, Limbah Freeport Diduga Jadi Penyebab

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juli 6, 2026 6:16 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 bulan lalu
Share
Natalia, perempuan nelayan suku Kamoro, Papua Tengah, saat RDPU dengan Komisi IV DPR, 6 Juli 2026.
Natalia, perempuan nelayan suku Kamoro, Papua Tengah, saat RDPU dengan Komisi IV DPR, 6 Juli 2026. (Tangkapan layar tayangan TV Parlemen)
SHARE

Perempuan nelayan Suku Kamoro mengeluhkan semakin sulitnya mencari ikan di wilayah pesisir Mimika. 

Selain mengaitkan kondisi tersebut dengan dampak limbah tambang PT Freeport Indonesia, mereka juga menyoroti banyaknya kapal nelayan dari luar Papua yang tetap mendapat izin menangkap ikan di wilayah yang selama ini menjadi ruang tangkap masyarakat adat.

Keluhan itu disampaikan perwakilan perempuan nelayan Suku Kamoro, Natalia, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi IV DPR RI, Senin, 6 Juli 2026. 

Baca juga:
Massa Aksi di Depan DPR Ricuh, Polisi Kerahkan Dua Mobil… Situasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat memanas. Massa aksi…
Menkes Buka Donasi Alkes untuk Korban Gempa NTT, DPR hingga… Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin membuka donasi alat kesehatan untuk percepat…
Suara Pedas Emak-emak untuk Pemerintah: Jangan Kasih Makan Anak Kalian… Kelompok perempuan yang tergabung dalam Aliansi Nadi Perempuan menyuarakan keresahan terhadap kondisi…
  • Massa Aksi di Depan DPR Ricuh, Polisi Kerahkan Dua Mobil Water Cannon…
  • Menkes Buka Donasi Alkes untuk Korban Gempa NTT, DPR hingga Pemilik RS…
  • Suara Pedas Emak-emak untuk Pemerintah: Jangan Kasih Makan Anak Kalian dengan Uang…

Natalia mengatakan, masyarakat nelayan kini menghadapi tekanan berlapis. Di satu sisi, mereka mengaku terdampak perubahan kondisi pesisir yang dikaitkan dengan limbah tambang. 

Di sisi lain, wilayah tangkap mereka juga dimasuki kapal-kapal nelayan dari luar Papua.

Salah satu faktor utama yang menyusahkan kami adalah limbah tambang, serta maraknya kapal-kapal nelayan dari luar Papua. Kapal-kapal nelayan non-Papua tersebut memiliki izin untuk mencari ikan di tempat kami,”

kata Natalia.

Menurutnya, keberadaan kapal-kapal tersebut membuat nelayan lokal semakin sulit memperoleh hasil tangkapan yang layak.

Akibatnya, setiap kali kami pergi mencari, kami tidak pernah puas dengan hasil tangkapan,”

ujarnya.
Skandal Amdal Freeport: Memangnya Itu Tanah Negara? Tempat Roh Leluhur Kami Hilang!

Natalia juga mengaku, menemukan perubahan pada kondisi ikan dan kepiting yang ditangkap masyarakat. 

Meski ia meyakini kondisi itu berkaitan dengan dampak limbah, perubahan tersebut membuat hasil tangkapan semakin sulit dijual kepada pedagang.

Ada ikan yang kepalanya besar tapi ekornya kecil. Kami yakin itu disebabkan oleh dampak limbah. Kondisi kepiting juga sama, ada yang besar dan ada yang kerdil,”

katanya.

Akibat kondisi tersebut, menurut Natalia, banyak keluarga nelayan kehilangan sumber penghasilan yang selama ini bergantung pada hasil laut.

Dulunya kami hidup dari menjual ikan, sekarang tidak lagi. Kami bingung harus mencari ikan ke mana lagi karena ruang tangkap kami sudah tidak ada,”

tuturnya.

Ia menjelaskan, masyarakat adat juga tidak bisa begitu saja berpindah ke wilayah lain untuk mencari ikan karena setiap kawasan memiliki hak ulayat masing-masing.

Tidak mungkin kami masuk ke wilayah adat orang lain untuk mencari ikan, karena hal itu pasti memicu konflik,”

ujarnya.

Bahkan, Natalia mengungkapkan perebutan wilayah tangkap pernah memicu bentrokan antarmasyarakat.

Konflik dan perkelahian antarkampung hingga menyerupai perang suku sudah pernah terjadi di sana hanya karena berebut tempat mencari ikan yang semakin menyempit akibat limbah ini,”

ungkapnya.

Selain hasil tangkapan yang terus menurun, Natalia mengatakan mama-mama nelayan juga kesulitan memperoleh pohon mangrove yang selama ini menjadi bahan baku pembuatan perahu sampan.

Kami, mama-mama nelayan, sudah kehilangan tempat untuk mencari pohon mangrove dan bahan untuk membuat perahu sampan,”

pungkasnya.
Tag:DPRFreeportIkanlimbahNelayanpapua
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Tiga Bocah Bobol Toko di Padang, Ngaku Belajar dari Roblox hingga Aksinya Viral di Medsos
By Ani Ratnasari
Tiga bocah yang diduga melakukan aksi pembobolan sejumlah toko di Plaza Andalas, Padang, Sumatra Barat.
1
Budi Arie ‘Senggol’ Percepatan Pemilu, PKS: Sebaiknya Jokowi Jelaskan agar Tak Jadi Bola Liar
By Hardani Triyoga
Kepala Kantor Staf Presiden PKS, Pipin Sopian.
2
Demo 27 Agustus Memanas, Pos Polisi di Petamburan Dibakar Massa!
By Rahmat Tunny
Pos Polisi di Petamburan, Jakarta Dibakar Massa.
3
Di Depan Warga Pati, Dasco Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Gagal Disahkan di 2026
By Rika Pangesti
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjawab pertanyaan wartawan usai rapat pimpinan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/nym)
4
Kemenkeu Luruskan Omongan Purbaya Soal Rp7 T ke BPS, Ternyata Bukan Cuma DTSEN
By Anisa Aulia
Petugas sensus mendata meteran listrik rumah warga saat melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di Kelurahan Maliaro, Ternate, Maluku Utara. (Sumber: Antara Foto/Andri Saputra/hma)
5

BERITA LAINNYA

Massa melakukan aksi anarkis usai demonstrasi di depan DPR.
Nasional

Demo Rusuh di Sekitar DPR, Polisi Ungkap Kerusakan dan Mulai Lakukan Inventarisasi

Polda Metro menginventarisasi kerusakan fasilitas umum dan lainnya imbas aksi demonstrasi yang…

Rahmat Tunny OWRITERika PangestiHardani Triyoga
By
Rahmat Tunny
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
4 jam lalu
Personel TNI menyemprotkan air saat berupaya memadamkan kebakaran lahan gambut yang meluas di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (19/8/2026).
Nasional

Walhi Bantah Klaim Menteri LH: Hotspot Karhutla Justru Ribuan Titik di Konsesi Perusahaan

Direktur Eksekutif WALHI Kalimantan Tengah Janang Firman Palanungkai bantah pernyataan Menteri Lingkungan…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
12 jam lalu
Raker Kementerian Kesehatan dan Komisi IX DPR soal penanganan setelah gempa NTT, 27 Agustus 2026.
Nasional

Gempa NTT: Menkes Soroti Korban Patah Tulang yang Pilih Pengobatan Tradisional

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan sebagian masyarakat Nusa Tenggara Timur…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
13 jam lalu
Warga melintas di samping bangunan rumah yang roboh akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026).
Nasional

Gempa NTT Rusak 77.912 Rumah, BNPB Kejar Data untuk Rehab-Rekon

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan proses rehabilitasi dan rekonstruksi kerusakan rumah…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
15 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up