Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 9 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / “Tiga Prabowo” di Balik Paceklik Ketatanegaraan Indonesia
Nasional

“Tiga Prabowo” di Balik Paceklik Ketatanegaraan Indonesia

owrite-adi-briantikadusep-malik
Last updated: Maret 31, 2026 10:07 pm
Adi Briantika
Dusep Malik
Share
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.)
SHARE

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Andalas Feri Amsari mengkritik jalannya pemerintahan saat ini, yang ia nilai tengah mengalami “paceklik ketatanegaraan”. 

Daftar isi Konten
  • Prabowo Pertama: Ketidakpahaman Tugas Ketatanegaraan 
  • Prabowo Kedua: Kebijakan ‘Dadakan’ dan Tabrak Konstitusi 
  • Prabowo Ketiga: Pemerintahan yang Lepas Tanggung Jawab 

Dia berpendapat kekacauan sistem bernegara ini berakar pada tiga faktor utama yang secara satir ia sebut sebagai fase “Tiga Prabowo”. 

Ketiga faktor tersebut mengerucut pada kelemahan fundamental dalam pengambilan kebijakan, minimnya pengetahuan konstitusi, hingga lepasnya pertanggungjawaban sebagai kepala negara. 

Prabowo Pertama: Ketidakpahaman Tugas Ketatanegaraan 

Fase pertama adalah kondisi Presiden dinilai tak memahami tugas pokok ketatanegaraan. Hal ini tercermin dari eksekusi berbagai program besar yang tidak dilandasi payung hukum. Contohnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan lebih dahulu sebelum ada regulasi. 

MBG ini proyek besar. Proyek besar semestinya melalui undang-undang, tapi undang-undang terkait MBG sampai hari ini tidak ada,”

ujar Feri dalam acara ‘Sebelum Pengamat Ditertibkan’, Selasa, 31 Maret 2026, di Jakarta. 

Imbas ketidakpahaman ini meluas pada kebijakan anggaran yang serampangan. Misalnya, pemotongan anggaran tanpa perhitungan matang, penghapusan Tunjangan Kinerja Daerah, hingga pengurangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) demi mengakomodasi petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG. 

Hal tersebut seperti menyelesaikan masalah dengan masalah baru, menyesuaikan masalah dengan hal perlu disesuaikan. 

Peserta acara “Sebelum Pengamat Ditertibkan”. Acara ini sebagai respons masyarakat sipil dalam situasi negara terkini, Selasa, 31 Maret 2026, di Jakarta. (sumber:Owrite/Adi Briantika)

Prabowo Kedua: Kebijakan ‘Dadakan’ dan Tabrak Konstitusi 

Fase ini Feri definisikan sebagai kecenderungan melahirkan kebijakan secara spontan tanpa perencanaan lembaga resmi, seperti Bappenas, misalnya. 

Kebijakan-kebijakan dadakan yang melintas di kepala Presiden Prabowo adalah ancaman dan gambaran bahwa presiden tidak tahu ketatanegaraan,”

ucap dia. 

Contohnya, kebijakan ‘gentengnisasi’ yakni kebijakan yang tidak ada dalam kampanye maupun rencana Bappenas, namun bisa dieksekusi begitu saja hanya karena diucapkan dalam pidatonya. 

Feri juga menyorot kebijakan luar negeri yang ia nilai fatal. Program Board of Peace (BOP) dan Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang diputuskan tanpa persetujuan parlemen. Padahal, hal tersebut menabrak Pasal 11 UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional. 

Konstitusi yang menjadi pagar penting kedaulatan rakyat itu ditabrak,”

kata dia. 

Prabowo Ketiga: Pemerintahan yang Lepas Tanggung Jawab 

Fase ini menyoroti posisi presiden sebagai Kepala Pemerintah sesuai dengan Pasal 4 UUD 1945. Feri menilai pemerintahan saat ini gagal mengurus sektor vital seperti energi, pertahanan, maupun implementasi MBG. 

Alih-alih mengevaluasi diri, pemerintah cenderung melempar kesalahan kepada pihak lain atau mereduksi fakta lapangan. Umpama, respons pemerintah terhadap kasus keracunan akibat MBG yang mereduksi menjadi sekadar persentase statistik. Padahal yang bermasalah adalah pemerintah, presiden, dan data-data itulah yang turut membuat kerusakan. 

Kalau rumah berantakan, jangan salahkan istri dan anak. Tapi salahkan kepala rumahnya. Begitu juga negara, (maka) kepala pemerintahan yang salah,”

tutur Feri. 
Tag:BOPketatanegaraanMBGPPPKprabowoSPPG
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Amien Rais Sentil Prabowo: Kurangi ‘Omon-Omon’, Jangan Demam Panggung Tiap Lihat Mikrofon
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).
1
Seskab Teddy Dikritik Keras! Gaya Komunikasi Istana Dinilai Reaktif dan Jadi Bumerang
By Hardani Triyoga
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. (Sumber: Setkab.go.id)
2
Pasar Saham Berdarah! IHSG Ambyar ke 5.381, Ratusan Saham Berguguran Senin Pagi
By Anisa Aulia
Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
3
Amien Rais Kritik Gaya Pidato Prabowo: Jangan Gebrak-gebrak, Meja Itu Tak Bersalah!
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea (kiri), dan Presiden KSPI Said Iqbal (kanan) memberikan sambutan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam May Day 2026 para buruh menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, hingga kekhawatiran terhadap dampak konflik global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
4
Cadangan Devisa RI Turun Jadi US$144,9 Miliar Imbas Stabilisasi Rupiah dan Bayar Utang
By Anisa Aulia
Gedung Bank Indonesia.
5

BERITA LAINNYA

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang.
Nasional

Surat Sony ke Kepala BGN Nanik Jadi Sorotan, Makna ‘Hadiah Terindah’ Masih Misteri

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya belum juga menjelaskan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
5 menit lalu
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, Maman Imanul Haq
Nasional

Marak Kasus Kekerasan Seksual, DPR Minta Kemenag Verifikasi Ulang 42.000 Pesantren

Komisi VIII DPR RI meminta Kementerian Agama (Kemenag) RI melakukan verifikasi dan…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
10 jam lalu
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kiri) bersama Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari (kanan) berpose usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Nasional

Rencana Nanik Deyang: Moratorium Dapur MBG di Jawa, Gaet Investor Buat Wilayah 3T

Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang langsung membuat gebrakan baru…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
10 jam lalu
Rapat panja
Nasional

Ketok Palu! Usulan Pensiun Polisi 60 Tahun untuk Semua Pangkat Ditolak

Usulan menyamakan usia pensiun seluruh anggota Polri di angka 60 tahun ditolak…

Rika PangestiSyifa Fauziah
By
Rika Pangesti
Syifa Fauziah
11 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up