Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 7 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • Banjir
  • sumatera
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / (Part II) Saat Anak-Anak Tak Mampu Lagi Menanggung Beban Hidup, Pilihan Mengakhiri Hidup Naik Drastis
Nasional

(Part II) Saat Anak-Anak Tak Mampu Lagi Menanggung Beban Hidup, Pilihan Mengakhiri Hidup Naik Drastis

Syifa FauziahAmin Suciady
Last updated: April 7, 2026 3:13 pm
Syifa Fauziah
Amin Suciady
Share
Gambar ilustrasi tekanan kesehatan mental pada. (Gambar dibuat oleh AI)
Gambar ilustrasi tekanan kesehatan mental pada. (Gambar dibuat oleh AI)
SHARE

Hilang Harapan

Sementara itu, Pakar Pengasuhan Anak IPB University, Prof Dwi Hastuti mengatakan, anak yang melakukan memilih mengakhiri hidup umumnya berada dalam kondisi keputusasaan dan kehilangan harapan. Kondisi tersebut seharusnya dapat dicegah melalui kedekatan emosional antara anak dan orang tua.

Daftar isi Konten
  • Hilang Harapan
  • Perlindungan Anak Masih Lemah
  • Tenaga Psikologis Terbatas

Pada usia prasekolah, kedekatan anak biasanya lebih kuat dengan ibu. Sementara saat memasuki usia sekolah hingga remaja, kedekatan dengan ayah juga menjadi penting. Namun, kedekatan tersebut hanya dapat terbangun apabila terdapat interaksi yang cukup sejak masa kanak-kanak,”

ucapnya.

Dwi menambahkan, bahwa anak yang kehilangan harapan biasanya mengalami stres, frustrasi, hingga depresi. Dalam banyak kasus, orang tua tidak menyadari tanda-tanda stres pada anak hingga kondisi tersebut berkembang menjadi lebih serius.

Dijelaskannya, sumber stres pada anak sangat beragam, mulai dari kondisi hubungan dalam keluarga, pertemanan di sekolah, lingkungan sosial, hingga aktivitas di organisasi. Selain itu, paparan media sosial yang intens juga dapat memicu tekanan psikologis pada anak.

Menurut Dwi, media sosial kerap menampilkan gaya hidup yang menimbulkan kesenjangan antara realitas kehidupan anak dengan gambaran kehidupan yang mereka lihat secara daring. Kondisi ini dapat memicu perasaan tidak beruntung, rendah diri, hingga menurunnya rasa percaya diri pada anak.

Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus tanpa pengawasan orang tua dan komunikasi yang baik dalam keluarga, maka dapat memicu kecemasan, kegelisahan, bahkan kebencian terhadap diri sendiri,”

kata Dwi.

Ia menekankan, pentingnya kedekatan orang tua, khususnya ibu dengan anak agar tercipta kepercayaan. Dengan adanya rasa percaya, anak akan lebih terbuka menyampaikan perasaan sedih, gelisah, maupun kesulitan yang mereka alami sehingga dapat dideteksi lebih dini.

(Part I) Saat Anak-Anak Tak Mampu Lagi Menanggung Beban Hidup, Pilihan Mengakhiri Hidup Naik Drastis

Selain keluarga, guru, dan teman di sekolah juga memiliki peran dalam mencegah perilaku bunuh diri. Menurutnya, tanda-tanda perilaku menyimpang pada anak perlu disampaikan secara bijaksana kepada orang tua tanpa mempermalukan atau merendahkan harga diri anak.

Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya saling menghargai di sekolah sehingga siswa dapat saling mendukung ketika menghadapi masalah. Nilai gotong royong, kata dia, perlu diperkuat dalam lingkungan pendidikan.

Dwi menilai, pencegahan bunuh diri anak membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem masyarakat. 

Dibutuhkan kepedulian bersama karena membesarkan anak memerlukan dukungan lingkungan,”

ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan keluarga dan program parenting agar orang tua mampu menjalankan peran pengasuhan secara optimal. Selain itu, orang tua perlu mengawasi akses anak terhadap media sosial, membatasi penggunaan internet, serta mendorong aktivitas fisik, olahraga, dan pola hidup sehat.

Anak juga perlu diajak memahami realitas sosial di masyarakat, termasuk melihat kondisi kelompok yang kurang beruntung. Ini bisa menumbuhkan empati yang kuat dan membantu membangun karakter anak yang lebih tangguh,”

kata Prof Dwi.

Perlindungan Anak Masih Lemah

Sementara itu, Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Diyah Puspitarini mengatakan pihaknya sejak 2023 sudah menggembor-gemborkan tentang hal ini, karena kekhawatiran trend kenaikan angka bunuh diri pada anak. 

Hal ini terlihat dari tahun 2022-2023 kenaikan hampir 100 persen lebih. Maka sejak 2023 KPAI sudah melakukan sosialisasi pencegahan dan kajian-kajian expert tentang fenomena, berikut dengan pencegahannya lintas kementrian lembaga,”

ucap Diyah.

Menurut Diyah, tingginya angka kasus bunuh diri ini sebuah refleksi bahwa perlindungan anak masih lemah. Faktor anak mengakhiri hidup karena bullying, pengasuhan yang salah di keluarga, ekonomi, asmara hingga persoalan pribadi yang salah satunya dipicu oleh game online. 

Jika melihat dari faktor ini, jelas bahwa faktor utama anak mengakhiri hidup karena lemahnya kesehatan mental yang juga dipengaruhi faktor luar anak itu sendiri,”

ucapnya.

Di sisi lain, Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Keluarga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Indra Gunawan mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan tim di daerah dengan melakukan peninjauan langsung.

Tentunya ada upaya-upaya yang dilakuan, seperti pendampingan, assesment dan lain-lain,” 

katanya.

Tenaga Psikologis Terbatas

Selain itu, pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas, yakni sekitar 203 orang.

Selain itu, pemerintah menyiagakan layanan krisis kesehatan jiwa melalui Healing119.id guna mendukung intervensi cepat.

Di sektor pendidikan, Kemenkes mendorong peran guru Bimbingan Konseling (BK) dan guru kelas untuk mendampingi siswa yang terdeteksi memiliki gejala.

Upaya deteksi dini ini juga diperkuat melalui penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Kesehatan Jiwa Anak oleh sembilan kementerian dan lembaga.

Kolaborasi tersebut bertujuan membangun sistem penanganan kesehatan jiwa anak yang terintegrasi, mulai dari pencegahan (promotif-preventif) hingga pengobatan (kuratif-rehabilitatif).

Sembilan instansi yang terlibat meliputi Kemenkes, KemenPPPA, Komdigi, Kemendikdasmen, Kemendukbangga/BKKBN, Kemenag, Kemendagri, Kemensos, dan Polri.

Melalui SKB tersebut, pemerintah juga menjamin kerahasiaan data pribadi anak guna mencegah stigma serta memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan kesehatan mental secara komprehensif, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Tag:Anak-anakBerita Pentingbunuh diriEditorialEkonomiKemiskinanMedia SosialsosialSpill
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Koalisi Masyarakat Sipil Melawan Impunitas dalam konferensi pers jelang sidang putusan gugatan terhadap Menteri Kebudayaan Fadli Zon, di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Nasional

Tragedi 1998 Disangkal Fadli Zon, Marzuki Darusman: Hakim PTUN Penentu Kepercayaan Rakyat

Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Tragedi Mei 1998 Marzuki Darusman menegaskan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) perihal gugatan terhadap Menteri Kebudayaan Fadli Zon akan menjadi penentu tegak atau…

By
Adi Briantika
Dusep
3 Min Read
Ilustrasi Pernikahan
Cari Tahu

5 Tips Bikin Perjanjian Pranikah yang Aman, Legal, dan Tetap Romantis

Tren perjanjian pranikah di Indonesia kini semakin diminati, khususnya di kalangan milenial dan Gen Z. Dokumen yang dulu dianggap tabu ini mulai dipahami sebagai langkah preventif untuk mengatur keuangan dan…

By
Ivan
4 Min Read
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dolfie Othniel Frederic.
Ekonomi Bisnis

Gegara Harga Minyak Naik APBN Bisa Tekor Rp204 T, DPR Minta Kemenkeu Terbuka

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dolfie Othniel Frederic, menyoroti potensi tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat lonjakan harga minyak global. Ia meminta pemerintah, khususnya Purbaya…

By
Hadi Febriansyah
Dusep
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Banner Film Viral "Aku Harus Mati". (Sumber: Istimewa)
Nasional

Baliho Film “Aku Harus Mati” Tuai Sorotan, IDAI Beri Pesan untuk Presiden Prabowo

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr.dr. Piprim Basarah Yanuarso Sp.A (K)…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep
2 jam lalu
Ilustrasi Ojek Online. (Sumber: Unsplash/Afif Ramdhasuma)
Nasional

Isu Kenaikan BBM, Asosiasi Ojol Desak Pemerintah Terbitkan Perpres Ojol

Isu kenaikan harga minyak dunia kembali menjadi sorotan dan berpotensi menimbulkan dampak…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
3 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) menghadiri penghormatan kepada jenazah personel penjaga perdamaian yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) setibanya di VIP Room Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Nasional

Belasungkawa via Medsos, Prabowo Disorot di Tengah Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Tewasnya tiga TNI penjaga perdamaian yang bertugas di Lebanon, membawa duka mendalam…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
3 jam lalu
Kartu Indonesia Sehat. (Sumber: Dok. BPJS Kesehatan)
Nasional

Isu Bayi Otomatis Jadi Peserta JKN Ramai, BPJS Watch Desak Revisi Aturan

Belum lama ramai beredar kabar bahwa mulai April 2026, pemerintah merencanakan setiap…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up