Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 11 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • Banjir
  • iran
  • sumatera
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Mengenal Micromanagement, Gaya Kepemimpinan Prabowo hingga Bikin Menteri Pingsan
Nasional

Mengenal Micromanagement, Gaya Kepemimpinan Prabowo hingga Bikin Menteri Pingsan

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: April 9, 2026 2:56 pm
Syifa Fauziah
Ivan
Share
Presiden Prabowo Subianto menanti kedatangan para mantan presiden dan wakil presiden dalam silaturahmi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menanti kedatangan para mantan presiden dan wakil presiden dalam silaturahmi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/YU)
SHARE

Belakangan, istilah ‘micromanagement’ mendadak menjadi sorotan publik setelah disinggung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dalam forum Indonesia-Japan Business Forum di Tokyo beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo meminta maaf kepada para menterinya karena sering menjadi sosok yang micromanage.

Saya adalah manajer yang terjun langsung. Para menteri saya, maafkan saya karena terlalu micromanage. Ya, saya akui saya seorang manajer yang terlalu mengontrol. Saya akan menelepon para menteri saya, pukul dua malam atau lima pagi, dan saya akan menanyakan harga telur hari ini,”

ujar Prabowo dalam forum Indonesia-Japan Business Forum di Tokyo, seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 9 April 2026.

Orang nomor satu di Indonesia itu mengaku menyesal sering menelepon menteri saat malam hari dan menjadi sosok yang micromanage.

Bahkan beberapa menteri ada yang pingsan di depan umum hingga terkena masalah jantung karena kelelahan.

Lantas sebenarnya apa sih gaya kepemimpinan micromanagement itu?

Psikolog Meity Arianty menjelaskan dalam perspektif psikologi industri dan organisasi, micromanagement merupakan gaya kepemimpinan yang ditandai dengan kontrol berlebih terhadap detail operasional dan pemantauan ketat terhadap pekerjaan bawahan.

Fenomena ini sering kali berakar pada Theory X dari McGregor, di mana pemimpin memiliki asumsi dasar bahwa karyawan cenderung menghindari tanggung jawab sehingga memerlukan pengawasan konstan agar produktivitas terjaga.

Secara psikologis, kecenderungan ini juga berkaitan dengan tingginya tingkat kecemasan pemimpin akan kegagalan atau kebutuhan akan kepastian yang kaku, yang jika dilakukan secara terus-menerus, berulang, dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama (menahun), dapat mengikis otonomi karyawan, menurunkan motivasi intrinsik berdasarkan Self-Determination Theory, serta menghambat iklim inovasi dalam organisasi karena hilangnya rasa percaya antara atasan dan anggota timnya,”

papar Meity kepada owrite.

Menurut Meity, atasan yang memiliki gaya kepemimpinan micromanagement biasanya bersumber dari kombinasi antara kepribadian, pengalaman masa lalu, dan adanya kecemasan internal.

Salah satu latar belakangnya adalah high perfectionism dan anxiety, di mana pemimpin merasa bahwa standar kualitas hanya bisa tercapai jika ia terlibat dalam setiap detail kecil, kegagalan staf dianggap sebagai ancaman langsung terhadap harga diri atau reputasinya.

Ini juga dijelaskan melalui Social Cognitive Theory, di mana pemimpin mungkin pernah berada dalam lingkungan kerja yang toxic atau memiliki mentor yang juga seorang micromanager, sehingga ia mengadopsi pola tersebut sebagai satu-satunya cara efektif untuk memegang kendali,”

jelasnya.

Pemimpin yang merasa tidak cukup kompeten dalam peran strategis cenderung “turun gunung” ke hal-hal teknis yang lebih ia kuasai agar merasa tetap berguna dan berkuasa.

Selain itu, kurangnya psychological safety atau rasa percaya terhadap kompetensi tim membuat pemimpin terjebak dalam delusi kontrol, merasa bahwa tanpa pengawasannya, segala sesuatunya akan berantakan.

Selain itu, kecenderungan micromanagement pada pemimpin biasanya sering kali berkaitan dengan fragile self-esteem atau Imposter Syndrome, di mana pemimpin merasa perlu membuktikan nilai dirinya melalui pengawasan teknis yang rigid karena merasa tidak aman dalam peran strategis yang lebih luas.

Tingginya tingkat penghindaran ketidakpastian dan rendahnya rasa percaya interpersonal membuat mereka merasa bahwa standar kualitas hanya bisa terjaga jika mereka terlibat dalam setiap detail, sebuah pola yang menurut Attribution Theory terjadi karena mereka cenderung mengatribusikan keberhasilan hanya pada kontrol pribadi mereka sendiri,”

jelasnya.

Menurut Meity, gaya kepemimpinan micromanagement memiliki konotasi negatif, namun dalam psikologi manajemen terdapat konsep situational leadership yang memandang bahwa gaya kontrol ketat dapat menjadi alat yang diperlukan pada kondisi-kondisi spesifik.

Sebenarnya, gaya kepemimpinan ini tidak selalu merusak jika diterapkan sebagai strategi jangka pendek dan bukan sebagai karakter tetap.

Pertama, gaya ini diperlukan saat menghadapi krisis atau situasi darurat yang membutuhkan keputusan cepat dengan toleransi kesalahan nol, seperti bencana atau kegagalan sistem fatal.

Kedua, gaya ini efektif untuk karyawan baru atau yang kurang kompeten yang membutuhkan instruksi detail dan supervisi ketat demi proses pembelajaran sesuai Operant Conditioning, di mana pengawasan berfungsi sebagai scaffolding sebelum mereka dilepas secara mandiri.

Ketiga, pada proyek dengan risiko tinggi, keterlibatan detail pemimpin berfungsi sebagai bentuk mitigasi risiko dan penjaminan kualitas.

Namun, kuncinya pemimpinan harus menjelaskan bahwa kontrol ketat ini bersifat sementara dan bertujuan untuk mendukung tim, bukan karena ketidakpercayaan pada individu, agar tidak mematikan motivasi dalam jangka panjang. Lihat saja menteri-menteri yang dipilih Presiden bisa dihitung dengan jari yanf kompeten di bidangnya, rata-rata menterinya nggak paham pekerjaannya, wajar saja presiden yang harus turun tangan terus,”

tuturnya.

Gaya Kepemimpinan Micromanagement Terhadap Kesehatan Mental Karyawan, Meity menjelaskan dampak micromanagement terhadap kesehatan mental karyawan sangat signifikan karena menyerang kebutuhan dasar manusia akan otonomi dan kompetensi.

Secara psikologis, pengawasan yang berlebihan menciptakan kondisi stres kronis yang memicu aktivasi terus-menerus pada aksis hypothalamic pituitary adrenal, sehingga karyawan berada dalam mode “siaga” atau fight-or-flight yang melelahkan secara mental.

Adapun dampak spesifiknya, antara lain:

  • Learned Helplessness (Seligman)

Kontrol berlebih memicu kepasifan dan hilangnya inisiatif karena karyawan merasa usahanya tidak berpengaruh pada hasil akhir yang selalu dikoreksi.

  • Erosi Self-Efficacy

Campur tangan detail merusak keyakinan akan kompetensi diri, yang berisiko memicu low self-esteem hingga imposter syndrome.

  • Burnout dan Kecemasan

Tekanan performa dan energi kognitif yang terkuras untuk mengelola ekspektasi atasan memicu kelelahan emosional serta stres kronis.

  • Kehilangan Motivasi Intrinsic

Tanpa otonomi, motivasi kerja bergeser dari kepuasan pribadi menjadi sekadar menghindari teguran, yang mematikan kreativitas.

Dampak-dampak ini jika dibiarkan tidak hanya merusak kesejahteraan individu, tetapi juga menciptakan budaya kerja yang toksik dan meningkatkan angka turnover (pengunduran diri) di dalam perusahaan.

Cara Mengatasi Atasan Micromanagement

Ada beberapa cara mengatasi atasan yang memiliki gaya kepemimpinan micromanagement, antara lain:

  1. Tunjukan Bukti Lewat Kemampuan

Beberapa atasan yang micromanagement biasa karena mereka tidak yakin tim bisa menghasilkan hasil yang mereka inginkan. Untuk itu, Anda harus fokus pada menunjukkan hasil yang baik agar kepercayaan mereka meningkat.

  1. Tetap Profesional

Menghdapi atasan yang micromanagement tentu ada perasaan kesal dan marah, ditambah lagi bila muncul masalah kesehatan seperti stres cemas hingga anxiety. Namun perlu diingat, micromanagement ini bukan sebagai serangan pribadi. Ingat bahwa ini adalah masalah sistem dan komunikasi, bukan ketidakpercayaan secara personal.

  1. Cari Tahu Ekspektasinya

Dilansir dari Forbes, cara membangun kepercayaan atasan yang micromanagement adalah dengan memahami ekspektasi mereka terhadap karyawan. Dengan begitu, Anda bisa memberikan performa yang lebih baik.

  1. Cari Support System

Cara ini juga sangat penting untuk menjaga kesehatan mental dan meningkatkan produktivitas. Anda bisa membangun komunikasi dengan rekan kerja yang positif. Setidaknya cara ini dapat membantu Anda dalam menghadapi situasi sulit di kantor.

Tag:Meity AriantyMenteriMicromanagementPresiden Prabowopsikolog
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Aktivis KontraS Andrie Yunus. (Sumber: Amnesty International)
Nasional

Kasus Andrie Yunus Dilimpahkan ke TNI, Komnas HAM Desak Menko Kumham Imipas Bentuk TGPF

Penyidik Polda Metro Jaya melimpahkan berkas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus kepada Puspom TNI. Maka harus ada pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) atas perkara…

By
Adi Briantika
Amin Suciady
3 Min Read
gambar ilustrasi dibuat oleh AI
Nasional

AJI Indonesia Kritik SK Komdigi 127/2026: Pasal Karet Potensi jadi Alat Sensor Kebebasan Pers

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengkritik penerbitan Surat Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 127 Tahun 2026 tentang Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang Mengandung Muatan Disinformasi dan/atau Ujaran Kebencian.  Penerbitan…

By
Adi Briantika
Amin Suciady
4 Min Read
Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam tayangan ‘Menjaga Kedaulatan Keuangan: Langkah Tegas Berantas Trade Misinvoicing’.
Nasional

Kasus Andrie Yunus: TNI Harus Ikuti Sinyal Wapres Gibran soal Peradilan Umum

9 April 2026, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengeluarkan keterangan tertulis soal perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus.  Pernyataan tersebut ia sampaikan tepat satu hari…

By
Adi Briantika
Amin Suciady
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Satgas PKH menyerahkan denda administratif dan hasil penyelamatan keuangan negara senilai Rp11,42 triliun, Jumat, 10 April 2026.
Nasional

Uang Negara Diselamatkan Rp11,42 Triliun, Ini Detail Rinciannya

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden Prabowo menerima penyerahan denda…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
4 jam lalu
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo
Nasional

Bersih-bersih Kementerian PU Harus Berbasis Sistem, Jangan Sekadar Pernyataan Viral

Rencana Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo untuk “bersih-bersih” di internal kementeriannya merupakan…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
5 jam lalu
Ilustrasi Gedung Kementerian Pekerjaan Umum
Nasional

Isu ‘Deep State’ Kementerian PU: Problem Manajemen dan Sinyal Bersih-bersih Internal

Ketua Badan Pengurus Indonesia Risk Centre Julius Ibrani merespons pernyataan Menteri Pekerjaan…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
5 jam lalu
Nasional

Purbaya Dapat Uang Dari Satgas PKH Rp11,4 Triliun Buat Tambal Defisit APBN

Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan uang hasil denda administratif…

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
By
Anisa Aulia
Ivan
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up