Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 24 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / (Part I) Harga BBM Stabil Bukan untuk Rakyat, Tapi Pencitraan Politik Agar Tak Ambruk
Nasional

(Part I) Harga BBM Stabil Bukan untuk Rakyat, Tapi Pencitraan Politik Agar Tak Ambruk

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
Last updated: April 14, 2026 11:24 am
Natania Longdong
Amin Suciady
Share
Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) melayani konsumen saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Banda Aceh, Aceh, Selasa (7/4/2026). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah melalui surat edaran Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sejak awal April 2026 telah menetapkan pembatasan pembelian BBM bersubsidi jenis pertalite dan biosolar maksimal 50 liter per hari yang berlaku hingga akhir Mei 2026.
Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) melayani konsumen saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Banda Aceh, Aceh, Selasa (7/4/2026). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah melalui surat edaran Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sejak awal April 2026 telah menetapkan pembatasan pembelian BBM bersubsidi jenis pertalite dan biosolar maksimal 50 liter per hari yang berlaku hingga akhir Mei 2026. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/nym)
SHARE

Keputusan pemerintah menahan lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan fiskal, gejolak harga energi global, memantik tafsir yang lebih luas dari sekadar kebijakan ekonomi.

Daftar isi Konten
  • Menaikkan Harga BBM dan Risiko Politis
  • Stabilitas Semu

Di ruang publik, terutama media sosial, beredar narasi bahwa harga BBM yang terkesan stabil di Indonesia hanya terjadi pada era Presiden Prabowo Subianto. Narasi tersebut seolah menjadi penanda keberhasilan kepemimpinannya menjaga daya beli rakyat. 

Narasi yang bergulir seperti bola liar itu juga berkembang cepat, membentuk persepsi bahwa pemerintah saat ini mampu menahan beban hidup masyarakat tanpa konsekuensi berarti bagi anggaran negara.

Setidaknya, pemerintah dapat menjaga psikologis masyarakat, dibandingkan dengan negara-negara tetangga yang mulai kelimpungan dengan harga BBM yang melonjak dan stok yang minim.

Meski demikian, di balik kebijakan yang tampak populis itu, sejumlah pengamat melihat adanya dimensi politik yang tidak bisa diabaikan.

Penahanan harga BBM dinilai bukan semata soal menjaga inflasi atau stabilitas sosial, melainkan bagian dari strategi membangun citra kepemimpinan yang berpihak pada rakyat. 

Kebijakan energi, dalam konteks ini menjadi instrumen komunikasi politik yang efektif,  sederhana dipahami publik, langsung dirasakan dampaknya, dan mudah dikapitalisasi dalam narasi keberhasilan pemerintahan.

Pertanyaannya kemudian, apakah stabilitas harga BBM ini murni kebijakan ekonomi rasional, atau justru investasi politik jangka pendek yang dibayar mahal oleh fiskal negara di masa mendatang.

Jika kita bandingkan dengan negara seperti Filipina, Malaysia, India, Thailand, terlebih Singapura, Indonesia satu-satunya negara yang memilih untuk tidak menaikan harga BBM.

Sekilas kebijakan ini berpihak pada rakyat, namun tidak sedikit pertanyaan yang muncul di kalangan pakar dan pengamat mengenai seberapa lama negara dapat menanggung beban subsidi? Apalagi, harga minyak dunia terus melonjak akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Meski ada kesepakatan gencatan senjata, dunia tetap tidak tahu langkah politik Presiden Donald Trump, yang mungkin bisa saja sewaktu-waktu mampu melonjakan harga minyak lagi ke posisi tertingginya. 

Menaikkan Harga BBM dan Risiko Politis

Menurut Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS), bahwa pihaknya melihat adanya kecenderungan pemerintah dalam menahan harga BBM bukan karena pertimbangan ekonomi rasional, tetapi juga sebagai instrumen menjaga stabilitas politik di tengah situasi yang sensitif. 

Apalagi dalam beberapa waktu terakhir, ruang publik diwarnai oleh meningkatnya kritik terhadap arah kebijakan prioritas pemerintah seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih (KPDM), termasuk sorotan terhadap isu kebebasan sipil pasca kasus penyiraman aktivis KontraS. 

Kebijakan menaikan harga BBM menjadi sangat berisiko secara politis karena akan bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat luas dan memiliki dampak psikologis maupun reaksi sosial yang cepat,”

kata Peneliti IDEAS Muhammad Anwar saat dihubungi Owrite, Kamis 9 April 2026.

Pemerintah, menurut Anwar, sepertinya menyadari bahwa kenaikan harga BBM hampir selalu menjadi pemicu mobilisasi sosial yang luas, karena efeknya langsung terasa pada harga kebutuhan pokok, biaya transportasi, dan tekanan terhadap pendapatan rumah tangga. 

Dalam situasi di mana kepercayaan publik sedang diuji oleh berbagai isu sensitif, menjaga stabilitas harga energi menjadi semacam ‘buffer politik’ untuk menghindari eskalasi keresahan yang lebih besar. Dengan kata lain, kebijakan ini berfungsi sebagai alat untuk mempertahankan stabilitas sosial sekaligus merawat legitimasi kekuasaan,”

ujar Anwar.

Meski demikian, pilihan kebijakan menahan kenaikan harga BBM ini mengandung konsekuensi yang tidak sederhana. Tekanan fiskal yang dihadapi negara saat ini tidak ringan, terutama di tengah tren harga minyak global yang cenderung tinggi dan volatil.

Ketika harga BBM domestik ditahan, selisih antara harga pasar dan harga jual harus ditutup melalui subsidi dan kompensasi. 

Beban ini secara langsung menggerus ruang fiskal APBN, yang seharusnya juga dialokasikan untuk kebutuhan strategis lain seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan pembangunan infrastruktur yang lebih produktif. Dalam jangka pendek, kebijakan ini memang menjaga daya beli, tetapi dalam jangka menengah dapat menciptakan tekanan anggaran yang membatasi kapasitas negara,”

beber Anwar.

Stabilitas Semu

Lebih jauh, ketergantungan pada kebijakan penahanan harga juga berisiko menciptakan apa yang bisa disebut sebagai “stabilitas semu”. Selama tekanan global masih berlangsung, kemampuan negara untuk terus menahan harga memiliki batas. 

Jika ruang fiskal semakin tertekan, maka opsi penyesuaian harga di masa depan menjadi sulit dihindari, dan potensi guncangan yang muncul bisa jauh lebih besar karena bersifat tertunda.

Saat ditanya mengenai adanya konflik kepentingan antara agenda politik pemerintah dan kebutuhan sektor energi, khususnya dalam penentuan harga BBM, IDEAS melihatnya dengan sangat jelas.

Menurut Anwar, terdapat konflik kepentingan antara agenda politik pemerintah yang menuntut stabilitas dan kebutuhan objektif sektor energi.

Pada satu sisi, agenda politik pemerintah menuntut stabilitas. Dalam konteks meningkatnya kritik terhadap program prioritas seperti MBG dan KPDM, serta sorotan terhadap isu kebebasan sipil, maka menjaga ketenangan sosial menjadi kebutuhan yang sangat mendesak,”

ungkapnya.

Di sisi lain, sektor energi memiliki logika yang berbeda, lebih teknokratis, berbasis biaya, dan sangat dipengaruhi dinamika global.

Ketika harga minyak dunia naik, secara rasional harga domestik perlu menyesuaikan atau setidaknya subsidi harus didesain secara sangat tepat. 

Jika tidak, masalah lain akan muncul seperti konsumsi tidak terkendali, beban fiskal membengkak, dan sinyal harga menjadi tidak sehat bagi transisi energi.

Dalam konteks ini, menahan harga BBM terlalu lama justru bertentangan dengan kebutuhan reformasi energi yang lebih berkelanjutan.

Kebijakan harga BBM yang sarat pertimbangan politik pada dasarnya memiliki efek ganda terhadap kepercayaan publik. Dalam jangka pendek, keputusan menahan harga dapat meningkatkan kepercayaan karena masyarakat merasakan langsung perlindungan daya beli di tengah tekanan ekonomi. Di saat ruang publik diwarnai kritik terhadap berbagai kebijakan dan isu sensitif maka stabilitas harga BBM berfungsi sebagai “penyangga sosial” yang meredam keresahan. Hal ini membuat pemerintah terlihat responsif dan hadir dalam melindungi kebutuhan dasar masyarakat,”

ujarnya.

Namun, dalam jangka menengah, kebijakan ini berpotensi mengikis kredibilitas jika publik mulai melihat adanya ketidaksesuaian antara keputusan ekonomi dan realitas fiskal.

Ketika harga terus ditahan tanpa transparansi mengenai beban subsidi dan risiko ke depan, muncul persepsi bahwa kebijakan lebih didorong oleh kalkulasi politik dibanding rasionalitas ekonomi.

Hal ini dapat memicu keraguan, terutama di kalangan kelas menengah dan pelaku ekonomi, terhadap kemampuan pemerintah dalam mengelola ekonomi secara disiplin dan berkelanjutan.

Lebih jauh, jika kebijakan ini menciptakan ekspektasi harga yang terlalu stabil, maka penyesuaian di masa depan berisiko menimbulkan guncangan kepercayaan yang lebih besar.

Ketika kenaikan akhirnya tidak terhindarkan, publik bisa merespons lebih keras karena merasa ada inkonsistensi kebijakan. 

Kepercayaan tidak hanya bergantung pada harga yang murah, tetapi pada keadilan, transparansi, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa itu, upaya menjaga stabilitas hari ini justru bisa mengorbankan kredibilitas pemerintah di masa depan,”

imbuhnya.

Tag:APBNBBMHeadlinepencitraanPolitikPrabowo SubiantoPresidenSpill
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Viral! BEM UBK Ngaku Terima Uang Usai Temui Gibran di Istana, Mahasiswa Murka
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].
1
Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode di Tengah Kesulitan Rakyat: Tak Punya Nurani dan Mabuk Kekuasaan!
By Hardani Triyoga
pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara.
2
Episode Drama Baru Kasus MBG: Kepala BGN Nanik Deyang Masuk ‘Bidikan’ Kejagung
By Rahmat Baihaqi
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) berbincang dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kanan) saat mengikuti rapat koordinasi peningkatan kualitas program Makan Begizi Gratis (MBG) dan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
3
Dilaporkan Soal Dugaan Korupsi Rp20 M, ITDC Ngaku Cuma Sediakan Lahan di Mandalika
By Rahmat Baihaqi
Kawasan Sirkuit Mandalika.
4
Pakar Bongkar Siapa yang Paling Diuntungkan dari Isu Prabowo-Gibran 2 Periode
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
5

BERITA LAINNYA

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid alias Gus Jazil.
Nasional

Bahas TKD 2027, Banggar DPR: Wilayah 3T Sering Disebut Tapi Tak Terpetakan 

Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyoroti penanganan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
7 jam lalu
Gedung DPR/MPR RI.
Nasional

DPR Bongkar Fakta Mengejutkan! Hanya 30 Persen Daerah di Indonesia yang Fiskalnya Kuat

Skema Transfer Keuangan ke Daerah (TKD) kembali jadi sorotan di Gedung parlemen,…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
7 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto berpidato saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syachona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Moch Asim/bar)
Nasional

Prabowo Sebut Ada Tambang Ilegal Beroperasi 8 Tahun, Negara ke Mana?

Presiden Prabowo Subianto menyoroti praktik pertambangan ilegal yang masih marak terjadi di…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
8 jam lalu
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengumumkan kesepakatan penerapan tarif komisi baru untuk layanan transportasi roda dua
Nasional

Komisi Ojol Resmi Ditekan Delapan Persen, Efektif Mulai 1 Juli 2026

Polemik potongan komisi pengemudi ojek online akhirnya menemui titik terang. Wakil Ketua…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up