Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 11 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Banyak Konten Berbahaya, Pembatasan Ruang Digital pada Anak Melalui PP TUNAS, Efektifkah?
Nasional

Banyak Konten Berbahaya, Pembatasan Ruang Digital pada Anak Melalui PP TUNAS, Efektifkah?

Syifa FauziahAmin-Suciady-Owrite
Last updated: April 14, 2026 4:03 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
5 bulan lalu
Share
Deretan aplikasi media sosial (medsos). (Sumber: Unsplash/Piotr Cichosz)
Deretan aplikasi media sosial (medsos). (Sumber: Unsplash/Piotr Cichosz)
SHARE

Pemerintah resmi menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Daftar isi Konten
  • Banyak Konten Berbahaya Bagi Anak
  • Peranan Orang Tua

Aturan ini mewajibkan seluruh platform digital membatasi akses anak sesuai usia serta memperkuat pelindungan data pribadi anak.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan, kebijakan ini menjadi langkah tegas negara untuk melindungi anak di ruang digital.

Tidak ada kompromi dalam hal kepatuhan. Setiap entitas bisnis yang beroperasi di Indonesia wajib mematuhi hukum yang berlaku,”

ujar Meutya Hafid dalam keterangannya.

Pemerintah telah mengirimkan surat dan instruksi kepada delapan platform, yaitu YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, dan Roblox, untuk segera menyampaikan komitmen dan rencana aksi kepatuhan terhadap implementasi PP TUNAS. 

Meutya mengungkapkan, sejumlah platform mulai melakukan penyesuaian dan ada yang sudah bersikap kooperatif penuh.

Ada dua platform yang bersikap kooperatif penuh, yaitu X dan Bigo Live. Status kepatuhan ini bersifat dinamis. Kami masih menunggu sampai esok dan akan terus memantau,”

ujarnya.

Sementara itu, platform Roblox dan TikTok juga menunjukkan sikap kooperatif. 

Kepada keduanya kami tetap meminta untuk segera melengkapi kepatuhan agar dapat dilakukan secara menyeluruh,”

tambahnya.

Selain itu, Meutya Hafid menyampaikan kepatuhan Meta menjadi contoh implementasi yang berdampak langsung terhadap penguatan keamanan anak di ruang digital.

Hari ini kami memberikan apresiasi kepada Meta yang menaungi Instagram, Facebook, dan Threads karena telah menyelaraskan fitur dan layanan mereka dengan hukum di Indonesia,”

jelasnya.

Meta menetapkan batas usia minimum 16 tahun di seluruh platformnya dan menyesuaikan kebijakan komunitas. Kepatuhan ini disampaikan secara resmi melalui perwakilan hukum serta pimpinan kebijakan publik regional Asia Pasifik.

Kepatuhan tersebut sudah kami verifikasi. Ini menunjukkan bahwa penyesuaian bukan persoalan teknis, tetapi soal komitmen platform untuk melindungi anak dan menghormati hukum nasional,”

tegas Meutya.

Pemerintah menilai langkah ini akan langsung menekan paparan konten berisiko bagi anak. Meski Meta telah patuh, pengawasan penuh tetap berjalan. Pemerintah memastikan implementasi dilakukan bertahap dan terukur, dengan evaluasi berkala.

Banyak Konten Berbahaya Bagi Anak

Di sisi lain, Pemerhati Budaya dan Komunikasi Digital, Firman Kurniawan, menyambut baik kebijakan pelarangan ruang digital pada anak. Pasalnya, banyak konten di platform digital yang berbahaya bagi anak.

Menurut Firman, aturan ini merupakan upaya perlindungan agar anak masuk ke ruang digital yang sehat dan tidak menggunakan media sosial ketika mereka masih di bawah umur. Ia menilai, perkembangan media sosial saat ini menunjukkan memburuknya ekosistem digital, terutama bagi anak-anak.

Meski demikian, ia melihat banyak anak yang sudah terbiasa bermain di ruang digital sejak pandemi Covid-19, di mana seluruh pembelajaran dan komunikasi dilakukan secara daring. Secara tidak langsung, anak-anak sudah terbiasa menggunakan teknologi digital.

Nah, enam tahun kemudian hari ini, mereka umurnya 13 tahun. Ketika tiba-tiba dilarang, tentu mereka tidak akan diam saja. Akan ada kekosongan, karena sebelumnya mereka berkomunikasi, berekspresi, dan bermain melalui media digital, tiba-tiba hilang,”

jelas Firman kepada Owrite.id.

Menurut Firman, pembatasan penggunaan media sosial pada anak tidak bisa hanya mengandalkan peraturan pemerintah. Dikhawatirkan anak-anak akan mencari cara lain untuk tetap bisa mengakses media sosial.

Kalau diandalkan PP ini untuk menutup pintu depan, anak akan membuka pintu belakang dan pintu lainnya. Ini justru akan mempersulit pemerintah dalam mengontrol apakah mereka mengonsumsi konten yang sehat,”

jelasnya.

Ia menambahkan, anak-anak bisa saja menggunakan akun palsu, akun milik saudara, memalsukan umur, atau bahkan membeli akun dari marketplace.

Enam tahun mereka pakai gadget sejak 2020, mereka sudah belajar banyak hal, termasuk cara mengakali akun. Kalau menurut saya, regulasi justru pintu terakhir. Setelah literasi, pendidikan sosial, dan pemahaman penggunaan media sosial yang benar, baru regulasi. Dan yang paling kuat justru harus di platform,”

tuturnya.

Peranan Orang Tua

Firman mengatakan, pembatasan penggunaan media digital ini juga akan memengaruhi kreativitas anak. Selama ini, banyak anak menyalurkan kreativitas melalui game atau video di media sosial, sehingga perlu ada alternatif wadah kreativitas lain.

Perlu diperbanyak kegiatan seperti bermain di ruang terbuka atau membaca buku. Kreativitas harus mulai digeser, tidak hanya digital tetapi juga di dunia nyata,”

ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua. Banyak orang tua belum memahami cara mengawasi anak di ruang digital, bahkan kerap memberikan gadget agar anak tidak rewel.

Untuk itu, selain regulasi, pemerintah perlu menyediakan panduan, pelatihan, serta edukasi masyarakat terkait penggunaan media sosial sesuai usia.

Media sosial ini merupakan medium masa depan, tetapi ada usia yang tepat. Perlu dirumuskan batas usia dan jenis konten yang sesuai, serta bagaimana pengawasannya,”

tandasnya.

Sementara itu, psikolog anak dan keluarga, Sani B. Hermawan, menilai kebijakan PP TUNAS sebagai langkah untuk meningkatkan kesadaran orang tua terhadap bahaya ruang digital bagi anak.

Saat ini banyak korban anak di ruang digital akibat kelalaian orang tua. Aturan ini akan berpengaruh jika diimplementasikan dengan sungguh-sungguh,”

ujarnya.

Menurut Sani, aturan ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Orang tua juga harus memahami PP TUNAS agar anak tidak mengalami kecanduan digital.

Orang tua bisa mengganti aktivitas anak dengan interaksi sosial atau permainan nyata yang lebih sehat,”

jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pembatasan bisa membuat anak stres, sehingga perlu diberikan alternatif kegiatan yang menarik.

Orang tua perlu memahami risiko seperti kecanduan, cyberbullying, hingga potensi eksploitasi anak di ruang digital,”

tuturnya.

Lebih lanjut, Sani menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan orang tua.

Orang tua jangan bersikap negatif terhadap PP TUNAS. Pahami dulu aturannya, baru bisa meyakinkan anak bahwa kebijakan ini penting dan tepat sasaran,”

tandasnya.
Tag:Berita PentingBigo LiveDigitalFacebookGameInstagramMedia SosialMenteri Komunikasi dan DigitalMetaMeutya HafidPP TunasRobloxSpillThreadstiktokXyoutube
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Timnas Indonesia U-20 Lolos Piala Asia 2027, Nova Arianto Langsung Bidik Target Lebih Besar
By Hadi Febriansyah
Timnas Indonesia U-20 saat berhadapan dengan Australia
1
Aturan Bagasi Garuda Berubah, Fraksi PDIP: UMKM Oleh-oleh Bisa Kehilangan Pembeli
By Rahmat Tunny
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman
2
Bupati Kukar Tebar 1 Ton Benih Padi di Danau Semayang, Videonya Viral Bikin Netizen Heran
By Ani Ratnasari
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menebar benih padi di kawasan Danau Semayang
3
Ikan Tongkol Sudah Digoreng tapi Tetap Bisa Bikin Keracunan? Dokter Ungkap Bahaya yang Sering Tak Disadari
By Ani Ratnasari
Ikan Tongkol
4
Asian Games 2026: Indonesia “Cuma Berani” Bidik 4 Emas, Thailand Malah Menggila
By Hadi Febriansyah
Menpora Erick Thohir (tengah) berswafoto dengan atlet Indonesia usai Pengukuhan Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 di Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
5

BERITA LAINNYA

Pasukan TPNPB-OPM di Yahukimo.
Nasional

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas

Tiga orang pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak di Kampung Muliama,…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
45 menit lalu
Papan zona aman Tsunami bila terjadi gempa bumi. (Sumber: Unsplash/Bernard Hermant)
Nasional

Antisipasi Tsunami Anak Krakatau, BMKG Kerahkan 20 Sensor di Selat Sunda

BMKG mengerahkan sekitar 20 sensor untuk memantau tinggi muka air laut di…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
3 jam lalu
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.
Nasional

50 Juta Warga Bakal Akses Portal Bansos, Pemerintah Uji Sistem Agar Tak Tumbang

Pemerintah menyiapkan pengujian ketahanan sistem sebelum portal digitalisasi bantuan sosial (bansos) diterapkan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
3 jam lalu
Salah satu temuan life jacket saat operasi pencarian lima jurnalis fotografer di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten. (Sumber: Basarnas)
Nasional

Tim SAR Temukan Life Jacket dan Pelampung, Petunjuk Baru Pencarian 8 Orang Hilang

Basarnas menyatakan masih harus mengidentifikasi terlebih dahulu setelah menemukan life jacket dan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat Baihaqi
Dusep Malik
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up