Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 23 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Psikolog Soroti Kasus Dugaan Pelecehan 16 Mahasiswa FHUI: Minim Moral dan Empati
Nasional

Psikolog Soroti Kasus Dugaan Pelecehan 16 Mahasiswa FHUI: Minim Moral dan Empati

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: April 16, 2026 11:42 am
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
4 bulan lalu
Share
Psikolog Rose Mini Agoes Salim
Psikolog Rose Mini Agoes Salim (Foto: instagram ruangguru)
SHARE

Psikolog Rose Mini Agoes Salim menilai kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) tidak memiliki moral, sehingga mereka tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk.

Kita melihat kemampuan anak-anak ini untuk memilah mana yang baik dan buruk terlihatnya belum ada, sehingga hal ini jadi luput. Anak-anak ini merasa bahwa hal seperti ini biasa, padahal ini tidak bisa dianggap hal biasa karena ini suatu hal buruk dan berdampak pada banyak hal, terutama bagi korban,”

ujar psikolog yang akrab disapa Romi, kepada Owrite.id, Kamis, 16 April 2026.

Romi menjelaskan, moral sendiri sebenarnya ada pada setiap manusia sejak lahir, tetapi bentuknya masih potensi. Bila tidak distimulasi, maka tidak berkembang.

Moral itu adalah kemampuan dalam diri manusia untuk nanti membedakan mana yang baik dan buruk,”

tambahnya.

Namun, lanjut Romi, ada tujuh moral yang esensial yang harus diberikan kepada anak dan juga distimulasi dengan baik, sehingga orang tersebut bisa memiliki perkembangan moral yang baik.

Esensi yang dasar itu empati, kemampuan memahami perasaan, pikiran, dan keinginan orang. Itu harus diajarkan dan distimulasi. Bagaimana dia tahu kalau disakiti itu tidak menyenangkan kalau dia tidak berempati,”

jelasnya.

Selanjutnya adalah kontrol diri dan hati nurani, yang diajarkan oleh keluarga sejak kecil mengenai mana hal-hal yang benar.

Itu tiga moral yang esensial. Kemudian dari tiga itu dikombinasikan dengan kindness atau kebaikan. Orang bisa baik karena mereka berempati, kemudian mengontrol dirinya sehingga berbuat baik pada orang lain. Toleransi muncul karena bisa mengontrol diri, lalu punya nurani untuk menghargai orang lain. Kemudian ada respect, toleransi, dan fairness, itu juga karena kombinasi dari tiga dasar yaitu empati, kontrol diri, dan nurani,”

papar Romi.

Dengan memiliki kemampuan moral tersebut, anak-anak bisa membedakan tingkah laku buruk. Salah satu contohnya, kekerasan atau pelecehan seksual tidak akan terjadi.

Jadi tidak bisa korban dianggap salah atau harus menghindari, padahal dia tidak salah, dia tidak ingin diperlakukan seperti itu,”

ucapnya.

Selain itu, Romi melihat pelaku pelecehan seksual ini berada di usia dewasa awal atau akhir remaja, sehingga ada tugas perkembangan untuk mencari identitas diri dan eksistensi.

Pelaku merasa jika bisa melecehkan seseorang di grup, mereka akan diterima dan merasa eksis, padahal itu salah.

Padahal orang bisa eksis dengan kemampuan-kemampuan yang lain, misalnya pintar berbicara, sangat baik kepada orang lain, atau ada hal-hal lain yang bisa ditampilkan sehingga kita bisa melihat eksistensinya di situ. Kalau itu tidak ditemukan, hal-hal seperti itu akan dianggap sebagai bentuk eksistensi dirinya,”

tandasnya.

Tag:Mahasiswa FHPelecehan SeksualpsikologRose Mini Agoes SalimUniversitas Indonesia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Karhutla Ancam Kalimantan, IKN Forest City Dipertanyakan: Jangan Cuma Jual Narasi Hijau
By Syifa Fauziah
Peserta menanam bibit pohon dalam kegiatan aksi menanan bersama di Ibu Kota Nusantara (IKN), Paser Penajam Utara, Kalimantan Timur
1
Mulai 2027, PPPK Paruh Waktu Otomatis Diangkat Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes
By Rika Pangesti
Guru membimbing siswi mengerjakan soal saat proses belajar mengajar di SRMP 25 Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (26/5/2026).
2
Konflik Agraria Tak Kunjung Tuntas, Komnas HAM Catat 2.780 Aduan dalam Lima Tahun
By Rika Pangesti
Ilustrasi lahan pertanian
3
PSSI Deg-degan! Fortuna Sittard Belum Putuskan Nasib Justin Hubner untuk Piala AFF 2026
By Hadi Febriansyah
Bek Timnas Indonesia Justine Hubner.
4
Profil Mitchell Lee Bakker, Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Mitchell Lee Baker
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi lahan pertanian
Nasional

Konflik Agraria Tak Kunjung Tuntas, Komnas HAM Catat 2.780 Aduan dalam Lima Tahun

Konflik agraria di Indonesia belum juga tuntas. Dalam lima tahun terakhir, Komisi…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto (tengah) memimpin rapat bersama menteri Kabinet Merah Putih di Landasan Udara Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat
Nasional

TNI Siagakan 66.510 Personel Tangani Karhutla di Seluruh Indonesia

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiagakan 66.510 personel untuk menghadapi kebakaran hutan dan…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
Api membakar semak belukar lahan di dekat kawasan permukiman Tegal Sari, Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Nasional

Karhutla Makin Ganas, DPR: Pemangkasan Anggaran Jangan jadi Alasan 

Karhutla Kalimantan-Sumatera Makin Ganas, DPR Desak Prabowo Ambil Alih Penanganan Kebakaran hutan…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
15 jam lalu
Siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 4 Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Nasional

Asap Karhutla Kepung Kalimantan, Mendikdasmen Izinkan Pembelajaran dari Rumah

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi ancaman bagi…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
22 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up